CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
89.


__ADS_3

Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepat memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.


Selamat membaca!


....


Cowok itu mencegah Riri yang hendak pergi. "Eits, minta nomor WA lo dulu dong, cantik."


"Gak mau dong, jelek!" balas Riri


"Brengsek, nantangin banget." sembari berkacak pinggang.


"Jangan pegang tangan Ri--"


Bugh


Bugh


Bugh


Kedua mata Riri melebar melihat Gala tiba-tiba muncul dan langsung menghajar cowok bermata keranjang yang hendak menyentuhnya itu. Detik berikutnya, Gala langsung membawa Riri keluar dari gedung.


"AAARRRGGGHHH LO NGAPAIN SIH PAKAI BAJU KAYA GITU,


SRI??!!!!"


"LO TAU GAK?! APA YANG BAKAL TERJADI KALO GUE GAK


DATENG TEPAT WAKTU, HUH?!"


Riri menunduk. Ia tidak berani menatap wajah Gala. Apalagi menatap mata Gala yang terlihat begitu merah saking emosinya.


"Tadi Riri cuma mau nyari Gala," cicit Riri begitu pelan. Bahkan suaranya hampir tak terdengar.


Menyugar rambutnya ke belakang, Gala menatap Riri kesal. Bisa-bisanya ia kecolongan, membiarkan gadisnya mengenakan pakaian yang bisa dibilang cukup seksi untuk acara sebesar ini.


Gala juga menyesal tadi sudah mengizinkan Riri berangkat bersama Nenda dan Choline. Kalau tahu akan seperti ini, Gala tidak akan mengizinkan Riri berangkat dengan siapapun, kecuali dengan dirinya.


Namun semua sudah terlanjur. Gala bersumpah tidak akan mengulangi hal ini lagi. Ia tidak boleh kecolongan lagi. Apalagi sampai membiarkan Riri digoda cowok sialan seperti tadi untuk kedua kalinya.



Argh! Bajing**!


Gala terdiam sejenak. Cowok itu berusaha menetralkan deru napasnya yang tidak beraturan. Detik kemudian setelah napasnya cukup tenang, mata Gala tertuju pada bagian atas tubuh Riri yang terbuka.


"****! Baju lo aaarrrggghhh!" umpat Gala mengusap wajahnya kasar.


Gala emosi, ralat, sangat emosi melihat baju yang Riri kenakan sekarang. Bagaimana tidak? Gadis itu mengenakan. Off shoulder dress berwarna hitam yang panjangnya hanya selutut. Pakaian itu memperlihatkan bagian pundak dan dada atas Riri yang putih mulus, ditambah rambut sebahu yang sengaja dibiarkan tergerai. Ah, Hal itu membuat penampilan Riri malam ini menjadi lebih dewasa dengan kesan seksi dan anggun.

__ADS_1


Tentu saja Gala tidak rela dan tidak ingin Riri menjadi pusat perhatian semua orang. Terutama cowok-cowok bermata keranjang yang hobi menggoda cewek seperti cowok tadi.


"Baju Riri salah?" tanya Riri polos dengan bibir mengerucut sebal. Ia bingung kenapa cowok yang Gala hajar tadi melihat dirinya dengan tatapan aneh dan kini Gala juga seperti itu. Bedanya tatapan yang Gala berikan tidak membuat Riri merasa jijik.


Gala mengacak rambutnya frustasi mendengar pertanyaan Riri yang terlampau polos. "ARRRRGGHHH! POKONYA LO GAK BOLEH PAKE BAJU INI!


"Kenapa?"


"YA KARENA LO KELIATAN SEK--****!!!" Gala menjambak rambutnya sendiri. "POKONYA LO GAK BOLEH PAKE BAJU INI!"


"Kecuali di depan gue," lanjutnya pelan.


Dahi Riri mengernyit bingung mendengar ucapan sekilas Gala yang lebih terdengar seperti bisikan daripada ucapan biasa.


"Di depan Gala boleh?" tanya Riri menatap Gala takut-takut.


"POKOKNYA LO GAK BOLEH PAKAI BAJU ITU! LO ITU BOCIL!


GAK USAH ANEH-ANEH!"


Gala menoyor kepala Riri pelan yang langsung diusap-usap oleh gadis itu.


"Tapi baju ini bagus. Kata Nen--"


Belum sempat Riri menyelesaikan ucapannya, Gala langsung menarik pergelangan tangan Riri.


"AYO PULANG!"


"Riri gak mau pulang!" Riri menghempaskan gengaman tangan Gala. Berusaha mengumpulkan keberanian agar Gala tidak berlaku seenaknya. "Riri mau ikut phrom night!"


"Gak usah Phrom night! Prom night! Lo gak butuh acara ini!" bantah Gala kembali mencekal pergelangan tangan Riri. Kali ini Gengamannya lebih kuat dari yang sebelumnya agar Riri tidak mudah terlepas. "Ayo pulang!"


"Riri mau ikut Phrom night!" rengek Riri dengan mata berkaca-kaca. Sudahlah berdebat dengan Gala memang akan selalu membuatnya lemah.


Kedua mata elang Gala menatap Riri tajam dan penuh ancaman. "Nurut atau gue nekat ngelakuin sesuatu yang gak lo suka?!"


Dari hati yang paling dalam, jelas saja Riri ingin memaki, mencaci, marah-marah bahkan kalau perlu menjambak rambut Gala. Namun karena sadar, hal itu percuma dan hanya buang-buang tenaga, Riri lebih memilih diam saat Gala kembali menarik dan memaksanya masuk ke dalam mobil.


Gagal sudah niatnya untuk bersenang-senang dengan kedua sahabatnya. Gagal sudah niatnya berfoto ria bersama Nenda dan Choline dan gagal sudah rencananya untuk membuat kenangan indah di momen spesial yang tidak akan terulang ini.


Semuanya gagal dan itu gara-gara cowok posesifnya yang super duper menyebalkan.


Di dalam mobil Riri sengaja hanya diam. Gadis itu sibuk menautkan jari jemari mungilnya dengan kepala menunduk. Sama sekali tidak mau menoleh atau melirik ke arah Gala.


Entahlah, Riri bingung harus bersikap bagaimana dan seperti apa. Terakhir pertengkarannya dengan Gala berujung fatal karena mereka sama-sama keras kepala. Jadi, kali ini, mungkin Riri lebih memilih menggunakan cara yang elegan. Mendiamkan Gala misalnya. Sampai cowok itu sadar sendiri atas kesalahannya yang terlalu posesif dan pengekang.


"Ke apart gue dulu, kalo langsung pulang, ntar orang rumah.


lo pasti nanya-nanya kenapa kita gak jadi ikut Phrom nigght," ucap Gala di sela-sela fokusnya menyetir.

__ADS_1


Gala kembali bersuara setelah ucapannya lima menit yang lalu tidak Riri respon. "Lo udah makan malem?"


"Kalo belum kita beli makan dulu."


Saat merasa lagi-lagi tak mendapat respon apapun dari Riri, Gala menoleh ke samping. Ia pikir gadis itu tertidur. Nyatanya Riri masih terjaga dan kelihatannya gadis itu memang sengaja tidak mau menjawab pertanyaan dari Gala.


"Mau makan apa?" tanya Gala lagi. Berusaha tetap sabar.


Sementara Riri, gadis itu juga tetap teguh pada pendiriannya. Riri memilih tetap diam seribu bahasa. Meski tahu Gala sudah mulai kesal dengan sikapnya sekarang.


"Hem, punya cewek tulilit kaya Dora!"


Karena kesal diabaikan oleh Riri, Gala melajukan mobil menuju apartemen dengan kecepatan di atas rata-rata. Gala tidak nyaman terjebak di situasi menyebalkan seperti ini. Di mana dirinya tidak dianggap sama sekali. Ya meskipun semua itu terjadi juga karena kesalahan yang ia perbuat sendiri.


"Lo gak mau turun?" tanya Gala begitu mereka sampai di basement apartemen.


Gala keluar dari mobil dan segera mengitari mobil. Cowok itu berniat membukakan pintu untuk Riri. Sayangnya hal tersebut tidak sempat Gala lakukan, karena Riri sudah membuka pintunya sendiri.


"Tumben," heran Gala melihat Riri sudah berjalan mendahuluinya ke arah lift.


"Lo ken--anjing!" umpat Gala spontan saat pintu lift tertutup


sebelum ia masuk.



....


....


BERSAMBUNG!


Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian


depresot apa enggak?


Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo❤️🤣💖😁💯🥰💯


Pesan buat Gala?


Pesan buat Riri?


Pesan buat Choline?


Pesan buat Nenda?


Pesan buat Ilham?


Pesan buat Akbar?

__ADS_1


Pesan buat siapa aja?


Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.


__ADS_2