
Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepat memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.
.
Selamat membaca!
.
....
"Kenapa?" tanya Riri menyadari kini Gala terus menatapnya tanpa berkedip.
"Gemesin, dari tadi pipi lo gerak-gerak terus, pengen gue gigit," kekeh Gala. "Rawrrrr!"
"Ih jangan digigit!"
Gala tertawa renyah. Ketika akan menggigit pipi Riri lagi, tiba-tiba seseorang meneriakinya dari belakang.
"Kak Gala!"
Gala mengurungkan niatnya lalu memutar tubuhnya dan mengumpat pelan saat tahu siapa yang memanggilnya.
"Bangsat! Dia ngapain ke sini anjin*?!"
Gala cepat-cepat membuka kaos dan kemeja kotak-kotaknya karena tidak mau melihat Riri semakin marah padanya.
"Udah," ucap Gala berbalik badan. Cowok dalam keadaan shirtless itu mengarahkan tatapannya pada gadis yang duduk di ujung sofa kamarnya dengan raut wajah cemberut.
"Jangan ngambek lagi," tambahnya lantas berjalan ke lemari
untuk mengambil baju ganti.
"Hem, dibilang jangan ngambek lagi. Masih aja cemberut! Dasar bocil! Gue makan abis lo!"
Gala melemparkan kaos dan kemejanya ke sembarang arah. Tangannya bergerak membuka lemari, mengambil asal kaos berwarna hitam lalu duduk di sebelah Riri.
"Pakai ini boleh?"
Riri masih diam. Pura-pura sibuk dengan ponselnya. Padahal yang Riri lakukan sejak tadi hanya membuka tutup berbagai aplikasi yang ada di ponsel.
"Hem, gak dijawab," dengus Gala. "Ya udah, gue pakai baju yang tadi aj-"
"Jangan iisshh!" cegah Riri cepat. Terpaksa gadis itu mau menatap ke arah Gala karena tidak mau Gala memakai baju yang tadi.
__ADS_1
Satu alis Gala terangkat bingung. "Kenapa? Biasanya lo gak pernah marahin gue soal baju?"
Sebenarnya, Gala tahu alasan apa yang membuat Riri melarangnya memakai baju tadi. Namun Gala ingin mendengar hal tersebut langsung dari mulut Riri.
Riri menghela napas pelan. Ia memilih menjawab jujur setelah menimbang-nimbang keputusannya. "Kemarin kan Amora meluk Gala waktu Gala pakai baju itu, jadi--"
"Apa?" potong Gala tidak sabar.
"Jadi Riri gak mau Gala pakai baju itu lagi! Ada bekas Amora!" jawab Riri cepat karena malu. Secara tidak langsung. Riri baru saja mengakui kalau dirinya cemburu dengan Amora.
Benar, malam itu saat Amora menyusul Gala dan Riri ke taman dekat apartemen, Amora memang tiba-tiba memeluk Gala. Hal itu tentu saja membuat Gala dan Riri sangat shock. Karena baru kali ini ada perempuan selain Riri yang berani memeluk Gala se-agresif itu.
Untungnya malam itu Gala juga bisa bersikap tegas. Gala langsung menghubungi Dio. Meminta cowok itu segera menjemput dan menasehati Amora untuk tidak mengganggu hubungannya dengan Riri lagi.
Diam-diam Gala tersenyum bahagia mendengar jawaban Riri. Tepat sekali dugaannya. Riri memang sedang cemburu dengan Amora. "Kan kemarin bajunya udah dicuci, Cil. Jadi udah gak ada lagi bekasnya."
"Pokoknya Riri gak mau lihat Gala pakai baju itu!" kekeuh Riri tak mau mengalah.
"Kenapa? Lo cemburu, ya?" goda Gala. Gala tersenyum miring begitu ide untuk menjahili Riri muncul di otaknya. "Lo takut gue jatuh cinta sama Amora? Terus gue ninggalin lo, hem?"
"Iyakan sayang?" desak Gala.
"Enggak!" balas Riri cepat. Riri memalingkan wajahnya.
"Lagian dia yang meluk gue, bukan gue yang meluk dia, Cil," jelas Gala membela diri. Karena memang itu kenyatannya. Dirinya mana sudi memeluk gadis lain selain Riri.
Gala hendak mengusap puncak kepala Riri sebelum akhirnya tangannya ditepis kasar oleh Riri. Gala yang diperlakukan sedemikian rupa langsung melongo tidak percaya. Berani sekali bocilnya itu.
"Sama aja! Intinya tetep kena Amora!" bantah Riri. "Gala suka dipeluk Amora?!" tanya Riri dengan wajah galak.
Gala yang masih cengo melihat Riri bisa marah serius seperti
itu, menggeleng pelan. "E-enggak," jawabnya terbata.
Riri beranjak dari duduknya. Gadis dengan dress berwarna merah maroon itu lantas berdiri tepat di hadapan Gala sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Ekspresinya juga masih sama seperti tadi. Galak.
"Riri kesel sama Gala! Riri mau pulang aja! Riri mau isi berkas pendaftaran kuliah di rumah aja! Gak mau di sini!" ucap Riri sembari menghentakkan kakinya beberapa kali. "Gala isi aja sendiri!"
"Dia marah beneran?" monolog Gala sambil menggaruk tengkuknya yang sedikit gatal.
Gala masih diam di tempatnya dengan perasaan bingung dan tidak percaya. Ia hanya menatap langkah Riri yang perlahan semakin jauh. Lagi-lagi Gala menggaruk tengkuknya sebelum akhirnya ia sadar akan sesuatu.
"Bangsat! Kenapa gue jadi bego?!"
"EH BOCIL! MAIN PERGI AJA LO!" teriak Gala mengejar Riri.
__ADS_1
Tanpa basa-basi Gala mengangkat tubuh Riri. Membawa gadis itu secara paksa untuk kembali masuk ke dalam kamar dan mendudukkannya di atas meja belajar.
Riri, gadis itu tentu saja memberontak tindakan Gala. "Riri mau pulang! Lepasin!" "Diem lo! Enak aja main pulang-pulang!" marah Gala memegangi badan Riri agar tidak bisa turun dari atas meja.
"Gue udah susah-susah minta izin ke Abang lo yang kaya
tuyul kembar itu! Masa sekarang mau gue lepasin gitu aja?!"
Gala tersenyum miring. "Gak bakal gue lepasin semudah itu, Cil."
Riri memukuli dada bidang Gala yang tidak terbalut apa-apa.
"Tapi Riri sebel sama Gala! Riri mau pulang!"
"Terus gue harus gimana sekarang biar lo gak sebel lagi sama gue, hem?"
Gala berusaha melembut karena ia sadar dalam masalah ini dirinya memang salah. Meskipun tidak sepenuhnya salah, karena yang patut disalahkan oleh Riri sebenarnya adalah Amora, bukan Gala. Amora yang tidak tahu malu. Meski Gala sudah menunjukkan rasa tidak sukanya secara terang-terangan, gadis itu tetap saja berusaha mendekati Gala.
"Gue udah nurutin kemauan lo buat gak pakai baju tadi. Terus sekarang apa lagi, sayang?" tanya Gala bingung. Gala mendengus kasar. "Gue harus gimana lagi biar lo gak sebel dan biar lo percaya kalo gue gak bakal tertarik sama Amora sedikitpun?"
....
Bersambung
Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian
depresot apa enggak?
Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo❤️🤣💖😁💯🥰💯
Pesan buat Gala?
Pesan buat Riri?
Pesan buat
Pesan buat
Pesan buat
Pesan buat
Pesan buat siapa aja?
Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.
__ADS_1