
Menurut kalian Cerita ini seru gak ya? Engak ya?
Akutu binggung mau di gimanaain dan takut kalian jadi bosen kalok gini-gini aja huhu😭😭😭
Kalian Baca MCG dulu apa langsung baca ini?
Baca ini dong gak usah baca MCG juga gak papa sih sebenernya
FOLLOW dulu ya biar nanti Chapter nya gak
Kalian Kangen sama keromantisan Sri Gala gak sabar Kawal sampe Ending ini?"*_
Vote Dan Komen lebih banyak dari
Chapter sebelumnya, Aku langsung update ya, 💖 3k Sabi kali ya. yang baca aja lebih dari 4k tiap Chapter nya. Heran sama manusia yang gak mau Vote.
Hai, buat yang gak suka karena di cerita ini
karena mereka masih SMA. ya udah di baca dulu dan di nikmati. sapa tau jadi suka. mungkin aja nanti kamu nya jadi suka baca ceritanya.
Jam berapa kalian baca chapter ini?"
Ayo komen yang banyak!"
Budayakan Vote sebelum membaca, biar nanti
ngga lupa karena keasyikan baca ya 3<
*******
"Riri," jawab Gala sembari memandangi wajah Riri yang damai dalam tidurnya. "Gala takut Riri belom siap, pa."
"Gala gak mau maksa Riri nikah. Gala maunya
kita berdua sama-sama siap dan sepakat."
Abraham mengerti. "Kalian bisa bicarakan dulu kalo soal itu. Nanti kalo emang kalian berdua beneran udah siap. Baru papa yang ngomong ke papanya Riri."
Gala mengangguk. Meski dalam hati Gala sudah yakin, Riri pasti tidak mau menikah secepat itu. Apalagi mereka belum lulus sekolah.
"Mama udah beresin, Gal." Anita datang setelah Gala dan Abraham puas mengobrol panjang lebar.
"Makasih tante," senyum Gala ramah.
"Ri?" Gala menepuk-nepuk pipi Riri pelan. Membuat gadis itu menggeliat dalam tidurnya.
"Sayang, bangun dulu," ucap Gala lembut saat Riri tak kunjung membuka matanya.
"Hem?" Mata Riri Berkedip perlahan.
"Pindah ke kamar."
Riri mengganti posisinya menjadi duduk dengan bantuan Gala. Gadis itu menatap cangkir kopi di meja.
"Itu apa? Riri mauu..." Tunjuk Riri ke meja.
__ADS_1
Gala menjawab. "Itu kopi, pahit. Lo gak bakal suka. Lagian bangun-bangun minta kopi. Lawak lo."
"Suruh coba dulu, Gal. Kali aja Riri suka. Kopi buatan papa enak loh. Beda dari yang lain." Abraham terkekeh melihat wajah cemberut Riri karena diomeli Gala.
"Beneran mau?" Tanya Gala lagi. Pasalnya Gala itu sudah sangat hafal dengan sikap Riri. Bilangnya mau tapi ujung-ujungnya hanya penasaran saja.
Kepala Riri mengangguk sambil mengucek-kucek matanya yang masih ngantuk. "Maauuu..."
Gala mengambil satu cangkir kopi di depannya. Sebelum memberikannya ke Riri, Gala memastikan kalau kopinya sudah tidak panas lagi.
"Nih." Dengan hati-hati Gala membantu Riri meminum kopi itu. Detik pertama aman, detik kedua aman. Namun di detik berikutnya....
BYURRRR!!!
"KOK PAIT? RIRI GAK SUKA IH!" Histeris Riri setelah menyemburkan kopi ke wajah Gala.
Gala memejamkan mata menahan emosi. "Habis lo sama gue, Sri!"
"Gala jangan marah!" Riri naik ke atas perut Gala yang sedang asyik bermain game dengan posisi tidur terlentang. Cowok itu masih terlihat kesal dengan kejadian tadi malam. Di mana Riri menyembur wajahnya dengan kopi hitam.
"Gala ih!" Riri meletakkan kepalanya di atas dada bidang Gala. "Riri minta maaf."
Gala menyingkirkan tangan Riri yang mengusap-usap rahangnya. "hem! Ganggu banget!"
"Gala ih!" Riri merebut ponsel milik Gala lalu membuangnya asal. Hal itu tentu saja membuat Gala geram bukan main.
Untung saja ponsel Gala masih terjatuh di atas tempat tidur. Tidak sampai jatuh ke lantai.
"Lo apa-apaan sih?!" Ketus Gala mendorong tubuh Riri hingga terjatuh ke samping. Membuat Riri langsung tengkurap dengan menenggelamkan wajahnya di atas bantal.
"****! Gue kalah gara-gara lo!" Umpat Gala melihat game yang ia mainkan di ponselnya tadi sudah keluar sendiri karena ulah Riri.
"Bocil sialan!"
Tidak lama kemudian setelah Gala kembali bermain game dan membiarkan Riri merajuk. Pintu kamar diketuk oleh Anita.
Tok tok tok
"Gala, Riri, ayo sarapan. Sarapannya udah siap."
"Iya, nanti Gala sama Riri nyusul. Mau mandi dulu," jawab Gala.
"Mama tunggu yaa."
"Iya." Gala beralih menatap Riri yang masih bergeming dalam posisi tengkurap nya sejak tadi.
"Lo mau pulang apa nginep sini lagi?" Tanya Gala tidak ada lembut-lembutnya. "Habis sarapan gue langsung pulang. Kalo lo masih diem kaya gini, gue bakal tinggalin lo di sini. Gak peduli mau pulang naik apa."
Riri mengangkat kepalanya dengan wajah sembab. "Riri kesel sama Gala!"
Gala menaikkan sebelah alisnya. "Lo kesel sama gue? Gue yang harusnya kesel sama lo bego!" Balas Gala ngegas.
"Riri gak bego huuaaa...." Riri mulai menangis membuat kepala Gala ingin pecah rasanya. Selalu saja berakhir seperti ini.
"Riri gak bego! Riri gak bego huaaa...."
__ADS_1
"Nangis aja sampe puas. Gue mau mandi."
Tanpa rasa kasihan Gala meninggalkan Riri ke kamar mandi. Daripada meladeni Riri yang cengeng lebih baik ia mandi dan segera sarapan. Begitulah pikir Gala.
"Anj....ya Tuhan! Lo ngapain di sini?!" Kaget Gala.
Bagaimana Gala tidak kaget? Saat Gala keluar dari kamar mandi. Tiba-tiba Riri sudah duduk di depan pintu lalu memegangi kaki Gala.
Riri tidak menjawab. Gadis itu semakin mempererat pelukannya di kaki Gala dengan kedua mata berair yang terus mengedip penuh harap.
"Lepas, Ri!" Gala berusaha melepaskan tangan Riri dengan berjalan. Tapi bukannya terlepas. Kini Riri justru ikut terseret sesuai dengan langkah kaki Gala.
"Hem! Lo mau jadi suster ngesot apa?!" Frustasi Gala mengusap wajahnya kasar.
Riri menggeleng dengan wajah polosnya. "Riri gak mau jadi suster ngesot. Cita-cita Riri kan jadi dokter bukan jadi suster. Kalo Riri jadi dokter ngesot boleh gak?" Tanya Riri polos.
Gala memejamkan mata berusaha sabar. Menghadapi Riri memang membutuhkan mental yang kuat. Kalau tidak, mungkin Gala bisa depresi. "Cuma di mata lo doang dokter gak ada harga dirinya. Mana ada dokter ngesot, hem!"
"Lepas! Lepas! Gue mau sarapan!"
"Gak mau huuaaa ..." Riri kembali menangis meraung-raung. "Jangan tinggalin Riri..."
******
DAHLAH FREND AKU GAK KUAT NULIS KEUWUAN GALA & RIRI !!!
APA KALIAN SUDAH TER GALA - GALA ???
Gimana chapter ini kalok aku baper banget Sampek pengen banting pacar baru mantan.😞🙏
Lanjut gak?
Pesan buat Gala?
Pesan buat Riri?
Pesan buat Abraham (ayah Gala)?
Pesan buat Anita (ibu sambung Gala)?
Pesan buat om Eza (Ayah Riri)?
Atau buat siapa aja, author juga boleh:
Mau up kapan? spam disini!!!! semakin banyak yang komen dan vote semakin cepat juga up nya.
Jangan ketinggalan spam nya pakai emoji💖 yang banyak ya:
SEE YOU❤️❤️
******
.
.
__ADS_1
.