
Pak Bayu melakukan tugasnya sebagai seorang dokter, dia memeriksa keadaan ibu Sarah semampunya.
Dia memberikan pertolongan pertama pada ibu Sarah agar dapat pulih.
Zharin dan Rezi berada di luar ruang pemeriksaan menunggu Pak Bayu menyelesaikan tugasnya.
Rezi menggenggam erat tangan Zharin, memberi kekuatan untuk wanita yang kini dicintainya agar Zharin bisa bersabar.
"Bang, aku takut terjadi apa-apa dengan Ibu," lirih Zharin.
"Kamu tenang, ya," lirih Rezi.
Rezi pun merebahkan kepala Zharin ke bahunya memberi topangan untuk beban yang kini dipikul oleh Zharin.
Di saat dia berpeluang mempertemukan Ayah dan Ibunya, di saat itu pulang ibunya sekarat.
Zharin ingin sekali Ayah dan Ibunya menyelesaikan masalah mereka sebelum mereka berpisah, Zharin berharap ibunya mengetahui kebenaran tentang ayahnya tidak ada lagi kebencian yang ada di hati ibunya terhadap sang ayah.
****
Saat malam tiba, langit dihiasi oleh bintang dan rembulan memberi cahaya terang, seorang wanita tengah berdiri menghadap langit dan indah.
Keindahan langit tidak secara hatinya yang kini tengah galau memikirkan langkah kehidupan yang harus dipilihnya.
Baru saja dia memandang keindahan langit terlihat sebuah mobil berhenti di depan rumahnya,.tak berapa lama dia melihat 2 orang pria masuk ke dalam rumahnya.
Yoland mengernyitkan dahinya, dia penasaran siapa yang datang. Yoland pun melangkah turun ke lantai 1.
Dia ingin melihat siapa tamu yang datang malam-malam seperti ini.
"Siapa kalian, tanya Mak Nah saat membuka pintu rumah.
Mak Nah terlihat takut berhadapan dengan dua pria berbadan kekar dengan tampang preman yang kini ada di hadapannya.
"Kami ingin bertemu dengan Nyonya Yoland," jawab salah satu pria yang datang bertamu.
"Maaf tapi ini sudah malam, dan sekarang bukanlah waktunya bertapa. waktu untuk berkunjung," ujar Mak Nah.
Meskipun mereka sudah lama tinggal di daerah Desa Silaping tapi belum banyak masyarakat yang dikenal oleh Diska dan suaminya karena mereka tidak banyak bergaul dengan penduduk asli.
Wanita paruh baya yang bekerja di rumah Yoland itu tidak berani menyuruh dua preman tersebut masuk ke dalam rumah, dia takut dua preman itu akan melakukan tindak kejahatan di rumah majikannya.
"Siapa, Mak?" tanya Yolan saat dia sedang berada di lantai 1 dapat di ruang tamu.
Iya melihat dengan jelas Mak Nah ketakutan.
__ADS_1
"Mhm." Belum sempat makna menjawab pertanyaan dari majikannya.
2 orang tersebut mendorong tubuh mak Nah, sehingga wanita paruh baya itu terjatuh ke lantai.
Setelah mereka masuk ke dalam rumah, mereka menghampiri Yoland yang kini berdiri di samping sofa ruang tamu.
"Siapa kalian?" tanya Yoland pada 2 pria tersebut.
Yoland tak mengenali dua pria yang kini telah berada di hadapannya.
"Nyonya, kami datang ke sini hanya memberi peringatan kepada Nyonya," ujar salah satu pria yang berada di hadapan Yoland.
"Memberi peringatan?" Yoland masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh si pria tersebut.
Dia menunggu penjelasan dari sang pria yang kini bertamu ke rumahnya.
"Ya, kami ingin memperingati Nyonya untuk tidak mengganggu wanita yang bernama dokter Diska." Si pria menjelaskan tujuan kedatangannya.
Yoland kaget saat mendengar nama wanita yang menjadi sumber masalah dalam hidupnya.
"Dokter Diska?" lirih Yoland.
"Iya, benar. Jika kamu berani menyakiti dokter Diska maka nasibmu akan sama dengan suamimu," ancam si pria pada Yoland.
"Satu hal lagi, jika kamu ingin hidup bahagia maka tinggalkanlah suamimu," ujar si pria lalu mereka pun pergi meninggalkan rumah tersebut.
Dia pun langsung bergegas menghempaskan tubuhnya di atas sofa yang tepat berada di sampingnya.
"Nyonya," pekik Mak Nah mendekati majikannya.
"Nyonya baik-baik saja, kan?" tanya Mak Nah pada Yoland.
Yoland menganggukkan kepalanya, dia hanya kaget dengan kedatangan dua pria yang datang ke rumahnya membahas wanita sumber permasalahan dalam hidupnya.
"Ya ampun, apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus meninggalkan Bang Miko? bagaimana dengan putriku akankah dia bisa tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah dalam hidupnya?" gumam Yoland di dalam hati.
Yolan memegangi pelipisnya, saat ini kepalanya terasa sangat sakit. akhirnya dia pun berdiri lalu melangkah menuju kamar putrinya.
Dia berusaha memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak dari berbagai permasalahan yang kini dihadapinya.
Satu minggu setelah itu, Yolan kembali pergi ke Padang untuk menemui sang suami di penjara.
Hingga saat ini Yoland tidak mau tahu tentang Miko, dia enggan untuk menyiapkan seorang pengacara untuk membantu Miko keluar dari penjara.
Kali ini dia sengaja mengunjungi suaminya di penjara untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di antara dirinya dan sang suami.
__ADS_1
Kali ini Yoland berangkat ke Padang menggunakan mobil dan adik sepupunya.
Tujuannya kali ini langsung menuju kantor polisi untuk menemui sang suami.
Saat dia sampai di kantor polisi dia langsung meminta kepada polisi yang berjaga di sana untuk mempertemukan dirinya dengan sang suami.
Tak berapa lama dia menunggu, Miko keluar dari sel penjara, kini dia duduk di depan Yoland.
"Sayang, kamu datang untuk menemuiku?" tanya Miko.
Miko merasa senang saat melihat sang istri datang menjenguknya.
Kali ini besar harapannya kepada sang istri akan membantu untuk mengeluarkannya dari penjara, paling tidak istrinya bisa membantunya mencari pengacara terbaik untuk dirinya agar dia bisa bebas dari tempat yang mengerikan itu.
Miko mulai bosan dan tersiksa dengan kehidupannya saat ini, dia merasa tidak sanggup lagi tinggal lebih lama penjara.
Yoland memasang wajah datar di hadapan sang suami, dia menyimpan senyumnya.
Seketika kenangan indah hidup bersama sang suami terlintas di dalam benaknya.
Hatinya terasa hancur dan kasihan terhadap sang suami, tapi dia harus mengambil keputusan demi kebahagiaan putrinya.
"Sayang," lirih Miko.
Miko mengulang memanggil sang istri yang masih saja diam tanpa suara.
Tatapan istrinya tertuju pada dirinya namun terlihat tatapan itu kosong, dari sini Miko dapat melihat bahwa saat ini istrinya tengah memikirkan sesuatu.
"Sayang," lirih Miko lagi.
Kali ini Miko pun memegangi tangan sang istri.
Yoland tersadar dari lamunannya lalu diyakini menatap dalam wajah tampan sang suami.
"Bang, aku tidak bisa membantumu. Aku harus pergi meninggalkanmu," ujar Yoland.
Yoland telah mengambil keputusan atas pernikahannya yang kini mulai hancur oleh perbuatan suami sendiri.
"Yoland, apa maksudmu berkata seperti ini?" tanya Miko tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh sang istri.
"Aku tidak bisa lagi hidup denganmu," ujar Yoland.
Dia pun berdiri lalu melangkah meninggalkan sang suami yang kini terus memanggil dirinya.
Yoland tidak ingin hidupnya hancur hanya karena seorang pria yang bernama Miko.
__ADS_1
Bersambung...