CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
83.


__ADS_3

Selamat siang bestie, semoga harimu siang terus


Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepat memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.


Selamat membaca!


....


"Agam, sebaiknya kamu susul Gala. Jangan sampai dia merasa terpojokkan lalu melakukan hal yang justru akan membahayakan dirinya sendiri. Gala memang salah, namun kita yang umurnya jauh di atas dia, akan lebih salah lagi, jika tidak bisa menasehati Gala dengan cara yang tepat."


Eza menghela napas pelan. "Dan, saya minta maaf,


atas perbuatan anak saya, Dewa," sambungnya.


"Papa kenapa minta maaf?! Yang salah itu Gala, bukan--" Dewa menghentikan ucapannya, kala Vina memberinya peringatan agar kembali diam.


"Terima kasih banyak, Om, Tante. Sekali lagi saya minta maaf. Kalau begitu saya permisi dulu."


Selepas kepergian Agam dari rumah mereka, Riri menangis semakin kencang. "Huaaaa!!! Bang Dewa harusnya gak boleh pukul Gala! Kalo Gala mati Riri jadi janda!"


"Husss! Gak boleh ngomong kaya gitu," tenang Eza.


"Ayo Papa antar kamu ke kamar, ya? Istirahat."


"Gak mau!" geleng Riri. "Riri kesel sama Bang Dewa! Gala emang salah, tapi gak seharusnya Bang Dewa pukul Gala sampai kaya gitu!"


Vina mendekat pada gadis itu. "Sssttt, jangan nangis lagi ya. Mama tau Bang Dewa salah karena udah mukulin Gala. Tapi niat Bang Dewa itu baik. Bang Dewa gak mau kamu kenapa -kenapa, sayang."


"Iya, sayang. Niat Bang Dewa itu baik, cuma caranya aja yang salah," tambah Eza menjelaskan.


Danis ikut mendekat ke Riri setelah menatap Dewa sebentar.


"Nanti gue beliin permen, es krim, susu, coklat, pokoknya


apapun yang lo mau. Sekarang ayo istirahat ke kamar," ajak


Danis mengandeng tangan Riri.


Riri menurut, gadis itu hanya diam saja saat Danis merangkul dan menuntunnya berjalan menaiki anak tangga. "Gak boleh nangis terus. Nanti gak jadi gue beliin."


Bibir Riri mengerucut. "Tapi Riri masih kesel sama Bang Dewa! Gimana kalo Gala beneran mati?! Nanti Riri jadi janda hiks!"


"Ri, Gala itu gak bakalan sampe mat--"

__ADS_1


"KALO GALA MATI, NIKAH AJA SAMA JOKO! SUSAH AMAT!" teriak Dewa dari bawah. Samar-samar tadi Dewa memang mendengar ucapan Riri..


"BANG DEWA AJA NIKAH SAMA KOLOR IJO SANA!" balas Riri.


Eza dan Vina menggeleng heran. Dua anaknya itu memang susah akur. Tidak Riri, tidak Dewa, dua-duanya sama-sama keras kepala. Tidak ada yang mau mengalah jika sudah terlibat dalam perdebatan.


....


"Lo ngapain ngikutin gue?!" Gala menatap Agam kesal. Sejak dirinya keluar dari rumah Riri, ternyata Agam sengaja membuntuti mobilnya. Hingga kini mereka berhenti di salah satu minimarket pinggir jalan.


"Pulang," kata Agam singkat.


"Gue gak mau pulang sekarang," tolak Gala terang-terangan. "Gue mau beli es krim terus ke Riri lagi."


"Hem! Lo keras kepala banget! Lo gak tau kan? Waktu lo bawa Riri pergi, orang tua Riri sampe nyari kalian kemana-mana. Saking khawatirnya, mereka sampe dateng ke kantor bokap lo pagi-pagi buat ketemu gue dan minta ketemu sama bokap nyokap gue, karena sekarang, lo adalah tanggung jawab gue dan orang tua gue!"


"Gue udah gede! Bisa tanggung jawab sendiri!"


Agam terkekeh. "Udah gede?" tanya Agam remeh. "Udah gede tapi kelakuan lo buat menghadapi masalah masih kaya bocah!"


Tangan Gala mengepal kuat. la ingin menghajar Agam,


tapi niatnya itu ia urungkan, karena sadar hal itu hanya akan


"Pulang!"


"Nanti."


Agam menghela napas pelan. Ia mencoba lebih sabar menghadapi Gala yang begitu keras kepala. "Luka lo harus diobatin, Gal. Kalo lo gak mau pulang buat nurut sama gue, seenggaknya lo pulang demi diri lo sendiri."


Gala menatap Agam datar. "Lo gak denger? Gue bilang nanti! Gue mau ke Riri dulu!"


"Lo bisa dihajar Dewa lagi kalo sampe nekat ke Riri sekarang!"


"Gue gak peduli! Pokonya gue mau ketemu Riri dulu!"


"Keras kepala," heran Agam melihat Gala meninggalkan dirinya dan masuk ke dalam minimarket.


Sementara itu, Gala tidak memedulikan orang-orang di dalam minimarket yang kini menatapnya dengan tatapan aneh. Bagaimana tidak, Gala masuk ke dalam minimarket dengan santai dan membiarkan luka-luka di wajahnya mengeluarkan darah juga menampakkan bekas merah keunguan. Gala sama sekali tidak peduli dengan hal itu, yang ia tahu, malam ini ia harus menepati janjinya untuk membelikan Riri es krim.


Gala menoleh saat merasa ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang.


"Nak Gala?"

__ADS_1


Riri mengusap air mata di pipinya yang belum berhenti mengalir. Sejak kepulangan Gala dari rumahnya tadi, Riri terus kepikiran dan khawatir mengenai keadaan cowok itu. Wajahnya babak belur. Sudah dipastikan, kini Gala memang sedang tidak baik-baik saja. Kekhawatiran Riri juga bertambah karena hingga detik ini ponsel Gala tidak kunjung aktif.


Riri bangkit dari tidurnya. Ia berjalan ke arah jendela yang menghadap ke balkon kamar. Riri berdiri dan menatap langit yang gelap. Ia sama sekali tidak merasakan kantuk meski hari sudah larut malam. Sedari tadi, pikirannya hanya tertuju pada Gala, Gala dan Gala.


"Riri salah ya kalo maafin Gala terus?" gumamnya dengan mata bulat yang sibuk memerhatikan bintang-bintang berhamburan di langit. "Riri bodoh ya kalo ujung-ujungnya selalu nerima Gala kembali?"


Gadis itu menghela napas panjang. Merasa bingung dan bimbang dengan keadaan yang ia hadapi sekarang. "Tapi sebelum Riri punya keluarga kaya sekarang, cuma Gala sama Bunda yang selalu nemenin Riri dalam keadaan apapun. Bahkan waktu itu, setelah Bunda pergi, juga cuma Gala yang Riri punya."


"Gala yang nemenin Riri, Gala yang selalu ada buat Riri, Gala yang urus Riri, Gala yang ngelindungin Riri, Gala juga yang nenangin dan nguatin Riri kalo Riri lagi kangen sama Bunda."


"Gala emang suka marahin Riri, suka bentak-bentak Riri, suka kasarin Riri. Tapi itu cuma sekian persen dari berjuta-juta persen kebaikan Gala ke Riri."


...


.


****Bersambung****


.


Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian


depresot apa enggak ya?


Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo🤣❤️😁🥰💯💖


Pesan buat Gala Arsenio Abraham?


Pesan buat Riri(Serina Kalina)?


Pesan buat Agam (sepupu Gala)?


Pesan buat Om Eza(papa Riri)?


Pesan buat Dewa (Abang Riri)?


Pesan buat Via (mama Riri)?


Pesan buat Danis (Abang Riri)?


Pesan buat siapa aja?


Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.

__ADS_1


Spam datang pake emoji💖 :


__ADS_2