Cinta Sang Pemuda Desa 2

Cinta Sang Pemuda Desa 2
Bab 110


__ADS_3

Hati Naina semakin hancur saat Bayu masih saja tidak menjawab panggilan darinya sejak tadi pagi.


"Ya udah, nanti aku ikut makan malam bersamamu," ujar Naina.


Entah mengapa Naina menerima tawaran dari Ferdy, dia ingin menghilangkan rasa sakit yang ada di hatinya dengan sekadar makan malam dengan Ferdy.


"Baiklah kalau begitu, aku yang antar kamu pulang sekaligus siap-siap, kamu lanjutkan pekerjaanmu terlebih dahulu," ujar Ferdy pada Naina.


"Baiklah," lirih Naina.


"Aku kembali ke ruanganku dulu," ujar Ferdy lagi.


Naina mengangguk.


Setelah itu Ferdy keluar dari ruangan Naina, dia kembali ke ruangannya dengan hati gembira.


Pada malam hari, setelah shalat maghrib, Naina dan Ferdy pergi ke sebuah restoran mewah di kota Padang untuk menyantap makan malam.


Saat mereka sampai di depan resto, Ferdy memarkirkan mobilnya lalu dia keluar dari mobil.


Ferdy mengitari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Naina.


Jantung Naina bergetar saat apa yang dilakukan oleh pria itu terhadap dirinya.


"Terima kasih," lirih Naina.


Mata dua insan yang dulu sempat saling mencintai itu kini beradu, menyelami kenangan indah yang dulu pernah mereka lewati.


Kebahagiaan yang mereka rasakan dulu kini menyelinap di hati mereka, cinta mereka yang harus kandas karena pernikahan paksa yang harus Naina jalani dengan Bayu.


Tak ada kesalahan dalam hubungan mereka, baik Ferdy maupun Naina tidak pernah saling menyakiti, mereka saling mencintai dan saling menghargai di masa lalu.


Hanya takdir saja yang enggan mempersatukan mereka.


Beberapa menit mereka berpandangan, Naina sadar dengan apa yang telah terjadi, dia pun menundukkan kepalanya, seketika wajahnya berubah merah merona karena malu.


"Silakan," lirih Ferdy.


Setelah itu mereka pun melangkah masuk ke dalam resto mewah itu, Ferdy telah menyiapkan makan malam spesial untuk dirinya dan wanita yang kini masih dicintainya.


Naina takjub melihat resto mahal itu tak terlihat pengunjung, kesan romantis tercipta begitu saja di antara mereka


Hati Naina seketika berbunga-bunga melihat apa yang dilakukan Ferdy terhadap dirinya, selama dia berumah tangga dengan Bayu, sang suami belum pernah melakukan hal ini pada dirinya.

__ADS_1


"Aku sudah siapkan malam istimewa ini untukmu," ujar Ferdy setelah mereka duduk di tempat yang telah disediakan.


"Kamu tidak perlu repot-repot melakukan hal ini," lirih Naina.


Naina merasa tidak pantas diperlakukan istimewa oleh Ferdy karena saat ini dia adalah seorang wanita bersuami.


"Aku tidak repot, ini semua bawahanku yang melakukannya," ujar Ferdy dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.


Seorang pelayan menghidangkan menu terbaik yang ada di resto itu untuk Naina dan Ferdy, aroma makanan yang lezat membuat perut Naina langsung terasa lapar.


"Ayo, kita makan," ajak Ferdy pada Naina.


Naina mengangguk, lalu dia pun menyantap makanan yang ada di hadapannya. Meskipun Naina merasa lapar, tapi dia tetap menyantap makan yang ada di hadapannya dengan anggun, hal ini membuat Ferdy semakin tertarik pada istri sahabatnya itu.


Ferdy tahu saat ini Bayu tengah pergi ke Bandung untuk menemui istri pertamanya, Ferdy telah meminta mata-mata untuk terus mencari informasi tentang keluarga wanita yang hingga saat ini masih dicintainya.


Pria tampan dan kaya raya itu berpikir, saat seperti inilah dia bisa mengambil hati Naina.


Ferdy masih berharap istri sahabatnya itu memilih dirinya dan meninggalkan Bayu karena Bayu juga sudah memilih istri pertama.


Setelah selesai makan malam, mereka mengobrol sejenak membahas berbagai hal mulai dari pekerjaan hingga akhirnya Ferdy melangsungkan niatnya.


"Nai," lirih Ferdy sambil meraih tangan Naina.


Naina kaget mendapat perlakuan Ferdy, dia terdiam. Hatinya yang kini mulai bergejolak, antara bahagia dan takut.


Dia bahagia mendapat perlakuan istimewa dari sang mantan kekasih, tapi dia takut muru'ahnya sebagai seorang istri ternoda dengan apa yang dilakukan Ferdy terhadap dirinya.


"Nai, asal kamu tahu, hingga saat ini cintaku masih ada untukmu," lirih Ferdy mengungkapkan apa yang dirasakannya.


Hatinya masih mencintai mantan kekasihnya puluhan tahun yang lalu.


Perlahan Naina melepaskan genggaman tangan dokter yang sudah berumur tapi masih tampan diusianya yang semakin lanjut.


"Ferdy, maaf aku sudah memiliki suami. Aku tidak akan mengkhianati cinta suamiku," lirih Naina menjaga sikapnya.


Naina sadar apa yang dilakukannya saat ini merupakan sebuah kesalahan.


Tak seharusnya, dia menerima tawaran Ferdy di saat sang suami tidak berada di sisinya.


"Tapi, Nai. Bayu saat ini pergi meninggalkanmu demi istri pertamanya," ujar Ferdy.


Ferdy berusaha membujuk Naina agar mau meninggalkan suaminya.

__ADS_1


Naina mengernyitkan dahinya, dia heran dari mana Ferdy tahu apa yang sedang terjadi di dalam rumah tangganya.


"Dari mana kamu tah semua ini?" tanya Naina.


Ferdy terdiam.


"Apa jangan-jangan kamu memata-matai rumah tanggaku?" tanya Naina lagi.


Kali ini Naina mulai marah, dia tidak terima dengan apa yang sudah dilakukan oleh Ferdy.


Meskipun saat ini hatinya kacau karena kehadiran wanita di masa lalu sang suami, tapi dia tidak ingin mengotori ketulusan cintanya pada sang suami.


Naina tahu betul bagaimana menyelesaikan masalah dalam keluarganya, hatinya yang terluka dan sedih akan terobati di saat masalah ini selesai.


Begitulah keyakinan yang ada di hati Naina sehingga tidak mudah dia tergoda dengan cinta masa lalunya, karena hidupnya saat ini adalah kebahagiaan untuk dirinya dan keluarganya.


Ferdy masih saja diam, pria itu menyadari apa yang sudah dilakukannya merupakan sebuah kesalahan, dia tak menyangka Naina akan tetap mempertahankan rumah tangganya yang saat ini berada di ujung tanduk.


Awalnya Ferdy berpikir, dia akan mendapatkan kesempatan di saat rumah tangga Bayu dan Naina di ambang kehancuran.


"Aku tak menyangka kamu bisa melakukan hal sepicik ini, aku kecewa sama kamu. Awalnya aku berpikir kita akan tetap berteman, tapi aku sudah salah mengenalmu," ujar Naina dengan kecewa.


Naina berdiri dari duduknya, lalu dia melangkah keluar dari resto tersebut.


Naina mulai menangis, dia menyesali apa ya yang sudah dilakukannya.


Dia tak menyangka Ferdy akan melakukan hal sejauh ini untuk mendapatkan kembali hatinya. Naina terus melangkah menyusuri trotoar.


Jalanan malam mulai ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang.


Naina tidak tahu harus melangkah ke mana, apalagi dia saat ini juga belum terlalu hapal daerah kota Padang.


Naina mengedarkan matanya di jalanan raya mencari sebuah taksi yang bisa membawanya pulang.


Ferdy berusaha mengejar Naina, dia takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada wanita yang dicintainya itu.


Entah mengapa langkah Naina semakin cepat sehingga Ferdy kehilangan jejak istri sahabatnya itu.


Naina terus melangkah, sambil mencari-cari taksi. Dia melangkah tertatih seperti orang yang kebingungan.


BUGH.


Naina menabrak seseorang sehingga. dia terjatuh.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2