CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
82.


__ADS_3

"Selamat Pagi bestie, semoga harimu selalu bahagia terus"


Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepat memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.


Selamat membaca!


.


....


"Kecuali gue."


Gala menatap Riri yang masih terdiam. "Ri?"


"Kenapa?"


"Sayang?"


"Iya?" jawab Riri sedikit kesal.


"Kalo lo maafin gue, nanti lo dibilang bodoh sama orang-orang karena masih mau sama cowok kasar kaya gue."


Riri tersenyum tipis. "Orang-orang gak ikut ngerasain. Riri yang ngerasain. Jadi, kenapa Riri harus ikutin kata mereka?"


Senyum Gala merekah. Jawaban Riri barusan terdengar begitu dewasa. Gala sampai malu mendengarnya.


"Emangnya Gala mau, Riri gak maafin Gala?"


Gala menggeleng cepat. Cowok itu langsung menyembunyikan kepalanya di ceruk leher Riri. "Gak mau! Gak mau! Gak mau!"


Riri terkekeh lucu. Tangan mungilnya bergerak mengusap-usap kepala Gala. "Tapi Gala keliatan gak suka kalo Riri mau maafin Gala."


"Aaaaaa gak gitu, Ri! Gak gitu!"


Gala semakin mengeratkan dan menduselkan kepalanya di ceruk leher Riri hingga membuat Riri merasa sedikit geli.


"Tapi kan--"


"AAAAAA GAK GITU SAYANG! POKONYA GAK GITU!" sela Gala cepat. Gala mengerucutkan bibirnya. "Gak usah dibahas lagi!" peringat nya tak suka.


"Tap-"


"GAK GITU, RI! AAAARRRGHHH DIEM ATAU GUE MAKAN


LO?!" Riri mengatupkan bibirnya rapat-rapat mendengar ancaman Gala yang sepertinya tidak main-main.


Setelah mereka hanya saling diam untuk beberapa menit ke depan, Riri akhirnya kembali berujar. "Baru juga minta maaf. Gala udah kasar lagi. Teriak-teriak lagi."


Gala menatap Riri kesal. Saking kesalnya mata cowok


itu sampai terlihat berkaca-kaca. "Gak gitu Ri, gue itu


cuma--arrrghh gue bingung jelasinnya hiks!"


Mata Riri melebar. Kaget melihat Gala sekarang menangis dalam pelukannya.


"Kok nangis?" tanya Riri tanpa rasa bersalah.


Gala mengusap pipinya kasar. "Lo ngeselin! Nanya-nanya mulu! Kan gue gak bisa jelasin! Nanti kalo gue kepancing emosi lagi, gue marah-marah dan kasarin lo lagi, kita berantem lagi! Nanti lo gak mau ketemu gue lagi dan ninggalin gue hiks!"

__ADS_1


"Jadi, gak usah nanya-nanya hal yang gak bisa gue jelasin, Ri!


Aaaarrrggghhh!"


Gala menjambak-jambak rambutnya sendiri. Hingga membuat Riri kewalahan untuk menghentikan hal tersebut.


"Iya, iya! Riri gak nanya lagi. Gala jangan kaya gini. Nanti kepalanya sakit."


Riri mengusap genangan air mata di sudut mata Gala seraya merapikan rambut Gala yang berantakan.


Menurut. Cowok itu menghentikan aksinya. Lalu menatap Riri begitu lekat.


Alis Riri terangkat sebelah. Gadis itu curiga. "Kenapa?"


"Cium," rengek Gala. "Cium gue ya?" mohon nya.


Riri menolak. "Gak mau, masa penculik minta cium. Gala penculik kan?" goda Riri.


Gala kembali merengek. "Gue culik lo emang niatnya buat minta cium. Biar gue gak marah-marah lagi. Makanya sekarang ayo cium!"


"Modus deh."


"Nanti gue beliin es krim," janji Gala. "Cium ya?" pintanya. dengan puppy eyes.


Riri tetap menolak. "Gak mau!"


"Aaaaa ayoo, Ri. Kepala gue sakit nih. Kalo dicum lo, nanti sembuh. Kalo enggak, nanti makin parah sakitnya," balas Gala mencari alasan. Meskipun alasannya sangat tidak masuk akal.


"Lo mau gue amnesia?"


"Riri laper. Mau sarapan."


"Kasih sarapan buat gue dulu!" cegah Gala melihat Riri hendak berdiri dan meninggalkan dirinya begitu saja.


"Sarapannya di lu--Gala mau ngapain?!" panik Riri karena dengan gerakan secepat kilat, Gala berhasil menghimpit dirinya hingga punggung gadis itu membentur kepala ranjang.


Jari jempol Gala bergerak pelan di atas bibir Riri yang mengatup rapat. "Mau ini," bisik Gala serak.


"Riri gak


"Ssstttt, bentar doang sayang"


.....


BUGH


BUGH


BUGH


"Dewa udah!"


Vina mendekati Dewa, wanita itu membawa anaknya mundur beberapa langkah dari Gala yang kini sudah limbung di lantai.


"Cukup Dewa, Gala udah babak belur kaya gitu!" sahut Eza yang sejak tadi sibuk memeluk dan memenangkan Riri.


Napas Dewa memburu naik turun. Ia melemparkan tatapan permusuhan ke arah Gala. Dewa sama sekali tidak kasihan


melihat Gala kesakitan karena pukulannya.

__ADS_1


"Udah, Wa." Kali ini Danis juga ikut menasehati Dewa. Karena kalau tidak, bisa-bisa luka di wajah Gala akan semakin parah.


"GAK USAH, RI!" teriak Dewa mendapati Riri berniat membantu Gala berdiri.


"Bang Dewa jangan pukul Gala lagi!" Riri kembali menangis. Ia tidak tega melihat Gala babak belur karena dihajar habis-habisan oleh abangnya.


"Dia kurang ajar sama lo, Dia kasarin lo. Dia juga udah bawa lo pergi tanpa izin!"


"Tapi sekarang Riri masih baik-baik aja! Gala udah


pulangin Riri, kenapa Bang Dewa pukulin Gala terus?!"


"Biar dia kapok!"


"Kita pulang," ajak Agam setelah membantu Gala berdiri. Namun bukannya menurut, Gala justru menyingkirkan tangan Agam dari pundaknya.


"Gue bisa pulang sendi--ssshh!" desis Gala kesakitan. Tubuhnya terasa remuk karena pukulan Dewa tidak main-main.


Jika ditanya kenapa Gala tidak membalas pukulan Dewa atau setidaknya melakukan pertahanan diri, jawabannya, jelas karena Gala merasa bersalah. Maka dari itu, Gala membiarkan Dewa meluapkan emosinya tanpa melawan sedikitpun.


"Hem, lo udah nyusahin, masih aja ngeyel!" kesal Agam. "Ayo pulang! Bokap sama nyokap gue udah nunggu di apart lo!"


Gala menatap Riri yang masih menangis dalam pelukan papanya sekilas lalu kembali menatap Agam datar. "Kalo gue nyusahin. Gak usah ngurus hidup gue. Gue gak minta lo ngurus gue!"


Melihat Gala pergi begitu saja, Agam menggeleng tidak habis pikir. Agam menatap semua orang bergantian, lalu menyampaikan permintaan maafnya. "Om, Tante, Riri, Dewa, Danis, saya sebagai keluarga Gala, ingin minta maaf yang sebesar-besarnya atas kekacauan yang Gala perbuat."


"Gampang banget minta maaf. Ajarin tuh adik sepupu


lo sopan santun! Biar gak seenaknya sama anak orang!"


"Dewa," peringat Eza. Eza memang kecewa dengan Gala. Namun pria itu harus bisa bersikap bijak. Satu kesalahan Gala tidak boleh membuatnya lupa dengan seribu kebaikan yang pernah Gala lakukan pada Riri dan keluarganya.


......


.


*Bersambung*


.


Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian


depresot apa enggak ya?


Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo🥲🤣😂🥰🥰❤️💖💯


Pesan buat Gala Arsenio Abraham?


Pesan buat Riri (Serina Kalia)?


Pesan buat Dewa?


Pesan buat Vina(mama Riri)?


Pesan buat siapa aja?


Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cpt juga up nya.


Spam datang pake emoji*** :

__ADS_1


__ADS_2