
"Ma, siapa wanita ini?" tanya Diska lagi.
Diska terus mendesak wanita mamanya untuk mengungkapkan jati diri wanita yang kini berada di dalam pelukan ayahnya.
Diska tak bisa menerima ayahnya memiliki putri lain selain dirinya.
Diska pun berdiri, dia melangkah cepat menuju kamar, di mana Rama baru saja menidurkan putranya.
"Diska!" teriak Bu Naina.
Diska tak menghiraukan panggilan dari mamanya, dia pun langsung memeluk tubuh kekar sang suami.
Rama terlihat bingung dengan apa yang telah terjadi, dia tidak tahu hal apa yang sudah menyebabkan istrinya masuk kamar dan kini tengah menangis.
Rama memeluk erat sang istri, memberikan tempat ternyaman untuk sang istri.
"Ada apa?" tanya Rama pada Diska setelah merasa sang istri mulai tenang.
Diska hanya diam, dia tidak mau menjawab pertanyaan sang suami.
"Zharin, bagaimana keadaan ibumu?" tanya Bayu pada putrinya yang telah hilang beberapa tahun yang lalu.
"Ibu baik, Yah." Zharin kini duduk di samping ayah kandungnya.
Bayu mengusap air mata yang membasahi pipi mulus gadis kecilnya yang kini telah tumbuh dewasa.
Bayu masih dapat melihat dengan jelas punggung 2 wanita yang sangat berarti dalam hidupnya.
Bu Naina terdiam melihat apa yang dilakukan sang suami, dia berusaha menguatkan hatinya.
Wanita itu berusaha bersabar, dan membesarkan hatinya meskipun rasa cemas kini mulai menggelayuti jiwanya.
Bu Naina takut, Ibu Zharin akan merebut suaminya. Dia masih ingat bagaimana sulitnya dia berjuang membuat sang suami melupakan wanita yang sangat dicintainya itu hingga saat ini dia mendapatkan cinta Bayu seutuhnya, tapi dalam situasi sekarang dia takut tidak bisa memenangkan hati sang suami.
"Syukurlah kalau begitu," lirih Bayu.
Pak Bayu menoleh ke arah istrinya kini menatap nanar pada dirinya dan Zharin.
"Sayang," lirih Bayu memanggil istrinya.
Bu Naina masih belum menggubris panggilan sang suami.
Rezi hanya diam melihat pemandangan yang ada di hadapannya, dia tak menyangka Pak Bayu akan menerima langsung sosok putrinya.
Padahal sejak awal Rezi sudah bersiap akan menjadi seorang yang akan membela wanita yang dicintainya memperjuangkan haknya.
__ADS_1
Rezi juga bersyukur dengan apa yang sudah terjadi, saat ini yang menjadi permasalahan adalah Diska yang belum bisa menerima kenyataan yang ada di hadapannya saat ini.
Hal ini hanya orang tua Diska yang bisa menjelaskan kenyataan ini pada putrinya.
"Kamu sudah besar sekarang, ayah sudah mencoba mencari-cari kamu selama 2 tahun tapi Ayah tidak bisa menemukan kalian," tutur Pak Bayu meneteskan air mata.
Dia bersyukur dapat bertemu dengan putrinya dari istri pertamanya. 2 tahun berjuang mencari keberadaan istri pertama dan putrinya membuat dia putus asa.
"Iya, Yah." Zharin menatap dalam wajah renta Ayah kandungnya.
Meskipun ayahnya sudah berumur tapi wajahnya masih saja menyiratkan ketampanan.
"Yah," lirih Zharin ingin menyampaikan tujuannya mencari sosok Ayah kandungnya.
Pak Bayu menoleh ke arah putrinya yang sudah lama menghilang.
"Mhm," gumam Bayu.
"Ayah, tujuanku datang ke sini untuk meminta Restu dari ayah dan menikahkan aku dengan pria yang aku cintai," tutur Zharin menyampaikan tujuan kedatangannya secara terus terang kepada ayah kandungnya.
"Apa? Kamu mau menikah?" Mata Bayu berbinar.
Dia bahagia dengan berita yang diberikan oleh putrinya.
"Iya, Yah. Aku akan menikah, Aku hanya ingin Ayah menjadi wali nikahku," tutur Zharin lagi.
"Jangankan sebagai wali nikah, apa pun yang kamu minta akan ayah berikan untukmu, Sayang," ujar Pak Bayu.
Pak Bayu mengatakan hal seperti itu karena dia sangat bersyukur dapat kembali bertemu dengan orang yang dirindukannya selama ini.
"Lalu siapa yang akan menjadi calon suamimu," tanya Pak Bayu kepada putrinya.
Zharin menghela napas panjang, lalu dia melirik ke arah Rezi.
Pak Bayu menautkan kedua alisnya penasaran dengan sosok pria yang akan dinikahi oleh sang putri.
Rezi tersenyum.
"Om," lirih Rezi meminta perhatian calon mertuanya itu.
Pak Bayu menoleh ke arah Rezi.
"Mhm," gumam Pak Bayu.
"Pria yang akan menikahi Zharin adalah aku," jawab Rezi.
__ADS_1
Rezi tidak ingin urusan berbelit-belit lagi sehingga dia memilih untuk jujur kepada keluarga Zharin yaitu Pak Bayu.
"Apa? Benarkah?" Pak Bayu sangat senang mendengar pria yang sudah diketahuinya pribadinya akan mempersunting putrinya yang telah lama hilang.
Dengan begitu, Bayu dapat melepaskan putrinya dengan pria yang dicintai oleh sang putri.
"Iya, Om. Aku berusaha menghapus nama Diska dari dalam hatiku, lalu menggantinya dengan wanita pesisir yang sangat sederhana." Rezi tersenyum pada Pak Bayu.
"Syukurlah kalau begitu, Aku sangat senang mendengarnya, semoga kalian berjodoh dan bahagia," tutur Pak Bayu.
"Iya, Om." Rezi senang mendengar apa yang dikatakan oleh calon mertuanya.
"Sayang, apa pun yang kamu butuhkan dalam mempersiapkan acara pernikahanmu dengan Rezi, kamu datanglah kepada ayah, ayah akan memberikan apa yang kamu minta," ujar pak Bayu.
Kini buliran bening mulai jatuh membasahi pipinya.
Bu Naina pun berdiri lalu meninggalkan sang suami yang kini tengah berbicara dengan putrinya yang baru saja ditemukannya.
Rezi hanya dia melihat hal itu, dia membiarkan Bu Naina meninggalkan sang suami yang masih bercerita dengan putrinya.
Saat malam mulai larut, Rezi mengajak Zharin untuk kembali ke hotel.
"Rin, sudah malam. Ayo, kita kembali ke hotel," ajak Rezi pada Zharin.
Zharin mengangguk, lalu dia pun berpamitan pada ayahnya.
"Yah, kami balik dulu," lirih Zharin.
"Kenapa kamu tidak tidur di sini saja?" tawar Pak Bayu pada putrinya.
"Tidak usah, Yah. Aku senang sudah bertemu dengan ayah, dan ayah menerima aku sebagai putri ayah," lirih Zharin bahagia.
"Iya, Sayang. Ayah tidak pernah lupa dengan kalian, meskipun ayah berhenti mencari kalian, tapi kalian masih tetap ada di hati ayah," jujur Pak Bayu.
Bu Naina yang masih berdiri di depan pintu kamar dapat dengan jelas mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya.
Hatinya semakin hancur mendengar kata-kata yang keluar dari mulut sang suami.
"Apakah 20 tahun lebih kita jalani ini hanyalah sebuah sandiwara, Pa?" gumam Bu Naina.
Dia merasa sang suami telah menghapus semua kenangan indah yang telah mereka lalui.
Bu Naina masih menatap Zharin dan Rezi keluar dari rumah mereka, wanita itu kini kecewa pada suaminya yang masih berdiri di depan pintu memandangi kepergian putrinya dan Rezi.
Awalnya Pak Bayu ingin mengantarkan Rezi dan Zharin menuju hotel, tapi Rezi sadar suasana di rumah pak Bayu kini tengah kacau karena kedatangan dirinya dan Zharin ke rumah itu, makanya dia memilih pulang dengan taksi online.
__ADS_1
Bersambung...