
Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepat memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.
.
Selamat membaca!
.
....
Sebenarnya Gala tidak pernah berminat dengan topik
pembahasan Ilham dan Akbar. Apalagi jika yang dibicarakan
adalah perempuan. Tapi karena tidak ada pilihan lain dan malas memarahi Ilham dan Akbar, alhasil Gala hanya diam sambil menyimak pembicaraan mereka sedikit-sedikit.
"Belum juga satu jam dikatain lama," gerutu Riri. "Gala kalo di kamar mandi malah berjam-jam. Ngapain coba?"
"Wah, ngapain lo bos lama banget di kamar mandi.
Solo karir ya?"
Riri menatap Ilham bingung. "Emang Gala penyanyi? Kan Gala bukan penyanyi? Kok solo karir?"
Ilham mengedikkan bahu. "Coba tanya cowok lo, Cil."
"Hem! Cal! Cil! Cal! Cil!" decak Gala menatap Ilham tajam. "Dia bocil gue! Bukan bocil lo!"
Tatapan Gala beralih ke Riri. "Duduk!"
Sebelum Riri duduk, mata Gala tidak sengaja melihat jaket Riri yang basah. "Jaket lo basah? Kenapa?"
"Em, i-ini tadi jaketnya jatuh."
Dugaan Gala diperkuat kala melihat ada sedikit noda di
celana Riri. "Lo abis jatuh?!"
"Engg-"
"Hem!" Gala berdiri dari duduknya. Menarik paksa Riri ke arah kamar mandi.
Hal itu tentu saja membuat semua orang menatap mereka heran. Masalah apa lagi yang terjadi di antara dua insan bucin itu? Begitu kira-kira pertanyaan yang ada di benak semua orang.
******
"Ish! Gala mau ngapain?!" protes Riri saat mereka sampai di lorong depan kamar mandi dan Gala memojokkan dirinya ke tembok.
"Susah banget ya jujur sama gue?" tanya Gala dengan nada dan wajah datar namun tatapannya begitu tajam. "Siapa yang buat lo jatuh?!"
Riri menatap Gala tidak mengerti. "Riri--"
"SIAPA GUE TANYA?!"
Memejamkan matanya sejenak, Gala kembali menatap Riri dengan dada bergemuruh menahan amarah.
"Tinggal bilang lo abis jatuh apa susahnya sih?!" bentak Gala lagi. Kali ini Gala memukul tembok di sebelah kepala Riri dengan kepalan tangannya.
__ADS_1
"Aaarrrghh! Lo itu kebiasaan! Apa-apa disembunyiin!
Apa-apa bohong!"
"Gue itu gak mau lo kenapa-kenapa, Ri?! Bisa gak sih?! Apapun itu jujur sama gue, hah?!"
Melihat amarah Gala, nyali Riri menciut. Ia tidak mau memancing emosi Gala di sini. Selain karena takut, Riri juga tidak mau bertengkar di tempat umum dan dilihat oleh banyak orang. Ujungnya pasti mereka juga yang akan malu.
"Maaf," cicit Riri dengan mata berkaca-kaca saking takutnya. "Riri cuma takut Gala marahin Riri karena Riri ceroboh. Makanya Riri gak mau bilang kalo Riri habis jatuh. Maaf..."
Gala menyugar rambutnya ke belakang. Tatapan matanya. tiba-tiba melemah. Tanpa aba-aba Gala langsung memeluk tubuh Riri. Mendekapnya erat seolah takut kehilangan gadis itu.
Tidak tahukah Riri? Gala itu sangat khawatir dengannya. Gala sengaja membawa Riri ke tempat ini karena Gala tidak mau teman-temannya melihat segila apa dirinya pada Riri. Hal sepele di mata orang lain, bisa menjadi hal paling menakutkan di mata Gala.
"Gue itu khawatir sama lo. Please, apapun itu lo harus jujur sama gue," bisik Gala membenamkan kepalanya di ceruk leher Riri.
Awalnya Riri ragu, namun setelah merasa kali ini amarah Gala benar-benar sudah mereda, Riri memberanikan diri untuk mengusap-usap kepala Gala. Perlakuan lembut Riri itu membuat Gala merasa nyaman dan semakin mengeratkan pelukan posesifnya di pinggang Riri.
"Jangan bohongin gue lagi. Gue takut..."
Beberapa menit kemudian setelah berhasil memenangkan dirinya, Gala mengangkat kepalanya dari ceruk leher Riri.
"Gak ada yang sakit?" "Gak," geleng Riri. "Riri cuma jatuh biasa. Gak ada luka sama sekali."
Gala meneliti setiap inci tubuh Riri lalu menghela napas lega saat tak menemukan luka atau darah.
"Gak ada yang buat lo jatuh, kan? Lo beneran jatuh sendiri?"
Riri terkikik geli melihat ekspresi Gala yang tampak lucu. Mirip seperti anak anjing yang tengah memohon dengan mata sayu dan sendu. Padahal tadi cowok itu terlihat begitu garang bak singa yang mengamuk.
"Ada."
Mungkin reaksi Gala ini akan terkesan berlebihan untuk
sebagian orang yang melihatnya. Namun bagi Gala, tidak ada
kata berlebihan jika hal itu menyangkut Riri.
"Kok malah ketawa?!" marah Gala. "Siapa yang buat lo
jatuh?! Bilang cepat! Biar gue hajar!"
Bibir Riri melengkung ke bawah. Pura-pura sedih. "Itu, lantainya nakal," tunjuk Riri ke arah lantai tempat di mana ia terjatuh.
Riri kembali tertawa melihat Gala menghela napas dan mengusap wajahnya kasar.
Sekhawatir itukah Gala?
"Hem! Lepas jaket lo!"
"Kok lep-"
"Jaket lo basah, Ri! Ini masih pagi banget! Hawanya dingin! Ntar lo bisa sakit!" omel Gala. Kalau sudah seperti ini Gala lebih mirip seperti seorang ibu-ibu dibanding seorang ketua geng.
"Lo mau sakit? Hem?"
"Terus Riri gak pakai jaket dong kalo dilepas?"
__ADS_1
Gala melepas jaket jeansnya. Meninggalkan kaos hitam polos yang sedikit mencetak bentuk badannya yang six pack.
"Pakai jaket gue cepat!"
Riri menggeleng. "Nanti Gala kedinginan. Kan Gala nyetir.
Riri di belakang, gak papa kalo jaket Riri bas--" "Gak usah bawel! Mau gue telanjangin di sini lo?!" ancam
Gala galak. "Buru lepas! Kan nanti lo bisa peluk gue biar gue
gak kedinginan waktu nyetir!"
Riri menghela napas. Karena tidak mau memancing emosi Gala untuk kedua kalinya, Riri langsung melepas jaketnya dan kembali menatap Gala yang kini tampak memerhatikan setiap pergerakannya.
"Kenapa?" tanya Riri dengan mata mengerjap polos.
"Lo itu bocil! Gak usah banyak ngebantah gue kaya tadi! Nurut gini kan enak!" dengus Gala kasar. "Males gue kalo lo jadi bocil bandel. Gue kasih ke Ilham mampus lo!"
"Gak mau!" balas Riri dengan pipi mengembung kesal. "Ilham
pelit! Riri gak mau jadi pacarnya Ilham!" "Tapi kalo Alan gak papa deh. Riri ikhlas kok hehe," cengir Riri.
....
.
Bersambung
.
Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian
depresot apa enggak?
Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo❤️🤣💖😁💯🥰💯
Pesan buat Gala?
Pesan buat Riri?
Pesan buat Ilham?
Pesan buat Akbar?
Pesan buat Alan?
Pesan buat Dewa?
Pesan buat Danis?
Pesan buat Amora?
Pesan buat Nenda?
Pesan buat Choline?
Pesan buat siapa aja?
__ADS_1
Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.