CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
62. Sulap Riri


__ADS_3

Sementara itu, Arjun yang sedang fokus menyetir, menggelengkan kepala heran. Kenapa Digo dan Riri justru tampak seperti teman lama yang dipertemukan kembali?


Riri mengangguk semangat. "Iya dong! Kamu juga?"


"Iya lah, seru banget, gila. Eh lo SD mana?


Jangan-jangan dulu kita satu SD?"


"Riri di SD Cerah Ceria."


"Sumpah, kita satu SD beneran anjir!" Ucap Digo tak percaya. Ternyata ia dan Riri waktu SD satu sekolah. "Lo kelas apa dulu?"


"Eh iya, nama gue Digo. Tadi gue boong waktu bilang ke lo kalo gue kelas sebelas. Gue bukan anak Drax dan gue udah kelas dua belas. Kita juga beda SMA, gue bukan anak SMA Cakrawala," jelas Digo agar Riri tidak bingung.


Riri mencoba mengingat-ingat sambil mengetukkan jari-jemarinya di atas dagu. "Dari kelas satu sampe kelas enam, Riri di kelas C terus. Digo di kelas apa?"


"Gila sih, kelas kita sebelahan juga. Gue di kelas B."


Berbeda dengan Riri dan Digo yang tampak asyik


mengenang masa-masa SD mereka dulu, Virgo justru


terlihat malas menyaksikan ke-antusias-an mereka berdua.


"Hem, kayanya gue salah culik orang," dumel Virgo penuh penyesalan. "Kenapa mereka malah jadi asyik reunian kaya gini?". "Ini penculikan atau apa sih?" Heran Virgo tidak habis pikir.


"Sumpah study tour ke Taman Safari waktu SD tuh seru banget gak sih, RIRI? Soalnya kita juga udah agak gede, jadi pas dijelasin segala macem, tentang hewan ini, hewan itu, sama petugasnya, kita udah bisa nangkep."


Digo melirik ke arah Virgo sebentar lalu berbisik pelan pada Riri. "Virgo tuh study tour ke Taman Safari waktu masih TK, makanya dia gak paham apa-apa waktu lo tanya tentang ibu dan anak monyet tadi. Ngang-ngong doang."


"Gue denger!"


Digo nyengir sambil menyatukan dua tangannya di depan dada saat Virgo memelototi dirinya. "Maaf, Bos. Hehe."


"Jun, lo nyetir lemot banget sih?! Kapan nyampenya?!"


Protes Virgo. Ia sudah lelah. mendengar ocehan dari Riri


dan Digo. Virgo ingin cepat-cepat sampai di markas mereka. Tempat mereka akan mengurung Riri.


Arjun menjawab. "Sabar, Bos. Jalanan agak macet. Jadi


"Digo, waktu SD Riri pernah tampil di acara pentas seni. Riri jadi pesulap. Digo ingat gak?"


Digo tampak berpikir sebentar. Entah dirinya yang tidak


ingat atau Riri yang hanya mengada-ada. "Lupa gue. Emang


lo beneran tampil jadi pesulap?"


"Iya dong. Nenek moyang Riri keturunan penyihir,


jadi Riri bisa sulap dikit-dikit."

__ADS_1


"BENERAN?!" Dengan bodohnya Digo benar-benar percaya


apa yang Riri katakan. "Gue suka banget sama film tentang penyihir gitu, Riri, sampai pengen punya keluarga keturunan penyihir."


Virgo memutar bola matanya malas. "Bocah prik.


Mana ada penyihir. Adanya juga dukun."


Virgo menggeleng tidak habis pikir dengan obrolan Digo dan Riri yang terdengar bodoh karena tidak masuk akal. Cowok itu mengeluarkan earphone dari saku jaket untuk menutupi kedua telinganya. Virgo sudah terlalu muak untuk mendengar obrolan mereka berdua.


"Ngomong-ngomong, lo bisa sulap yang kaya gimana?"


Tanya Digo dengan mata berbinar-binar.


"Banyak sih, salah satunya Riri bisa masuk ke dalam mobil tanpa pintu mobilnya dibuka."


"Hah? Gimana caranya?"


"Ada deh, mau Riri buktiin gak?


Digo melirik ke arah Virgo yang masih terlihat asyik mendengarkan musik dari ponselnya dengan earphone. Bahkan sesekali cowok itu akan memejamkan mata seperti orang mengantuk.


"Buktiin gimana?" Tanya Digo yang masih belum paham maksud Riri.


Riri tersenyum penuh arti mendengar pertanyaan dari Digo. Gadis itu mengisyaratkan agar Digo mendekat. Setelah Digo menuruti permintaannya, Riri mulai membisikkan sesuatu pada Digo.


"Suruh temen Digo buat berhentiin mobil. Abis itu Riri bakal keluar. Kalo Riri udah keluar, suruh temen. Digo mundurin mobil sejauh sepuluh meter. Nah nanti Riri tetep berdiri di tempat semula. Kalo mobil udah mundur sejauh sepuluh meter, baru mobilnya suruh maju buat samperin Riri. Gak usah bukain pintu nanti tiba-tiba Riri langsung bisa masuk ke dalam mobil."


Riri mengangguk mantap. "Kalo gak liat sendiri,


Digo gak bakal percaya. Jadi Riri mau langsung buktiin aja."


"Jun," panggil Digo pada Arjun yang sejak tadi fokus menyetir. Arjun memang sama sekali tidak mau mendengarkan percakapan Digo dan Riri yang menurutnya tidak penting. "Berhenti bentar."


"Ngapain?" Bingung Arjun.


"Bentar doang, Jun. Jangan banyak nanya."


"Berhenti di mana?"


"Di depan sana aja ya, agak sepi. Di sini banyak yang lewat."


Setelah sampai di jalan yang Digo maksud, Arjun benar-benar menghentikan mobilnya, karena ia pikir, Digo menyuruhnya berhenti karena cowok itu ingin buang air kecil di pinggir jalan yang lumayan sepi.


"Loh-loh, kok dia keluar?" Tanya Arjun kaget melihat Riri langsung keluar begitu saja saat Arjun menghentikan mobil.


Digo melirik Virgo yang terlelap. "Sssttt, gak papa, dia mau sulap."


"Sulap?!" Arjun berdecak kesal. Tidak mengerti jalan pikir


Digo yang aneh. "Lo gila, Go? Lo bisa dihajar abis-abisan


sama Virgo kalo sampe tuh cewek kabur."

__ADS_1


"Gak bakal. Tuh, liat aja. Dia masih berdiri di situ, kan?"


Arjun menatap ke luar. Benar, Riri memang tidak kabur.


Gadis itu masih berdiri di pinggir jalan, tepat di samping


mobil mereka berhenti.


"Sekarang mundurin mobil sekitar sepuluh meter dari sini, Jun."


"M-mundurin?" Arjun semakin bingung. "Buat apa anjin-?!


Gila lo!"


"Cepetan! Keburu Virgo kebangun bego."


"Hem! Awas aja lo, kalo sampe ini jadi masalah!"


"Gue yang nanggung."


Mau tak mau Arjun menuruti permintaan Digo untuk memundurkan mobil. Saking fokusnya mereka memundurkan mobil di jalanan yang sepi ini, mereka sampai tidak mengetahui jika pelan-pelan Riri juga berusaha menjauh.


"Jun! Jun!" Digo menepuk-nepuk pundak Arjun. "Jun!"


"Paan?"


"Liat deh, Riri ilang anjir. Dia beneran bisa sulap, ya?"


Arjun ikut memerhatikan ke tempat Riri berdiri tadi. Sial.


Gadis itu benar-benar tidak ada. "Bego! Dia kabur bukan ilang!" Ucap Arjun emosi.


"Sabar dulu, Jun. Lo jangan suudzon. Siapa tau dia


emang bisa sulap. Bisa ngilang gitu."


Arjun mengusap wajahnya kasar. "Dia itu kabur, Go, kabur! Sulap pala lo gepeng!"


"Mana dia?"


Serentak Digo dan Arjun menoleh ke belakang.


Virgo, ya cowok itu terbangun dengan wajah bingung melihat Riri tidak ada di sampingnya.


"MANA DIA?!" Bentak Virgo.


"Kabur, Bos. Nih gara-gara Digo. Bego banget."


"Kok lo nyalahin gu-"


"Hem! Kejar bego malah diem doang!" Marah Virgo


membuat Arjun buru-buru menancap gas untuk mengejar Riri.

__ADS_1


__ADS_2