Cinta Sang Pemuda Desa 2

Cinta Sang Pemuda Desa 2
Bab 59


__ADS_3

Kini Rama dan Diska sudah berada di kamar, Diska langsung mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Pekerjaannya hari ini membuat tubuhnya terasa gerah dan lelah, mandi adalah salah satu cara yang bisa dilakukannya untuk menghilangkan rasa lelah bekerja seharian.


Sedangkan Rama melangkah menuju tempat tidur, dia pun duduk di atas tempat tidur sambil menunggu sang istri keluar dari kamar mandi.


Setelah Diska selesai membersihkan dirinya, dia keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe dan handuk yang melilit di kepalanya, Rama terpesona melihat sang istri.


Semakin hari istrinya terlihat semakin menggoda.


Diska tersenyum melihat sorotan mata sang suami, tapi dia mengabaikan sang suami yang kini terus menatapinya hingga kini Diska berdiri di depan lemari.


Rama tidak tahan melihat sang istri, dia langsung bangun dari posisinya, lalu melangkah mendekati wanitanya itu.


Dia langsung melingkarkan tangannya di pinggang wanita yang sangat dicintainya. Dia pun meletakkan dagunya di pundak sang istri.


Rama bersikap manja pada sang istri.


Diska menghentikan kegiatannya yang sedang mencari pakaian di dalam lemari.


Dia membalikkan tubuhnya lalu menatap wajah tampan sang suami.


"Hei, Sayang. Apa yang kamu lakukan?" tanya Diska heran dengan sikap sang suami.


"Menurut kamu, aku melakukan apa?" ujar Rama dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.


Dia semakin tertarik untuk menggoda sang istri yang kini wajahnya sudah berubah menjadi merah karena menahan rasa malu.


"Sayang," lirih Diska malu, dia menundukkan kepalanya.


Meskipun mereka sudah saling memadu kasih, Diska masih saja merasa malu saat sang suami menggodanya.


Pikirannya akan langsung mengingat hal-hal yang sudah mereka lakukan yaitu saat mereka merasakan kenikmatan surga dunia memadu kasih dan cinta mereka berdua.


Rama tidak tahan melihat wajah cantik istrinya yang kini sangat menggemaskan, dia pun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri yang kini sudah berwarna merah merona.


Rama meraup bibir merah ranum milik istrinya, dia pun menarik tubuh sang istri menuju tempat tidur sehingga terjadilah pergulatan panas di antara keduanya.


Diska pun membalas apa yang sudah dilakukan oleh sang suami, dia ikut meraub bi**r seksi milik sang suami.

__ADS_1


Seketika terjadilah adegan ciu**n panas di antara mereka berdua.


Akhirnya, mau tidak mau Diska terpaksa mengulangi kegiatan mandinya, karena ulah sang suami yang sudah menggodanya.


"Terima kasih ya, Sayang. Saat ini tubuhmu adalah candu bagiku," bisik Rama di telinga sang istri.


Rama memeluk erat tubuh polos sang istri, dia mendekap tubuh polos sang istri dengan erat sebagai bentuk rasa sayang dan cintanya untuk sang istri.


Rama selalu jujur dengan apa yang dirasakannya terhadap sang istri, rasa cintanya terus tumbuh dan tumbuh setelah mendapatkan wanita yang dicintainya.


"Ayo kita mandi, sebentar lagi maghrib," ujar Diska mengingatkan suaminya bahwa mereka sudah bergulat pada waktu maghrib yang mau masuk.


Rama dan Diska bangkit dari tempat tidur, mereka melangkah menuju kamar mandi bersama, Rama melilit tubuhnya dengan selimut sedangkan Diska mengambil bathrobe yang berserakan di lantai yang tadi sudah dilepaskannya sebelum aksi panas yang mereka lakukan.


Kali ini mereka terpaksa mandi bersama. Mereka tidak ingin terlambat untuk melaksanakan shalat maghrib.


Setelah mereka selesai melaksanakan shalat maghrib, mereka keluar dari kamar dan melangkah menuju ruang makan untuk menikmati santap makan malam.


"Mama dan papa mana, Mbak? Kenapa belum berada di sini," tanya Diska saat tak melihat kedua orang tuanya berada di ruang makan.


Biasanya kedua orang tuanya sudah berada di ruang makan lebih awal.


"Oh." Diska hanya bisa ber-oh-ria menanggapi jawaban Mbak Yuyun.


"Bang, menurut kamu bagaimana dengan keputusan yang diambil oleh Papa dan Mama?" tanya Diska pada sang suami.


Riska ingin mengetahui pendapat dari suaminya tersebut.


"Mhm, menurutku bagus. aku mendukung keputusan Mama Papa untuk pindah ke kota Padang. mana tahu kamu juga bisa pindah ke kota Padang atau ke daerah Pasaman Barat." Rama menyampaikan pendapatnya.


Diska menarakan kedua alisnya setelah mendengar pernyataan dari sang suami.


"Jadi kamu setuju dengan keputusan yang diambil oleh Mama dan Papa?" tanya Diska.


Rama mengangguk, bahkan dia juga mulai mencari link untuk tempat Diska bertugas agar Rama bisa dengan mudah untuk kembali ke desanya.


Sebenarnya Rama lebih senang tinggal di desanya karena dia masih bisa melakukan kegiatan yang biasa dilakukannya selama ini.


Walaupun tanpa bekerja Rama sudah memiliki uang pemasukan yang tidak akan pernah habis karena investasi yang dilakukan merupakan investasi bernilai tinggi.

__ADS_1


Diska terdiam mendengar pendapat sang suami, dia mengira Rama akan mendukung karirnya di kota Bandung.


.


"Ada apa kenapa kamu malah melamun?" tanya Rama pada istrinya yang gini tengah terdiam.


"Lalu bagaimana dengan karirku yang ada di sini?" tanya Diska menguji seberapa penting karirnya bagi pria yang disayanginya itu.


"Karirmu juga penting dalam hal ini, jika kamu ingin tetap meniti karirmu di sini, maka aku akan selalu mendampingimu kapan saja dan di mana saja," lirih Rama.


Bagi Rama adalah dia selalu berada di samping sang istri, dia tidak ingin lagi kehilangan wanita yang dicintainya.


****


Rezi baru saja keluar dari rumah sakit, dia melangkah didampingi oleh Zharin keluar dari rumah sakit.


Mereka melangkah menuju lapangan parkir.


Saat Rezi baru saja ingin membuka pintu mobilnya, seorang pria datang menghampirinya.


"Maaf, tuan.saya mengganggu." seorang pria dengan menggunakan pakaian jaket hitam serta kacamata hitam yang melekat di tubuhnya.


Rezi melihat sosok anak buahnya datang menghampirinya.


"Rin, kamu masuk ke mobil dulu," perintah Rezi pada gadis yang kini selalu menempel pada dirinya seperti perangko.


Zharin pun masuk ke dalam mobil milik Rezi, dia mematuhi apa yang dikatakan oleh majikannya.


Baginya saat ini, Rezi tak hanya sebagai teman melainkan sebagai majikan yang harus ditaatinya.


Setelah memastikan Zharin masuk ke dalam mobil dan duduk dengan aman, Rezi membawa pria tersebut ke suatu tempat yang tidak jauh berada di parkiran itu.


"Bagaimana apa hasil dari penyelidikanmu? tanya Rezi sudah tidak sabar ingin mengetahui dalang dari pemecatan Pak Bayu dan Bu Naina.


Pria yang mengenakan pakaian yang serba hitam itu pun mengeluarkan sebuah map coklat.


Rezi meraih map yang diulurkan oleh sang pria, perlahan dia membaca isi map tersebut satu persatu.


Di dalam map itu tertera bahwa orang yang menjadi dalang dari musibah yang kini menimpa Pak Bayu dan bu Naina.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2