
Selamat siang bestie, semoga harimu siang terus
Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepet memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.
Selamat membaca!
....
"Ini digigit nyamuk."
Mata Riri mengerjap beberapa kali. Ia membiarkan tangan Gala menekan pipinya hingga bibirnya mengerucut seperti
mulut bebek.
"Emang iya? Digigit nyamuk?"
"Iya," angguk Gala dengan ekspresi datar. Berharap Riri tidak akan menyadari kegiatannya tadi malam. "Ayo sarapan."
"Riri mau pulang."
Gala menghentikan langkahnya. Cowok itu melepaskan tarikannya di tangan Riri lalu kembali duduk di sebelah Riri.
"Nanti. Sarapan dulu."
"Ini di mana?" tanya Riri memerhatikan kondisi sekelilingnya.
"Apart Ilham."
"Riri mau pulang. Orang-orang pasti nyariin Riri.
Gala bawa Riri tapi gak izin dulu ke mereka."
"Gue menculik lo, masa mau izin dulu?"
"Kan gak sopan."
"Hem, namanya menculik di mana-mana emang gak sopan, Ri. Kalo sopan bukan menculik namanya."
Riri mengetukkan jari telunjuknya di dagu sambil berpikir.
"Riri liat di film-film, kalo diculik itu, tangan sama kakinya bakal diikat pake tali. Terus mulutnya juga dilakban. Kok Riri enggak?"
Menghembuskan napasnya kasar. Gala berusaha tetap sabar dalam menjawab pertanyaan Riri yang mengundang emosi. "Nanti gue lakban mulut lo."
"Pake lakban?"
"Gak ada."
"Terus pake apa?"
Bibir Gala menyunggingkan senyum miring. Cowok itu juga tiba-tiba mendekat. Hingga kini, jarak antara wajahnya dengan wajah Riri hanya sejengkal tangan bayi saja.
"Pake mulut gue, mau?"
Kepala Riri menggeleng cepat. Spontan, gadis itu langsung mundur hingga punggungnya menabrak kepala ranjang.
Melihat ketakutan Riri, Gala lantas menjauh dan berdiri. "Becanda. Ayo sarapan."
__ADS_1
"Riri mau pulang." pinta Riri sedikit merengek.
"Nanti," kekeuh Gala seperti semula. "Kenapa?" tanya Gala melihat Riri tiba-tiba menunduk. Perasaan Gala jadi tidak enak.
Riri mendongak. Menatap Gala dengan berbagai pertanyaan yang hinggap di kepala namun tidak ada keberanian untuk mengutarakannya.
"Gala mau sama Riri, cuma karena Riri cantik dan bego?
Kaya yang Gala bilang di chat kemarin?"
Gala diam. Cowok itu terlihat kebingungan menjawab. "Gak
usah dibahas. Ayo sarapan."
"Riri udah pake gelang dari Gala." Riri menunjukkan gelang berliontin kura-kura yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. "Gelangnya bagus. Riri suka."
Gala yang baru menyadari hal itu, merasa sangat bodoh. Karena sejak tadi malam, dirinya sama sekali tidak sadar jika Riri sudah memakai gelang pemberiannya. Gala pikir, Riri benar-benar akan membuang gelang itu seperti perintahnya kemarin.
Jika Riri membuang gelang itupun, Gala akan berbesar hati untuk memakluminya. Karena kemarin, sikapnya pada Riri memang sangat keterlaluan.
"Kenapa lo pake? Lo gak sakit hati sama ucapan gue kemarin?" Gala kembali duduk di sebelah Riri. "Waktu liat lo nolak ajakan gue di kafe, gue udah mikir kalo sekarang lo pasti udah benci banget sama gue."
"Gala," panggil Riri pelan.
Gala mengangkat sebelah alisnya. "Hem?"
"Mau sebesar apapun kesalahan Gala ke Riri, tetap gak ada orang yang bisa mencintai Riri sebesar cinta Gala."
Gala tertegun mendengar ucapan Riri barusan. Ia tidak
menyangka Riri akan mengatakan kalimat setulus itu. Entah
Kepala Gala mendongak. Ia berusaha mati-matian untuk menahan air matanya yang mendadak mendesak ingin keluar.
Tanpa banyak kata, Gala segera memeluk Riri. Membawa gadis mungil itu ke dalam dekapan hangatnya. Pelukan Gala kali ini tidak berbeda dengan pelukannya di hari-hari lalu. Namun dalam pelukannya kali ini, Riri atau bahkan semua orang yang menyaksikannya, pasti bisa merasakan, pelukan Gala mengisyaratkan, bahwa cowok itu begitu takut kehilangan Riri.
"isse! Gala!"
Riri berusaha melepaskan pelukan Gala yang semakin mengerat. Namun, bukannya terlepas, kini pelukan Gala justru membuat tubuh Riri ambruk ke belakang karena tidak kuat menopang berat tubuh Gala.
Sementara Gala, ia sama sekali tidak peduli dengan protesan Riri. Gala tetap menyamankan pelukannya dengan posisi tubuhnya menindih tubuh Riri.
"Lepasin dulu, Riri gak bisa gerak."
"No!"
"Gala berat kaya gajah."
Gala mendengus tidak suka mendengar ejekan Riri. Ia semakin menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri untuk mencari posisi yang paling nyaman. Tak hanya itu, Gala juga mengendus-endus aroma tubuh Riri yang menjadi favoritnya.
"Gwesjkasjksdjkkkfdsjkksksjkk," ucap Gala tidak jelas karena kepalanya tenggelam di ceruk leher Riri.
"Riri gak paham Gala ngomong apa. Gala baca mantra?"
Gala mengangkat kepalanya. "Gue minta maaf. Gue tau lo bosen denger kata itu. Tapi gue tetep bakal bilang maaf setiap gue merasa bersalah."
__ADS_1
"Riri sebenernya gak marah waktu Gala bilang Riri manja.
Riri lemot, Riri bodoh, Riri bego, Riri cengeng, Riri gak bisa
apa-apa, Riri kaya anak TK." Riri menjeda ucapannya lalu
tersenyum kecut.
"Tapi Riri sedih. Riri baru sadar. Ternyata, selama ini Riri seburuk itu di mata Gala dan mungkin di mata semua orang," lanjutnya.
Gala terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menjawab dengan jujur. "Gue lagi mabuk waktu ngetik itu, Ri. Jangan dibahas lagi."
"Iya, Riri udah tau kalo Gala emang lagi setengah sadar waktu
chat Riri gitu."
"Tau dari mana?" tanya Gala sedikit terkejut mendengar pengakuan Riri. Seingat Gala, ia belum menjelaskan hal itu pada Riri.
"Alan. Kemarin sebelum Gala nyamperin Riri ke kafe, Alan ngasih tau Riri lewat chat."
Gala sedikit memiringkan kepalanya yang kini pindah posisi jadi di atas dada Riri lalu mendongak untuk bertanya. "Bilang apa aja Alan?"
"Itu doang."
"Lo bales?"
"Iya."
"Lain kali kalo ada cowok chat, dibaca aja, gak usah dibales."
"Kenapa?" tanya Riri pura-pura tidak paham. "Gala cemburu?"
"Gak," geleng Gala. "Hemat kuota."
"Kan kalo lagi di rumah, Riri ada waifee."
"Hem! Pokoknya mau Alan atau siapa, baca aja, gak usah dibales. Keenakan, nanti keterusan chat-chat cewek gue."
"Berarti chat Gala juga gak boleh Riri bales?"
....
Bersambung
Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian
depresot apa enggak?
Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo❤️🤣💖😁💯🥰💯
Pesan buat Gala Arsenio Abraham?
Pesan buat Riri(Serina Kalina)?
Pesan buat Ilham?
Pesan buat siapa aja?
__ADS_1
Atau pesan buat author nya juga boleh?
Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.