
Menurut kalian Cerita ini seru gak ya? Engak ya?
Akutu binggung mau digimanaain dan takut kalian jadi bosen kalok gini-gini aja huhu😭😭😭
Kalian Baca MCG dulu apa langsung baca ini?
Baca ini dong gak usah baca MCG juga gak papa sih sebenernya
FOLLOW dulu ya biar nanti Chapter nya gak
Kalian Kangen sama keromantisan Sri Gala gak sabar Kawal sampe Ending ini?"*_
Vote Dan Komen lebih banyak dari
Chapter sebelumnya, Aku langsung update ya, 💖 3k Sabi kali ya. yang baca aja lebih dari 4k tiap Chapter nya. Heran sama manusia yang gak mau Vote.
Hai, buat yang gak suka karena di cerita ini
karena mereka masih SMA. ya udah di baca dulu dan di nikmati. sapa tau jadi suka. mungkin aja nanti kamu nya jadi suka baca ceritanya.
Jam berapa kalian baca chapter ini?"
Ayo komen yang banyak!"
Budayakan Vote sebelum membaca, biar nanti
ngga lupa karena keasyikan baca ya 3<
*******
"Terus gimana?" mata Riri mengerjab beberapa kali.
Berharap Gala mau menjelaskan agar dirinya tidak binggung.
"Gak usah bahas lagi," putus Gala. Akhirnya
Riri hanya bisa pasrah meski dalam kepalanya masih banyak pertanyakan-pertanyaan yang belum terjawab.
Riri kembali menyandarkan kepalanya di
pundak Gala yang terasa sangat nyaman untuknya.
"Tar malem Riri mau gak makan malam di rumah Gala?"
Riri mengangkat kepalanya, menatap Gala lekat.
"Rumah Gala? Sama Tante Anita dan om Abraham dong?"
"Hem, "angguk Gala. "Mau gak?"
"Mauuuu..!!!" Jawab Riri semangat. Tapi beberapa detik kemudian, wajah Riri tampak lesu.
"Kenapa muka lo gitu? Nahan berak? semprot Gala
membuat Riri memekik kesal.
"Engak lah!" Riri memukuli lengan Gala.
"Riri masih malu sama mereka. Gara-gara waktu itu Riri
sempet nyanyi lagu tik-tok yang ngebuat papanya Gala Tersedak."
Gala berdecak. "Makanya jangan aneh-aneh!
Suara kaya kentut aja Gegayaan mau nyanyi!"
"Tapi waktu itu lagunya lucu loh," Ujar Riri cekikikan sendiri." Om,om, culik aku dong!"
"Om,om, culik aku do...?"
"Sekali lagi lo nyanyi lagu itu, gue lempar lo ke got!"
Ancam Gala membuat Riri langsung diam dan menunduk sedih. padahal Riri sangat menyukai lagu itu.
Lalu dimana letak kesalahannya?"
******
"Riri mana?" Tanya Gala pada Choline dan Nenda, dua sahabat Riri yang ia temui di kantin.
"Di kelas," jawab Nenda.
"Kok gak ke kantin?"
__ADS_1
Kali ini Choline, cewek berwajah jutek itu yang menjawab, "di lagi badmood, habis lo apakan si, Gal?"
Gala berpikir sejenak. Ada apa lagi dengan bocilnya itu?
Padahal tadi juga baik-baik aja. Kenapa tiba-tiba seperti ini?
"Gue liat dulu."
Gala bergegas pergi ke kelas Riri. Meninggalkan ketiga sahabatnya itu, Alan, Ilham dan Akbar yang masih asyik menyantap makanan mereka di kantin.
"Aduh! Mata Lo dimana sih?" Umpat Gala
saat ada satu cowok berkacamata tidak sengaja menyenggol lengannya.
"Maaf-maaf, gue gak tau. "Cowok itu buru-buru pergi
karena tidak mau kena amuk Gala. Lagi pula satu sekolah juga tau siapa Gala dan bagaimana galaknya leader Drax itu.
BRAKK
Gala membuka pintu kelas Riri dengan kasar.
Membuat beberapa siswa dan siswi yang ada didalam berjingkrak kaget.
"Mana cewek gue?!" Tanya Gala mengedarkan
pandanganya ke seluruh sudut kelas. namun nihil. ia tak menemukan keberadaan Riri.
"Gue tanyak sekali lagi, Mana cewek gue Anj....?"
"Riri keluar, Gal."
Dahi Gala mengernyit bingung. "Keman?"
Gadis itu menjawab takut-takut. "Kayaknya ke perpus. Soalnya gue sempet liat tadi."
"Makasih," Ucap Gala lalu pergi dari kelas Riri.
Gala segera menuju tempat yang di maksud cewek tadi.
"Ck! Nantang gue tuh bocil!" Geram Gala saat matanya
menangkap sosok yang ia cari kini sedang berjalan santai bersama cowok. Tapi Gala juga tidak tahu siapa cowok itu. Wajahnya asing. Gala tidak pernah bertemu sebelumnya.
"Sri!" Panggil Gala setengah berteriak.
Riri dan cowok itu kompak langsung menoleh ke arah Gala.
"Ngapain Lo sama dia?!" Gala menarik Riri
keperluannya hinga kepala gadis itu menubruk dada bidangnya.
"Gala, ini..."
"Gue Rafa, teman Riri dari TK. lo siapa? Ujar Rafa percaya diri.
Gala tersenyum Remeh. "Kenalin Gue tunangannya Riri.
Bentar lagi jadi suaminya."
Rafa mengangguk paham. "Oh jadi ini cowok yang Lo ceritain tadi, RI?" Tangannya menatap Riri.
"Iya, ini Gala, Raf. "Angguk Riri pelan.
"Gak usah deket-deket sama cewek gue!"
Peringat Gala menatap Rafa tajam.
"Ngapain Lo sama dia?!" Tanya Gala setelah berhasil menarik Riri pergi menjauh dari Rafa.
"Rafa itu temen Riri waktu TK ih! Sekarang Rafa pindah ke sekolah ini. Satu kelas sama Riri. "Jelas Riri."Tadi Rafa minta anterin Riri ke perpus buat minjam buku paket yang belum dia punya."
Gala menghentikan langkah mereka tepat dipertengahan koridor yang sepi. "Gue gak perduli dia temen TK lo atau temen ngejamet lo! yang jelas gue gak suka lo Deket-deket sama dia! Sekali lagi gue liat Lo deket sama dia, habis Lo sama gue!" Ancam Gala serius.
Riri menatap Gala kesal. "Gala kenapa sih marah-marah terus? Tadi pagi marah? sekarang marah? padahal kemarin Gala udah janji buat gak marah-marah lagi!"
Gala mengacak rambutnya dengan Frustasi.
"arrgghhh! Gue gak perduli! Pokoknya lo gak boleh deket-deket sama dia atau cowok lain! Gak boleh!"
"Iya!" Jawaban Riri sedikit ngegas.
"Lo itu bocil! Gak usah banyak ulah!" Toyor
__ADS_1
Gala hingga Riri hampir terhuyung ke belakang.
Karena kesal dengan perlakuan Gala, Riri sedikit
melompat lalu membalas menonyor kepala Gala. "Iya Riri bocil! Gala kakek-kakek peyot!"
"Berani lo sama gue?" Melotot Gala melihat Riri
yang berani menonyor ya.
"Berani!" Riri berkacak pinggang dengan wajah imut
tapi sok galak. "Lagian kata bang Dewa kalok Gala noyor kepala Riri! Riri juga harus bales! Riri gak boleh diem aja!"
Gala tidak menanggapinya. "Kenapa tadi Lo gak ikut Nenda sama Choline ke kantin?!" Tanya Gala tegas.
"Gara-gara cowok tadi?!" Tuduhnya.
Riri menghentak-hentakkan kakinya ke lantai.
"Engak lah! Riri itu lagi sebel sama Gala! Makanya gak ikut Choline sama Nen Nen ke kantin!"
"Gue salah apa sama lo?!" Gala mengusap wajahnya kasar.
Menghela Napas, Riri menjawab pelan. "Gala marahin Riri di mobil gara-gara Riri nyanyiin lagu kesukaan Riri!"
Riri membuang muka tidak mau menatap Gala.
"Gala jahat tau gak?"
"Ya Tuhan, Gala menjambak rambutnya sendiri.
"Lo mau nyanyi lagu itu? ya udah! Ya udah! Nyanyi sekarang! terserah loh!"
"Riri bersorak senang. "Jadi Riri boleh nyanyi lagu itu?"
"Serah lo! Nyanyi Sampek bibir lo nduer juga serah lo!
"Yeay!!!"
Sepertinya Gala menyesali ucapannya barusan.
Gara-gara ucapan Gala itu, Sekarang Riri bernyanyi di sepanjang koridor yang mereka lewati sambil mengoyang-goyangkan lengan Gala semangat.
Riri menghentikan nyanyiannya begitu melihat Gala
berjalan terlebih dahulu. Cowok itu meninggalkan Riri dibelakang sambil menutup kedua telinganya.
"****! ****! ****! Umpat Gala menahan kesal.
Telinganya terasa panas, mendengar nyanyian Riri yang tidak jelas.
******
Kasihan Sepertinya GALA Tertekan 🥲😧😧😞😟
Dicerita ini gak ada Pelakor, Ginama kalok Rafa jadi p
Pebinor aja???😊
Lanjut Gak Nih?
Pesan buat Gala?
Pesan buat Riri?
Buat Rafa mungkin?
Atau buat siapa aja boleh, buat Author juga boleh!
Mau up kapan? spam disini!!!! semakin banyak yang komen dan vote semakin cepat juga up nya.
Jangan ketinggalan spam nya pakai emoji💖 yang banyak ya:
SEE YOU❤️❤️
******
.
.
.
__ADS_1