
FOLLOW dulu ya biar nanti Chapter nya gak Kalian Kangen sama keromantisan SriGala gak si Siap Kawal sampe Ending?"*_
Vote Dan Komen lebih banyak dari
Chapter sebelumnya, baru update ya💖
Jam berapa kalian baca chapter ini?"
Budayakan Vote sebelum membaca, biar nanti
ngga lupa karena keasyikan baca<3
******
"Abaaaangggg....!!!!"
"Abaaanggg.....!!!"
Dewa, cowok itu berjalan menghampiri Riri dengan menutup kedua telinga. "CK! Apa sih, Ri? Teriak-teriak mulu! kesurupan Lo?!"
Riri tampak cemberut mendengan cibiran Dewa. "Riri cuman mau nyanyi kok," jawabnya.
Riri menarik napas dalam-dalam terlebih dahulu sebelum mulai bernyanyi.
"ABANGGG...!!! ABANG TUKANG BAKSO MARI-MARI SINI! RIRI ENGGAK BELI!!!!"
"Terus ngapain Lo panggil kalok engak beli?!" Kesal Dewa.
Dewa mengusap wajahnya yang frustasi. kemudian pergi ke dapur. "Serah! Serah!"
"Dewa lagi sendi jangan di gangguin," kekeh Danil merangkul pundak Riri dari samping.
" Habis di PHP-in Sama temen lo."
Riri menatap Danis. bertanya memastikan. "Nen Nen?"
Danis mengganguk. "iya Benda."
Nama temen Riri yang sebenernya adalah Nenda tetapi entah kenapa Riri selalu memangilnya dengan sebutan Nen Nen. Membuat orang sekitar yang mendengarnya menjadi ambigu. Termasuk Danis.
"Bang Dewa masih suka Nen Nen?"
Danis sedikit ambigu dengan pertanyaan Riri kali ini.
Cowok ini menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"I-iya Dewa suka Nen Ne-eh Nenda."
Riri mengangguk-anggukan kepala sembari mengetukkan jari telunjuknya di dagu. " Kalok bang Dewa suka. Bang Danis suka Nen Nen juga engak?"
"Engak lah!" Geleng Danis cepat. Pertanyaan Riri itu berhasil membuat otak Danis traveling.
"Ya kalok gue mau saingan sama Dewa. Dewa saingan sama Ilham, temennya Gala yang agak dongo itu aja udah kewalahan. Apalagi di tambah saingan sama gue."
Benar, Dewa dan Ilham, keduanya memang sama-sama menyukai Nenda. Tapi dua-duanya juga tidak ada yang Nenda beri kepastian.
"Terus bang Danis suka sama siapa?" Tanya Riri lagi. ia penasaran kenapa abangnya yang satu ini tidak pernah terlihat dekat dengan cewek manapun.
Danis kembali Menggelengkan kepalanya dengan cepat. Gak ada."
"Cari cewek dong, bang?" seru Riri cekikikan.
__ADS_1
Danis menyentil hidung Riri dengan gemas." Gue mau jagain lo dulu. kalok gue udah becus jagain lo, baru gue cari cewek."
"Riri udah ada Gala yang jagain ih!" Bantah Riri.
"Bang Danis gak perlu repot-repot jagain Riri? Gala itu kiat dan hebat! Bisa jaga Riri sendirian!"
Danis tersenyum manis. Ia menepuk-nepuk puncak kepala Riri dengan pelan. ia sangat menyayangi adiknya ini meski mereka terlahir dari rahim yang berbeda.
Danis dari rahim Vina mamanya. Sementara Riri dari rahim Desi bundanya, Tapi mereka tetap dari satu ayah yang sama yaitu, Eza.
"Gue harus pastiin hidup lo bahagia dulu, RI. Kalok hidup Lo udah bener-bener bahagia, baru gue bisa nyari kebahagiaan buat diri gue sendiri."
"Aaaaaa Riri sayang sama abang!" Riri memeluk Danis merasa terharu.
"PELUKAN TERUSSS!!!" Sewot Dewa berjalan menaiki anak tangga dengan tangan memegangi satu cangkir kopi yang baru saja iya buat dari dapur.
"Bang Dewa mau Riri peluk juga?" tanya Riri semangat.
"GAK MAU! LO GAK SAYANG SAMA GUE?
PERASAAN DANIS MULUK YANG LO PELUK! GUE GAK PERNAH! DAH LAH MUSUHAN KITA!!"
Bukanya takut, Riri tertawa melihat tingkahnya Dewa yang ngambek dan cemburu seperti sekarang. Riri memang sering memeluk Danis dibandingkan dengan Dewa.
Bukanya apa, meskipun kembar, Dewa dan Danis itu mempunyai wajah dan karakter yang berbeda.
jika Danis lebih kalem dan sabar dalam menghadapi segala tingkah Riri. berbeda halnya dengan Dewa yang suka uring-uringan saat Riri bertingkah.
maka dari itu Riri lebih dekat dengan Danis dibanding dengan Dewa. namun bagi Riri mereka tetap sama. sama-sama saudara yang harus Riri sayangi sampai kapanpun.
"sana gih samperin, nanti dia ngambeknya lama,"
suruh Danis melepas pelukan Riri.
"Riri jangan lari!" teriak Danis khawatir.
"Dewa berhenti! kalok Sampek Riri jatoh gue Kekek lo hidup-hidup!"
"CK! Apa?" Dewa menatap Riri sinis setelah mendapat ancaman dari Danis. "sana pelukan sama Danis. gue kan emang gak pernah lo anggep sebagai abang."
"Ih gak gitu!" Riri menghentakkan kakinya di lantai karena kesal dengan tuduhan Dewa yang sembarangan.
"Riri juga sayang sama abang Dewa!"
"Halah!"
"Riri mau peluk bang Dewa! Tapi tadi bang Dewa Marah-marah!" Riri jadi takut!"
"Gue gak marah." Dewa menghela nafas pelan.
Cowok itu merentangkan dua tangannya ke hadapan Riri. "Sini peluk Abang."
******
"Paan nih?"
setelah bel istirahat berbunyi, Riri meminta kedua sahabatnya, Nenda dan Choline menemaninya ke kelas Gala, 12 IPA 5. untuk memberikan sesuatu pada Gala.
"ada deh!" Balasan Riri senyam-senyum tidak jelas.
"Jangan dibuka sekarang! buka di rumah aja ya!"
__ADS_1
Gala mengalihkan tanatapnya dari kotak kecil bewarna coklat itu ke Riri. "Terus ngapain lo kasih ke gue sekarang kalok ujung-ujungnya gak boleh di buka sekarang?"
"Gak papa dong!" Soalnya Riri udah gak sabar ngasih ke Gala!" Ucap Riri begitu antusias.
"Curiga gue," guman Gala pelan." Lo gak pernah ngasih Gala hadiah dan tiba-tiba ngasih. Aneh."
"Lo mau ngirimin gue santet ya?" Tebak Gala ngawur.
"Ih bukan! pokoknya dibuka nanti aja ya!"
Gala mengangguk. "Hem, oke. Lo mau ke kantin?"
"Iya, sama mereka." Riri menatap kedua sahabatnya yang berdiri beberapa langkah di belakangnya.
"Hari ini Riri boleh makan apa?"
Gala mengacak rambut Riri gemas. "Hari ini boleh makan apa aja. Asal gak pedes. inget!"
"Gala gak ke kantin?"
"Gue mau ke warung belakang sama anak-anak." Gala dan teman-temanya, anak Drax, memang lebih suka ke warung belakang sekolah atau yang biasa mereka sebut WBS, dari pada ke kantin.
Bibir Riri terbuka sedikit untuk membentuk huruf o.
"Sini deketan," titah Gala. Riri langsung menurut tanpa tahu tujuan Gala yang sebenarnya.
"Kenapa?"
"Mau peluk dulu. takut nanti gue kangen." Gala terkekeh. Cowok itu sudah berhasil membawa tubuh mungil Riri kedalam Dekapannya.Memeluknya begitu erat sambil ia ayunkan kekanan dan kekiri. Tidak perduli jika banyak pasang mata yang memerhatikan mereka.
******
DAHLAH FREND AKU GAK KUAT NULIS KEUWUAN GALA & RIRI !!!
APA KALIAN SUDAH TER GALA - GALA ???
Gimana chapter ini kalok aku baper banget Sampek pengen banting pacar baru mantan.😞🙏
Lanjut gak?
Pesan buat Gala?
Pesan buat Riri?
Pesan buat Danis & Dewa?
Atau buat siapa aja, author juga boleh:
Mau up kapan? spam disini!!!! semakin banyak yang komen dan vote semakin cepat juga up nya.
Jangan ketinggalan spam nya pakai emoji💖 yang banyak ya:
SEE YOU❤️❤️
******
.
.
.
__ADS_1
.