CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
58.Pengumuman Kelulusan


__ADS_3

"Digoreng," jawab Dewa santai. Namun tidak dengan Riri, gadis itu kembali histeris karena Riri tidak rela dan tidak


akan pernah rela jika Joko sampai digoreng oleh penculiknya.


"Kenapa?"


"Bang Danis! Joko ilang!" Adu Riri. Riri menghampiri Danis dan langsung memeluknya erat. Memang selama ini hanya Danis lah yang selalu mengerti. Berbeda dengan Dewa yang justru sangat hobi menjahili Riri.


Dewa mengedikkan bahu santai saat Danis memberinya


kode meminta agar Dewa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. "Tuh si Joko anaknya Gala ilang. Urusin deh Nis, gue capek. Biar gimanapun Joko juga ponakan lo, kan?"


"Wa--"


"Gue mau mandi. Mau nganter Nenda,"


sela Dewa seraya pergi dari ruang tengah.


"Hiks...Riri gak mau kehilangan Joko!"


"Bentar, emang terakhir lo letakin Joko di mana? Kok bisa di sini gak ada? Gak mungkin Joko jalan sendiri, Riri dan gak mungkin juga Joko lepas gitu aja. Ini akuarium nya gede banget."


Riri berpikir sebentar. Setelah sekian detik akhirnya


otak mungilnya itu mengingat sesuatu.


"ASTAGA RIRI LUPA!! JOKO KAN ADA DI AKUARIUM


KAMAR RIRI!!!"


Danis menghela napas dan menahan saat Riri hendak melepaskan pelukan mereka. "Kan bener, emang lo itu pelupa! Apa-apa nangisnya yang diduluin."


Bibir bawah Riri mencebik kesal setelah Danis


menyentil dahinya. "Ih! Sakit tau!"


"Ya udah sana mandi, hari ini pengumuman kelulusan kan?"


"Iya, Riri mandi dulu ya! Bye!"


"Eh tunggu!" Cegah Danis menarik pergelangan tangan Riri.


Menatap Danis, mata Riri mengerjap beberapa kali. "Kenapa?" Bingung Riri bertanya.


Danis tersenyum lembut. Cowok itu berjalan


maju lalu mencium pipi kanan dan pipi kiri Riri.


Cup


Cup


Riri cukup terkejut karena ini adalah pertama


Kalinya Danis melakukan hal itu. Dari dulu Danis tidak biasa mencium pipi Riri. Biasanya hanya kening atau puncak kepala saja.


"Ih Bang Danis!" Pekik Riri mengusap-usap kedua pipinya.


Danis hanya terkekeh pelan dan membiarkan Riri pergi meninggalkannya untuk bersiap-siap ke sekolah.


"Gue sayang sama lo, RIRI."

__ADS_1


******


"Gala tau gak? Tadi pagi Joko ilang, eh taunya gak ilang beneran. Riri yang lupa. Ternyata Joko ada di akuarium


kamar Riri," oceh Riri saat mereka di dalam mobil. Perjalanan menuju sekolah.


"Bodo amat."


Riri menatap Gala kesal. "Gala kok gitu sih?! Nyebelin!"


"Lo yang lebih nyebelin," balas Gala. "Upload foto ke Instagram, gak ijin dulu ke gue, main upload aja."


"Emang Riri belum ijin ke Gala?"


"Iming Riri bilim ijin ki Gili?" Tiru Gala. "Pret! Gak usah pura-pura lupa lo. Lo pasti sengaja gak ijin ke gue."


"Lagian foto yang Riri upload juga gak keliatan


muka Riri kok," bantah Riri. "Gitu doang marah-marah."


"Tetep aja gue gak suka. Hapus."


"Gak mau ih! Itu bagus fotonya!"


Gala mengacak rambutnya frustasi. "Aaarrrghhh!!


Lo tau gak sih foto lo itu keliatan...." Gala menatap


Riri kesal dengan bibir cemberut. "Lucu."


"Gue gak rela berbagi kelucuan lo sama orang lain," lanjutnya.


Riri terkikik geli melihat ekspresi merajuk yang Gala perlihatkan sekarang. Sangat berbeda dengan Gala terlihat sangar seperti biasanya. Gadis itu berinisiatif membuat Gala tenang dengan memeluk lengan Gala dan menyadarkan kepalanya di pundak Gala.


Riri menyodorkan ponselnya ke hadapan Gala.


Menunjukkan foto yang kemarin ia unggah ke Instagram.


"Galaaa, gak usah dihapus, yaaaa?" Rayu Riri. Sementara itu Gala masih diam. Tidak mau memberi respon apapun.


"Galaa..."


"Sayaaangg...


Gala menoleh cepat. "Apa? Ulang coba."


"Sayang," cengir Riri. Meksi untuk Riri kata itu terdengar biasa saja, namun tidak untuk Gala. Jantung Gala langsung berdetak cepat dengan pipi memanas kala kata itu terlontar dari bibir Riri.


"Gak usah dihapus ya, sayang," ucap Riri lembut sembari memberikan beberapa kecupan ringan di pundak kekar Gala.


"Hem," angguk Gala yang masih berusaha.


menyembunyikan salting nya.


"Beneran?" Mata Riri tampak berbinar-binar. Tidak biasanya semudah ini untuk membujuk seorang Gala.


"Iya, tapi nanti lo jangan lama-lama. Setelah liat pengumuman sama temen-temen lo, temui gue di taman belakang."


"Emang Gala gak liat pengumuman juga?"


"Gak usah, gue udah pasti lulus," ucap Gala songong.

__ADS_1


"Sombong!" Cibir Riri. "Emang mau ngapain ke taman belakang? Riri kan pengen ngobrol banyak sama Nen Nen, Choli, habis ini Riri bakal pisah sama mereka."


"Bentar doang, abis itu lo bisa ke mereka lagi.


Kita sampe siang di sekolah, Ri. Soalnya sambil nunggu info acara wisuda. Jadi lo masih punya banyak waktu buat ngobrol sama mereka."


"Iya deh," angguk Riri menurut.


"Ada syaratnya lagi."


"Apaan?" Tanya Riri cemberut. Takut Gala akan


memberikan syarat yang aneh-aneh.


Gala mengambil ponselnya di dashboard lalu


menunjukkan tiga foto berbeda pada Riri.


"Upload tiga foto kita ini di Instagram lo. Biar semua orang


tau kalo lo udah jadi milik gue. Milik G.A.L.A!!!" Ujar Gala sengaja menekankan namanya sendiri.


"Tiga-tiganya harus Riri upload?"


Kepala Gala mengangguk mantap. "Iya. Kenapa? Kurang?"


"Gak," geleng Riri cemberut. "Itu aja."


"Sini peluk gue dulu."


.....


"Yeay!!! Kita lulus!!!"


Riri, Choline, dan Nenda, mereka bertiga berpelukan erat di depan papan pengumuman kelulusan. Akhirnya di hari ini mereka semua dinyatakan lulus dari SMA Cakrawala dan bisa melanjutkan ke jenjang selanjutnya.


"Gak nyangka, kita udah lulus. Sedih deh gue, setelah ini kita bakal pisah."


"Lo jadi kuliah di luar negeri, Lin?" Tanya Nenda pada Choline.


"Kemungkinan besar sih iya, Nen. Bokap nyokap gue maunya gitu."


"Yahh, Riri sama Nen Nen gak bisa ketemu Choli dong!!!" Cemberut Riri merasa sedih karena Choline akan meninggalkannya.


Choline tertawa kecil. Tangan Choline bergerak untuk mengacak puncak kepala Riri yang tingginya lebih pendek darinya. Selama ini Choline sudah menganggap Riri seperti adiknya sendiri. Begitu juga dengan Nenda.


"Tenang aja, lo bakal tetep jadi sahabat gue yang


paling menggemaskan sekaligus ngeselin, Ri."


Choline beralih menatap Nenda. "Nah kalo lo, Nen,


lo bakal tetep jadi sahabat gue yang paling pengertian dan paling teguh pendirian. Karena sampe sekarang, meski Ilham sama Dewa gak berhenti ngejar lo, lo tetep betah jomblo hahaha."


Nenda berdecak tidak suka. "Hem, jangan bahas mereka, Lin."


"Aduh, Riri lupa!"


Choline dan Nenda saling bertatapan bingung. "Lupa apaan?" Tanya Choline.


"Tadi Gala minta Riri ke taman belakang. Ya udah

__ADS_1


deh Riri ke sana dulu ya!" Pamit Riri buru-buru.


Dengan cepat, gadis itu berjalan menyusuri koridor menuju taman belakang. Tapi sebelum sampai di taman belakang, Riri sudah bisa mendengar suara gaduh yang berasal dari sana.


__ADS_2