
Selamat siang bestie, semoga harimu siang terus
Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepet memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.
Selamat membaca!
....
"Cepat masuk!"
Riri menjauhkan badannya saat Gala hendak memegang pundaknya.
Melihat reaksi Riri tersebut, satu sudut bibir Gala terangkat. Kepalanya mengangguk-angguk dengan tatapan yang tak teralihkan sedikitpun dari pandangan Riri.
"Oh, lo nantangin gue? Oke."
Riri melemparkan tatapan was-was melihat Gala mengambil ponsel dari saku celana. Cowok itu tampaknya benar-benar akan menghubungi seseorang yang Riri sendiri tidak tahu, entah siapa.
"Lo ada tugas malem ini gak," ucap Gala pada seseorang yang ia telfon. Gala menatap Riri sebentar sebelum akhirnya melanjutkan perintahnya pada seseorang di seberang sana.
"Danis. Kafe Cempaka."
"Gala jang.."
"Pilihan ada di tangan lkamu. Ikut dan nurut sama gue,
Abang kamu aman. Tapi kalo kamu ngebantah lagi dan lagi," Gala sengaja menggantungkan ucapannya sambil memainkan lidahnya di dalam mulut.
"Nyawa Abang tersayang kamu taruhannya," lanjut Gala tersenyum smirk.
Riri langsung menggeleng cepat. "Jangan apa-apain Bang Danis! Bawa Riri aja," pasrah gadis itu pada akhirnya.
Biar saja dirinya terlihat bodoh karena terlalu lemah dirinya untuk melawan Gala. Asal Abang Danis aman, Riri rela melakukannya.
Gala tersenyum kemenangan, Pancingannya berhasil. Padahal tadi Gala tidak menghubungi siapa-siapa. Ia hanya berpura -pura menelpon seseorang untuk menakut-nakuti Riri. Gala tahu Riri itu polos dan mudah untuk ia kelabuhi. Maka dari itu, Gala sengaja melakukan hal tersebut.
"Riri!"
__ADS_1
Keduanya menoleh. Danis, cowok itu keluar dari kafe dengan wajah panik dan menoleh ke sana ke mari untuk mencari keberadaan Riri.
"Masuk cepat!"
Setelah berhasil memasukkan Riri ke dalam mobil, Gala segera menyusul dan mengemudikan mobil keluar area kafe secepat mungkin.
Di sepanjang perjalanan, keduanya tidak ada yang membuka obrolan. Mereka sama-sama diam dalam keheningan dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Sesekali Riri terlihat mengusap air matanya yang mendesak ingin keluar. Entahlah, Riri hanya ingin menangis sekencang-kencangnya sekarang, saking kesalnya dengan sikap Gala yang seenaknya pada dirinya.
"Jangan nangis," ucap Gala menoleh ke arah Riri sebentar.
Riri tetap diam. Sama sekali tidak ada niatan untuk menanggapi ucapan Gala atau sekedar bertanya kemana
Gala akan membawanya pergi.
Yang bisa Riri lakukan sekarang, hanya diam, menatap ke depan dengan tatapan kosong dan mata berkaca-kaca. Mau berpura-pura sibuk bermain ponsel pun, Riri lupa tidak membawa ponselnya. Ia meninggalkan ponselnya di meja kafe. Jadi, sepanjang perjalanan dengan keadaan secanggung ini, Riri hanya bisa menghabiskan waktunya untuk melamun. Sampai akhirnya gadis itu tertidur.
Gala tersenyum samar mendapati Riri tertidur pulas di sampingnya. Tangan cowok itu terulur ke samping. Menyentuh dan mengusap, kepala, dahi hingga pipi Riri dengan gerakan selembut mungkin.
"Lo lucu kalo jadi cewek penurut."
Cup
Saking tidak maunya tidur Riri terganggu, di sepanjang perjalanan, Gala benar-benar menjaga Riri dari tidurnya. Bahkan jika ia tidak sengaja melewati jalan berlubang, satu tangan Gala otomatis akan terulur ke samping untuk mencegah kepala Riri agar tidak terbentur ke samping. Karena sejak tadi, Riri memang tidur dengan posisi menghadap ke kaca mobil.
"****!" umpat Gala kala satu benturan di kepala Riri lolos dan tak sempat ia cegah.
.....
Jika kalian berpikir, Gala akan membawa Riri ke apartemen miliknya, maka kalian salah besar. Gala tidak seceroboh itu. Ia sudah memikirkan semua matang-matang. Jika ia membawa Riri ke apartemennya, maka dengan cepat Danis atau yang lain akan menemukan keberadaan mereka. Maka dari itu, Gala memilih membawa Riri ke apartemen milik Ilham yang memang sangat jarang ditempati oleh cowok itu.
Melihat Riri masih terlelap dalam tidurnya, Gala jadi tidak tega untuk membangunkan gadis itu meski kini mereka sudah sampai di basement apartemen. Apalagi hari memang sudah larut malam, wajar jika sekarang, tidur Riri terlihat begitu pulas.
Tangan Gala terulur ke samping. Ia menyibak anak rambut yang menghalangi wajah damai Riri saat tertidur. Entah kenapa perasaan bersalah dan menyesal pun, perlahan menggerogoti hati dan pikiran Gala, kala mengingat betapa jahat dan tidak pantas nya ucapannya tadi siang. Merendahkan dan menghina Riri tanpa memikirkan bagaimana perasaan gadis itu.
Gala mengusap wajahnya kasar. Ia juga menyesal kenapa harus membalas chat Riri di saat dirinya sedang dalam keadaan setengah sadar karena minum alkohol terlalu banyak. Ditambah, emosinya tadi siang memang sedang meletup-letup. Hal itu membuat Gala benar-benar kesusahan mengontrol dan mengendalikan diri.
"****!"
__ADS_1
"Eeunghh..."
Mendengar lenguhan keluar dari bibir mungil Riri, Gala segera menjauhkan badannya yang tadi sempat mendekat ke Riri.
Namun setelah memastikan tidak ada tanda-tanda Riri akan
bangun, Gala kembali mendekatkan dirinya ke Riri. Cowok itu tidak melakukan apa-apa selain menatap Riri dengan tatapan berbinar-binar. Tangannya pun tidak berhenti mengusap-usap pipi chubby Riri dengan gerakan selembut mungkin.
"Gue pengen marah sama lo. Tapi gak bisa. Gue gak bisa marah lama kalo sama lo, Ri. Liat lo tidur pules kaya gini aja, semua amarah gue langsung lenyap gak tau kemana. Ganti jadi gemes."
Gala menghembuskan napasnya kasar setelah terkekeh pelan. "Tapi kayanya, kali ini lo yang bakal marah banget sama gue."
"Gue keterlaluan. Gue sadar itu. Tapi, gue juga bingung. Gue suka bingung harus bersikap kaya gimana, di saat gue panik dan takut lo bakal ninggalin gue. Akhirnya gue sering kelepasan. Gue kasarin lo, ucapan gue nyakitin hati lo."
Gala tersenyum samar mengingat betapa buruknya sikap dia pada Riri tadi. "Padahal itu semua gue lakuin, karena gue gak mau lo pergi. Cara gue emang salah. Sorry."
Gala hendak memberi kecupan ringan di pipi Riri, namun niatnya itu ia urungkan karena tiba-tiba dirinya tidak bisa menahan rasa gemas melihat pipi chubby Riri yang sedikit bergerak-gerak.
.
*****
Bersambung
Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian
depresot apa enggak?
Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo❤️🤣💖😁💯🥰💯
Pesan buat Gala?
Pesan buat Riri?
Pesan buat Asti, bunda pantinya Amora?
Pesan buat siapa aja?
__ADS_1
Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.
Spam datang pake emoji🥰 :