
"Ih! Apaan sih! Gala kalo mau marah itu ngaca dulu dong!"
"Maksud lo?"
"Gala selalu marah kalo Riri sama cowok lain. Tapi Gala sendiri sering bareng cewek lain. Kaya Amora kemarin."
"Ri, gue--"
"Riri capek tau, Gala selalu marah-marah terus ujung-ujungnya minta maaf. Tapi entar gitu lagi. Kapan sih kapoknya? Nunggu Riri pergi, ya?"
"AAARRRGGHH POKOKNYA LO GAK BOLEH SAMA RAFA! TITIK!" Teriak Gala tidak mau dibantah.
"Tuh, kan!"
Riri sedikit menjauhkan dirinya dari jangkauan Gala.
Kalau Gala sudah marah-marah sampai teriak-teriak seperti ini, sudah dipastikan cowok itu akan bersikap egois dan tidak mau mengalah.
"KOK LO NGEJAUH SIH, RI?! AAARRGGHH!!" Gala mengacak rambutnya semakin frustasi.
"GUE TUH MAU PELUK LO!! SINI!!"
Tidak menuruti perintah Gala, Riri justru melemparkan
tatapan kesal ke arah Gala. "Gak mau! Peluk Amora aja sana!"
"RI!"
"Gak ma-ih lepasin deh! Riri gak suka Gala marah-marah padahal Gala yang salah!" Riri memberontak saat dengan se'enak jidat Gala menarik dirinya ke dalam pelukan cowok itu.
"Gala itu egois tau gak! Sukanya marah-marah! Marah-marah! Dan marah-marah! Mending sama Amora aja sana!"
Gala menyembunyikan wajahnya di punggung leher Riri.
Tidak mau menanggapi omelan Riri yang memojokkan dirinya dengan amarah.
"Aaaaa gak gitu, sayang! Gue gak mau sama Amora!
Maunya cuma sama lo!"
"Buktinya kemarin sama Amora."
"Gak! Gak mau! Gak!" Gala mendusel-duselkan kepalanya membuat Riri merasa sedikit geli. "Gue cuma milik lo! Bukan milik cewek lain! Apalagi Amora! Stop nyuruh gue sama Amora kalo gak mau Rafa gue bantai!" Ancamnya.
Menghela napas. Riri mencoba sedikit lebih tenang. Menghadapi Gala memang harus ekstra sabar. "Tuh kan mainnya ngancem ih. Lama-lama Riri bakal-"
"Jangan pergi! Gue gak punya siapa-siapa lagi selain lo!
Please jangan ngomong gitu, gue takut! Please!" Sela Gala memohon.
Riri memutar bola matanya malas. "Bullshit."
"APA?!"
Gala Menatap Riri terkejut. Bisa-bisanya Riri bilang seperti itu. Ia yakin, itu pasti salah satu ajaran sesat dari Dewa yang Riri terapkan.
"Lo bilang apa barusan?!"
"Bullshit," ulang Riri santai.
__ADS_1
"Hem! Aneh-aneh aja ucapan lo! Mukanya songong banget
lagi pas bilang bullshit!" Omel Gala. "Bilang sekali lagi, pake mata diputer-puter gitu, gue geprek muka lo! Mampus lo!"
Dengan sengaja Riri kembali melakukan hal itu.
Memutar kedua bola matanya lalu berujar santai. "Bull-"
"RI!" Tegur Gala kesal.
Gala membekap mulut Riri dengan telapak tangan.
Ia benar-benar tidak suka Riri mengucapkan kata itu.
Karena seolah-olah Riri meragukan keseriusannya.
Setelah Gala membuka bekapan di mulut Riri,
Riri hanya diam dan menampakkan wajah cemberut.
Kesal, karena Gala memang selalu menjengkelkan.
"Ngapain muka lo gitu? Mau gue cium? Nantangin
gue?!" "Em! Marah-marah mulu! Lepasin! Jangan
Peluk-peluk Riri!"
"Lepasi-"
"GAK MAU!" Teriak Gala membuat telinga Riri sampai berdengung.
"ARRGGGHHH!!! GUE GAK MAU LEPASIN! GUE MAU PELUK LO! BISA DIEM GAK SIH?!"
Riri menghela napas. Lagi-lagi gadis itu lebih memilih mengalah. Saat Riri bergerak sedikit karena merasa tidak nyaman dengan pelukan Gala yang terlalu kencang, tiba-tiba Gala kembali berteriak uring-uringan.
"AAARRRGGHHH!!! DIEM RI! GUE MAU PELUK LO!
GUE KANGEN! GUE-"
Bibir Gala mengatup rapat begitu melihat Ilham cengengesan di ambang pintu yang menghubungkan antara ruang tengah dan halaman belakang.
"Eh, sorry gue ganggu hehe," cengir Ilham. Beberapa detik kemudian, teman-teman Gala yang lain ikut muncul.
"Gala kenapa, Ham? Eh-" Akbar terkejut melihat Gala tidak kenapa-kenapa. Pasalnya tadi mereka semua mendengar suara teriakan, mereka pikir ada yang sedang baku hantam atau ada yang menyerang markas mereka.
"Apa lo?!" Semprot Gala galak. Tatapan tajam Gala mengarah pada semua anak Drax yang sekarang menatapnya canggung.
Namun Gala, cowok itu tetap memeluk Riri dan tidak
mau melepaskan pelukannya. Tidak peduli jika teman -temannya melihat apa yang ia lakukan. Toh, yang ia peluk juga tunangannya sendiri, kan? Bukan tunangan orang lain.
"Ah, enggak, Gal. Sorry-sorry," ucap Akbar. Akbar memberikan kode pada teman-temannya yang lain agar segera pergi sebelum monster di hadapan, mereka mengamuk.
"Sana woi, lo mau ditelen sama Gala? Sana-sana!"
Suruh Ilham Pada sebagian anak Drax yang masih
belum beranjak.
__ADS_1
Gala berdecak kasar setelah kepergian teman-temannya.
"Hem! Ganggu!"
Berusaha melupakan kejadian menjengkelkan barusan,
Gala kembali mengalihkan fokusnya pada Riri.
"Lo juga, apa?!" Tanya Gala pada Riri yang sedang mengerjapkan kedua matanya. Gadis itu tampak
begitu imut dan menggemaskan sehingga membuat
Gala harus menahan rasa gemasnya mati-matian.
"Riri malu!" Jawab Riri dengan bibir cemberut.
"Malu-malu! Emang lo telanjang? Sok-sokan malu lo, Sri, Sri."
"Malulah! Gala peluk-peluk Riri di depan temen-temen Gala! Gimana kalo mereka ledekin kita?!"
"Gak ada yang berani ledekin gue!"
Gala mengeratkan pelukannya dan mulai menciumi seluruh permukaan wajah Riri hingga Riri sedikit memberontak karena merasa terganggu dengan perlakuan Gala yang brutal.
Tidak bisakah Gala mengerti? Riri ini masih marah padanya dan lihatlah sekarang, cowok itu justru tampak tidak merasa bersalah sama sekali.
"Ih! Gala jangan kaya gini!" Riri mendorong wajah
Gala menjauh.
"Diem! Hari ini lo terlalu banyak baco-! Gue gak-"
"AAARRRGGHHH!!! DIEM BAR! GUE MAU PELUK LO!
GUE KANGEN BAR!" Teriak Ilham dari halaman belakang dengan suara yang sengaja dimiripkan nada bicara Gala
saat merengek pada Riri tadi.
"Setan! Mati lo, Ham!"
.....
"Halo, siapa?"
"Ini Bunda, Gal. Maaf ya, Bunda tadi minta nomor
kamu ke Dio. Soalnya Bunda pengen telfon kamu."
Gala terdiam sejenak. Lalu menjawab. "Oh, Bunda. Maaf-maaf, Bun. Saya gak tau," jawab Gala merasa tidak enak karena tadi ia menjawab telfon Asti dengan nada jutek.
"Iya gak papa kok. Kamu sibuk gak?"
Gala melirik Riri yang duduk di jok samping. Gadis itu
terlihat cemberut. Selain karena pagi ini Gala benar-benar mendatangi wali kelas Riri untuk membicarakan kelompok foto tahunan, yang ingin Gala ubah karena Gala tidak mau
Riri satu kelompok dengan Rafa, Riri badmood, juga karena mengetahui siapa yang sedang menelfon Gala saat ini.
"Em--"
__ADS_1
Belum sempat Gala melanjutkan ucapannya barusan, Asti, wanita itu lebih dulu menyela ucapan Gala. "Ah, pasti enggak sibuk, kan? Kamu sama Dio kan udah selesai ujian, tinggal nunggu pengumuman aja. Em, hari ini Bunda masak dan bikin kue banyak. Kamu mau main ke panti gak?"