CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
112.Harus Nikah Sama Gue


__ADS_3

Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepat memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.


.


Selamat membaca!


.


....


Biarpun otak Riri polos dan lemot, namun untuk urusan yang satu ini Riri cukup paham. "Gak mau. Gigit aja sendiri."


"Maunya digigit sama lo aja. Lebih enak dan lebih nag--RI SAKIT ANJIR!"


Gala mengusap-usap dadanya yang dicubit oleh Riri. "Cewek


emang gitu, ntar dicubit balik nangis!"


"Dih, sok ngambek lo Sri. Gue belom maafin lo kalo lo lupa."


Riri menggembungkan kedua pipinya. "Tapi Riri udah minta


maaf berkali-kali!"


"Tapi gue belom maafin lo!"


"Terus Riri harus apa biar Gala mau maafin Riri?" tanya Riri sedikit kesal.


"Harus nikah sama gue."


"Ish! Riri serius!"


Satu alis Gala terangkat. "Gue juga serius. Kalo gak serius gue gak bakal ngajakin lo nikah."


"Galaaaa!"


Gala terkekeh. "Sini peluk gue yang kenceng. Ntar gue maafin lo."


Senyum Gala merekah karena tanpa bantahan, Riri segera menghamburkan diri ke dalam pelukannya.


"Tapi boong," ucap Gala seolah melanjutkan kalimatnya yang


tadi.


"Gal--"


"Gak, sayang. Diem dulu coba, biar enak pelukannya," sela Gala saat Riri berniat melepaskan pelukan mereka setelah mendengar kata-kata menyebalkan Gala barusan.


"Gala nyebelin!"


Gala menahan tangan Riri yang memukul lengannya. "Lo juga bandel. Keras kepala. Dibilang bocil itu gak boleh bohong. Tapi lo malah bohongin gue."


"Namanya kepala pasti keras. Kalo lembek ya permen yupi kata Bang Dewa," bantah Riri.


"Ck! Jangan bahas Abang lo yang mirip tuyul itu. Ini suasananya lagi romantis. Kalo lo bahas dia nanti suasananya jadi mistis."


"Iya-iya," pasrah Riri sambil menggerakkan kepalanya di dada bidang Gala untuk mencari kenyamanan.


Gala, sejak beberapa detik yang lalu cowok itu sudah memejamkan kedua matanya untuk menikmati pelukan mereka sambil menghirup aroma wangi stroberi dari rambut Riri.


Jujur, sebenarnya tadi Gala hampir saja kehilangan kendali dan kembali meluapkan emosinya pada Riri seperti dulu. Namun untungnya Gala teringat dengan ucapan Agam beberapa waktu yang lalu. Bahwa dirinya harus belajar menjadi laki-laki yang lebih dewasa saat marah. Yang bisa mengontrol emosi dalam keadaan sepelik apapun. Kata Agam, lebih baik marah dengan mendiamkan sejenak daripada marah dengan bersuara kata-kata yang tidak pantas dan berujung menyakiti hati dan perasaan orang lain.

__ADS_1


Sekarang, Gala berjanji akan bersungguh-sungguh membuktikan pada Agam kalau dirinya bisa berubah menjadi lebih dewasa. Agar nantinya Agam mau membantunya untuk cepat-cepat menikahkan dirinya dengan Riri sesuai dengan janji yang Agam tawarkan dulu.


Lagipula, Gala sadar, saat ini dirinya bukan anak SMA lagi, melainkan sudah menjadi seorang mahasiswa yang artinya secara umur pun ia sudah cukup dewasa.


Ya, Gala bertekad bahwa dirinya harus bisa berubah menjadi lebih dewasa. Baik dari segi umur maupun dari segi sikap.


"AAAAA KOK LO LEPAS PELUKAN KITA SIH?!" protes Gala tidak terima. "KAN GUE MAUNYA DIPELUK BANYAK-BANYAK CIL! AAARRGGHH AYO PELUK LAGI!!!"


"Gak ma--"


"NANTI GUE PINGSAN KALO GAK DIPELUK! AYO PELUK.


AAAAA!!!"


Riri kembali memeluk Gala dan cowok itu langsung meletakkan kepalanya di ceruk leher Riri.


"Nih udah!" ucap Riri sambil mengusap kepala Gala.


"I love you," gumam Gala pelan sambil menggosokkan


hidungnya di leher Riri.


"I love you," ulang Gala lebih keras karena Riri belum merespon.


"I love you!" Kali ini suara Gala lebih keras lagi sembari


menyundul kepala Riri menggunakan kepalanya.


"Cih!" Gala mengangkat kepalanya. Menatap Riri penuh protes. "I LOVE YOU!" teriaknya tepat di telinga Riri.


Riri tertawa. Sejak tadi ia memang sengaja tidak menjawab karena asyik melamun. "I love myself too!"


"Oke, Riri tur--"


"AAARRRRGGHHH KENAPA LO GAK PEKA SIH?!" marah Gala menatap Riri dengan wajah cemberut. "Lo gak tau kan nih muka gue bonyok bukan karena alergi! Tadi gue boong! Ini kena pukul panitia ospek gara-gara lo!"


"Kok gara-gara Riri?"


"Pokoknya gara-gara lo! Makanya peluk kek yang lama atau ci--"


Cup


Riri memberi satu kecupan ringan tepat di sudut bibir Gala yang terluka.


"Udah ya, Riri mau turun. Nanti dimarahin Papa kalo kita kelamaan berduaan di mobil kaya gini. Dikira kita lagi ngapa-ngapain."


Gala menyahut sambil menatap ke arah lain karena salting setelah sudut bibirnya dikecup oleh Riri. "Yakan emang ngapa-ngapain."


"Ish!" Riri mendekatkan dirinya ke Gala lalu kembali membuat Gala kaget karena gadis itu kembali memberinya kecupan ringan. Namun kali ini bukan di sudut bibir melainkan di pipi kiri.


"I love you too!" ucap Riri kemudian turun dari mobil.


Gala yang masih salting dengan perlakuan Riri masih bergeming di tempat sambil senyum-senyum sendiri dan memegangi pipinya yang memanas.


"Gila gue," gumamnya memegang dadanya yang berdebar


kian kencang.


Sedetik kemudian wajah Gala berubah datar. "AAAARRHGHH ANJIN* SI RAFA!"


Brak!

__ADS_1


Gala memukul kemudi. Senyum miring ia tampakkan begitu jelas. "Gue harus kasih dia pelajaran."


"Bang Danis lagi telfon sama siapa?" tanya Riri curiga


melihat Danis telfon di teras rumah dengan suara berbisik-bisik. "Oh--em---gak ada, ini temen gue nanya tugas kuliah," jawab Danis buru-buru mengantongi ponselnya sambil menggaruk.


tengkuk. "Kok lo udah pulang?"


"Karena ospeknya udah selesai."


Danis mengangguk. "Hari ini hari terakhir ospek?"


"Iya hari ini ter--BANG DEWA JOKO MAU DIAPAIN?!" teriak Riri sambil berkacak pinggang.


Dari ambang pintu, Riri bisa melihat Dewa tengah mengangkat akuarium ikan kesayangannya. Entah apa tujuan Dewa, yang jelas Riri curiga Dewa akan berbuat sesuatu yang buruk pada Joko.


Riri tidak bisa diam saja. Ia harus segera bertindak cepat jika hal itu menyangkut soal Joko. Ini demi hidup Joko.


"Bang Dewa mau apain Joko?!"


Dewa yang cukup terkejut melihat kedatangan Riri secara tiba-tiba, segera meletakkan akuarium Joko ke tempat semula. Cowok itu berdehem sebentar sebelum menjelaskan pada Riri apa tujuannya. Kalau tidak, bisa-bisa adiknya itu akan memusuhinya hingga berhari-hari hanya karena salah paham.


....


.


Bersambung


.


.


Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian


depresot apa enggak?


Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo❤️🤣💖😁💯🥰💯


Pesan buat Gala Arsenio Abraham?


Pesan buat Riri?


Pesan buat Ilham?


Pesan buat Akbar?


Pesan buat Alan?


Pesan buat Dewa?


Pesan buat Danis?


Pesan buat Amora?


Pesan buat Nenda?


Pesan buat Choline?


Pesan buat siapa aja?


Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.

__ADS_1


__ADS_2