CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
86.


__ADS_3

"Selamat pagi bestie, semoga harimu selalu bahagia terus"


Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepet memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.


Selamat membaca!


.


"Ish! Gala beneran ber--aaaaaaa Gala!" jerit Riri tertahan. Riri paham situasi. Ia tidak mau semua orang di rumahnya tahu kalau ada Gala di dalam kamar. Apalagi Dewa. Bisa-bisa abangnya itu kembali menghajar Gala seperti tadi. Bahkan mungkin bisa lebih parah.


Gala langsung berdiri dan mengangkat tubuh Riri ala bridal


style dengan enteng seperti tanpa beban.


"Ringan banget badan lo, Sri. Kaya kertas," ejek Gala.


Cup


"Gue mandi dulu, ya. Siapin baju buat gue," pesan Gala setelah menurunkan Riri di atas tempat tidur dan memberinya bonus satu kecupan lembut di dahi.


"****! Aarrrgghh! Kenapa gue salting sih," umpat Gala pelan. "Berasa minta disiapin baju ke istri," tambahnya terkekeh. Pipi dan telinganya sampai memerah karena salah tingkah.


Sementara itu, Riri, selama Gala mandi dan setelah ia


menyiapkan baju ganti untuk Gala, Riri tidak melakukan


apa-apa selain duduk termenung. Gadis itu sedikit heran.


Kenapa Gala lama sekali mandinya? Tidak biasanya Gala


seperti itu.


"Mana bajunya?"


Pertanyaan tiba-tiba itu membuat Riri menoleh terkejut. Bagaimana tidak, tanpa Riri sadari, Gala sudah berdiri di hadapannya dengan keadaan shirtless.


"Itu," tunjuk Riri spontan ke baju yang ia letakkan


persis di sebelahnya.


"Pakain."


"Hah?"


"Hem, hah hoh hah hoh!" decak Gala sebal. Gala mengambil baju itu. Melemparnya ke atas pangkuan Riri. "Pakain baju gue!"


"Gala bisa pakai sendiri. Lagian Riri pendek, gak bisa bantuin Gala yang tinggi banget."


"Apa gunanya gue punya lo?"


"Apa gunanya Gala punya tang--"


"Ssstttt, cepat pakain!" potong Gala cepat. "Kalo ngebantah mulu, gue habisin tuh bibir lo yang manyun dari tadi."


"Ih, tapi--"


"Aaarrrggghh!!! Pakain Ri!!!" paksa Gala setengah merengek.


"Dasar bayi raksasa!" gerutu Riri sebal.


Gala tersenyum penuh arti. "Ntar kalo udah nikah, bikin bayi kecil sama gue. Buatnya dua puluh kali sehari. Sanggup gak lo?"

__ADS_1


Riri tidak lagi menanggapi candaan Gala yang mesum. Gadis itu berdiri dari duduknya. Menuruti perintah Gala untuk membantu cowok itu memakai baju.


Melihat hal tersebut, tentu saja Gala tersenyum puas. Gala


terus memerhatikan gadis mungil di hadapannya yang


kini sibuk membantunya memakai baju dengan perasaan


membuncah tidak karuan.


Riri terlihat lucu dan imut. Dengan bibir manyunnya yang mirip seperti bebek, gadis itu sampai berjinjit agar bisa menggapai tubuh Gala yang begitu tinggi untuk ukurannya.


Perasaan senang, bahagia, kagum, gemas, semua Gala rasakan. Campur aduk menjadi satu. Rasanya Gala semakin tidak sabar untuk menjadikan Riri istri dan memiliki Riri seutuhnya.


Sejak di dalam kamar mandi tadi, Gala sudah membayangkan kehidupannya setelah menikah dengan Riri. Pasti akan terasa lebih bahagia dari ini. Begitu pikir Gala tadi hingga dirinya tidak sadar sudah terlalu lama berada di dalam kamar mandi.


"Gala tadi mandinya lama," adu Riri setelah baju Gala berhasil ia pakaikan dengan rapi. "Gala ngapain aja?"


"Berak," bohong Gala.


"Lukanya Riri obatin, mau?"


Gala menggeleng cepat. Tangannya dengan sigap menarik pergelangan tangan Riri. "Gak usah. Ntar gue obatin sendiri."


"Tapi nanti.."


Riri mengatupkan bibirnya rapat-rapat begitu Gala merendahkan badannya dan mengarahkan dahinya ke depan.


"Cium aja, nanti sembuh."


"Emang bisa gitu?"


"Bisa. Cepat."


"Ssshhh," ringis Gala pelan. Entah pura-pura atau tidak. Hanya Gala dan Tuhan yang tahu. "Cepat cium kalo gak mau liat gue kesakitan!"


"Kesakitan itu diobatin, bukan dicium," bantah Riri


Gala menampakkan ekspresi ngambeknya tanpa rasa gengsi seperti biasanya. "Gue maunya dicium sama lo, bocil!"


Riri menghela napas, tanpa banyak membantah, Riri akhirnya mau mencium dahi Gala.


Cup


Cup


Cup


Gala tersenyum lebar setelah Riri berhenti mencium dahinya. "Bocil, sini peluk gue dulu."


Melihat Gala merentangkan kedua tangannya, Riri lantas maju dan masuk ke dalam pelukan hangat cowok itu. Tidak bisa berbohong, Riri memang kangen dengan pelukan Gala.


"Hih! Badan lo kecil banget sih, bisa remuk kalo kelamaan gue peluk," kekeh Gala gemas.


Cukup lama mereka saling berpelukan satu sama lain.


Sampai akhirnya Gala melepaskan pelukan mereka karena


kasihan dengan Riri.


"Kita duduk di luar lagi, yuk," ajak Gala kemudian.

__ADS_1


"Dingin, kenapa gak di dalem kamar Riri aja?"


"Nanti kedengar sama bokap nyokap lo atau Abang lo kalo kita di sini terus."


"Tapi ding--"


"Nanti gue peluk." Gala lantas merangkul pundak Riri.


Menuntun gadis itu kembali duduk di lantai balkon.


"Lo bisa hitung bintang-bintang itu gak?" tanya Gala pada Riri setelah mereka berdua sudah nyaman dengan posisi mereka sekarang.


Gala duduk dengan punggung bersandar ke dinding. Sementara Riri, gadis itu duduk di depan Gala dengan posisi punggung dan kepala bersandar ke dada bidang Gala.


Riri mulai menghitung bintang. "Satu, dua, tiga, empat, lima, en--Riri gak bisa hitung. Jumlahnya terlalu banyak."


Gala terkekeh sembari mencubit pipi Riri gemas. "Sama kaya rasa sayang dan cinta gue ke lo. Gak bisa disebutin atau diibaratkan sebesar dan sebanyak apa, karena terlalu banyak."


"Gala..."


"Iya, sayang?"


"Dingin."


Gala mengeratkan pelukannya di tubuh mungil Riri. "Masih dingin?"


"Udah enak," cengir Riri.


"Lo tau gak wish list gue yang pengen cepat terwujud?"


"Apa?"


Gala tersenyum tipis. Cowok itu menatap lurus ke langit yang bertabur bintang. "Nikah sama lo dan...."


"Dan apa?"


Gala melanjutkan ucapannya yang menggantung setelah menghela napas panjang. "Ketemu ibu kandung gue."


Riri terdiam beberapa saat. Sampai akhirnya sebuah pertanyaan gadis itu lontarkan. "Kalo nanti udah ketemu, terus ibu kandung Gala gak suka sama Riri, gimana?"


....


Bersambung


Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian


depresot apa enggak?


Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo❤️🤣💖😁💯🥰💯


Pesan buat Gala?


Pesan buat Riri?


Pesan buat


Pesan buat


Pesan buat


Pesan buat

__ADS_1


Pesan buat siapa aja?


Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.


__ADS_2