CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
Tersinggung


__ADS_3

Ceklek


Riri buru-buru memasukkan ponselnya ke dalam tas saat melihat pintu kamar terbuka perlahan. Gadis itu menunduk, ia tahu siapa yang akan masuk ke dalam kamar. Sudah pasti itu adalah Gala.


"Buat lo."


Perlahan Riri memberanikan diri mengangkat kepala.


Ia melihat sebungkus es krim bergambar Spongebob terulur dari tangan Gala.


"Gak mau?" Gala duduk di samping Riri. Membuat


gadis yang matanya sembab itu spontan menggeser duduknya agak jauh dari Gala.


"Sorry kalo kata-kata gue tadi kelewatan atau bikin lo sakit hati." Ucap Gala. Gala ingin meraih tangan Riri tapi gagal karena dengan sigap Riri menjauhkan tangannya dari jangkauan Gala.


Gala mengacak puncak kepala Riri, lalu tersenyum tipis. "Jangan marah ya, gue minta maaf."


Riri menoleh pada Gala. Ia ingin mengucapkan


sesuatu namun tampak ragu. "Belajarnya diganti besok aja, boleh gak?" Tanya Riri setelah memberanikan diri.


Satu alis Gala terangkat heran. "Kenapa?"


Riri kembali menunduk sembari menautkan jari-jemari mungilnya. "Riri mau pulang aja. Hari ini Riri gak pengen belajar."


Gala tampak berpikir beberapa detik sebelum menjawab. Awalnya Gala ingin menolak permintaan Riri, namun karena mengingat perlakuannya tadi sangat kelewat batas, Gala memilih mengiyakan. "Ya udah gak papa besok aja belajarnya. Sekarang gue pesen makan dulu, abis itu baru gue anter lo pulang."


"Gak usah!" Cegah Riri melihat Gala beranjak dari duduknya. "Riri gak mau makan. Riri mau langsung pulang aja."


"Lo gak laper? Tadi di kantin lo cuma makan dikit. Jangan telat makan, nanti sakit."


Riri menggeleng sebagai jawaban. "Riri gak laper.


Kalo dipaksa makan nasi nanti perut Riri mual. Kalo mual nanti Riri bisa muntah terus ngerepotin Gala."


"Gue mau beliin lo makan sesuai keinginan lo. Lo bisa milih apa aja. Mau bakso, mie goreng, mie ayam, atau apapun itu lo bebas milih. Kali ini gue gak bakal maksa lo buat makan nasi."


"Riri lagi gak pengen makan apa-apa."


Gala mendengus. Ia kembali duduk di sebelah Riri.


"Ya udah, makan dulu nih es krimnya. Nanti keburu cair."


Melihat keterdiaman Riri, Gala berinisiatif membukakan kemasan es krimnya agar Riri tinggal makan saja. Tadi setelah marah-marah pada Riri, Gala langsung keluar dari apartemen tanpa tujuan. Tapi karena sadar apa yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan yang hanya akan memperkeruh keadaan, Gala buru-buru putar arah untuk kembali ke apartemen. Sebelum itu ia kepikiran untuk membeli es krim Spongebob kesukaan Riri.


"Aakkk...." Gala mengarahkan es krim ke hadapan Riri. Namun bukannya membuka mulut seperti instruksi dari Gala, Riri justru memalingkan wajahnya ke arah lain.

__ADS_1


"Gak mau? Ya udah gue makan sendiri."


Karena tidak mau memaksa dan menyadari kalau saat ini Riri sedang dalam mode ngambek, Gala memakan es krimnya sendiri. Setelah selesai dan mencuci tangan, Gala kembali duduk di sebelah Riri yang sejak tadi masih betah berdiam diri di tempat semula.


"Sini." Gala meminta Riri mendekat namun tak ada respon apapun dari gadis itu. Membuat Gala gemas sendiri lalu menarik paksa Riri ke dalam pelukannya.


"Bocil gak boleh ngambek," kekeh Gala mengacak-acak rambut Riri. "Kan gue udah minta maaf. Gak mau maafin gue, hem?"


Riri sama sekali tidak memberontak saat Gala memeluknya semakin erat. Ia membiarkan Gala melakukan apapun yang cowok itu mau tanpa membantah.


"Cil, ngomong dong," ucap Gala menatap Riti begitu lekat. "Marah banget ya?"


Riri menggeleng pelan. "Riri gak marah. Gala juga


gak perlu minta maaf. Gala gak salah."


"Tapi lo diemin gue dari tadi. Kaya gak anggep gue."


"Apa yang Gala bilang bener." Gala mengernyit tidak paham. Apa maksud Riri?


"Gue bilang apa?"


"Riri emang cewek bego yang cuma bisa ngrepotin Gala. Riri diem karena dari tadi mikir gimana caranya biar gak jadi cewek bego yang cuma bisa ngrepotin Gala."


Deg!


Gala mempererat pelukannya lalu mengecupi kedua mata Riri yang terlihat sedikit bengkak karena menangis. "Gak usah dipikirin lagi. Tadi gue asal ngomong. Itu semua gak bener. Lagian mau kaya apapun lo, gue tetep sayang dan gak mau kehilangan lo."


Gala menghembuskan napas beratnya. "Lo tau sendiri kan? Dari dulu gue kalo marah emang suka asal ngomong. Jadi lo gak perlu masukin omongan gue ke dalem hati."


Riri memejamkan matanya. Gadis itu berusaha melakukan apa yang Gala minta. Tapi tidak bisa. Kata-kata Gala tadi terus terngiang-ngiang di kepalanya.


"Lo mau gue ngapain sekarang? Biar lo percaya


kalo gue gak serius waktu ngomong kaya gitu."


Riri tetap diam. Ia juga tidak tahu harus meminta Gala melakukan apa. Yang jelas saat ini perasaan Riri terasa campur aduk.


Drtt...drtt...drttt....


"Hape lo bunyi." Gala melepaskan pelukan mereka. Membiarkan Riri mengecek ponselnya.


"Siapa?"


"Bang Danis."


"Ya udah angkat aja."

__ADS_1


"Halo, Bang Danis?"


..."Halo, Abang udah di depan gedung apartemen Gala, Ri."...


"Oh, oke. Riri tutup ya telfonnya. Riri langsung ke sana."


Gala menatap Riri bingung. "Kenapa?"


"Riri mau pulang.


Bang Danis udah jemput Riri."


"Pulang? Kan gue yang bakal anterin lo.


Kenapa Danis jemput?"


Riri kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.


"Tadi Riri minta Bang Danis buat jemput Riri."


"Kok?" Gala mulai menunjukkan ekspresi tidak suka.


"Riri pulang dulu ya. Gala gak usah nganterin Riri.


Nanti Gala repot."


"Ri! Apaan sih!" Gala ikut berdiri untuk menghalangi Riri. "Lo pulang sama gue!"


"Riri pulang sama Bang Danis aja."


"Gak! Gak! Apaan! Lo bakal gue anter pulang!" Kekeh Gala tidak mau mengalah. "Kalo gak, lo gak gue izinin pulang!"


"Tapi Bang Danis udah nyampe sini."


Gala tidak mau tahu, intinya ia tidak akan membiarkan Riri pulang, kecuali dirinya yang mengantar. "Biar gue temuin. Gue suruh dia balik."


"Ih! Gak bisa! Riri mau pulang!"


"Ri!" Gala mengacak rambutnya frustasi.


"Gue yang bakal nganter lo pulang!"


"Riri mau pulang sama Bang Danis! Gala kenapa


sih gak pernah mau ngalah sama Riri?!"


"Oke!" Gala kembali mendudukkan dirinya di tepi ranjang. Tidak lagi menghalangi Riri yang hendak pergi. "Ya udah, sana pulang."

__ADS_1


Riri menatap Gala kasihan. Sepertinya cowok itu benar-benar tidak mau melihatnya pulang bersama orang lain. Namun Riri juga tidak tega meminta Danis pulang sendiri. Sementara tadi, dirinya lah yang memaksa Danis untuk menjemput.


__ADS_2