CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
85.


__ADS_3

Selamat pagi bestie, semoga harimu menyenagkan terus


Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepat memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.


.


Selamat membaca!


.


....


"Kata lo tadi, gue kalo lapar bisa berubah jadi kucing? Sekarang gue lapar, pengen makan lo!" balas Gala. "Raawwrrr!"


"Nanti Riri habis, Gala nangis. Jangan dimakan, ih!" omel Riri. "Mending disayang aja," tambahnya malu-malu.


Gala tertawa renyah. "Bisa aja lo bocil ingusan."


Kala mengingat sesuatu, Gala langsung menegakkan kepalanya. "Eh iya, mau makan es krim yang mana dulu? Biar gue bukain. Tadi gue beliin dua. Rasa coklat sama rasa stroberi."


"Gala suka es krim yang rasa apa?" jawab Riri bertanya balik.


Gala mengernyitkan dahi. "Hem, malah nanya gue. Kan ini buat lo! Bukan buat gue, Sri!"


Riri meralat. "Buat kita. Kita makan bareng. Riri satu, Gala satu." Senyum Riri mengembang kian lebar. Gadis itu mengambil satu es krim yang rasa coklat lalu memberikannya pada Gala.


"Gala rasa coklat, ya. Riri mau yang rasa stroberi aja."


"Gue gak suka es krim, Sri. Ini buat lo dua-duanya," tolak Gala. Dari dulu Gala memang tidak terlalu menyukai makanan yang manis-manis. Apalagi es krim.


Bibir Riri manyun seperti bebek. "Ya udah, Riri juga gak mau


makan es krim kalo Gala gak mau!"


Riri kembali meletakkan es krim rasa stroberi yang sempat ia


ambil ke dalam kantong kresek.


Melihat respon Riri. Gala mendengus pelan. Gala lantas membuka kemasan es krim rasa coklat yang tadi Riri berikan untuknya. "Nih, gue makan es krimnya. Ayo cepat, lo makan es krim lo juga."


Riri menunjukkan senyum khasnya.


Akhirnya Gala mau menurut. "Bukain hehe."


"Buatin hihi," tiru Gala tapi tetap melakukan apa yang Riri suruh. Gala membuka kemasan es krim itu dengan sangat mudah.


"Riri gak bisa, ih! Susah!"


Gala memberikan es krimnya pada Riri dan langsung diterima oleh Riri dengan senang hati.


"Segala macem makanan atau minuman, lo pasti gak bisa


buka sendiri. Coba sekali-kali gak bisa buka baju gitu. Biar gue enak."


"Enak kenapa?" Riri bertanya tanpa menoleh ke Gala.


Karena sekarang, gadis itu fokus menikmati es krimnya.

__ADS_1


"Enak pokoknya."


"Gala?"


"Apa?"


*Kata orang, kalo lagi mabuk, itu ngomongnya bakal jujur. Waktu chat Riri kemarin kan Gala lagi mabuk. Artinya apa yang Gala bilang soal Riri, itu jujur kan?"


"Uhuk!" Gala menepuk-nepuk tenggorokannya. Ia kaget


dengan pertanyaan Riri, hingga membuatnya tersedak.


"Gala mau minum gak? Riri ambilin, ya?"


"Gak usah," cegah Gala menarik pergelangan tangan Riri. Membuat gadis dengan posisi setengah berdiri itu kembali duduk seperti semula. "Gue gak papa."


"Ri?"


"Iya?"


"Jangan bahas itu lagi, ya?"


Riri menunduk. "Maaf ya, tadi Riri cuma mau nanya aja karena penasaran dan kepikiran terus. Riri gak ada maksud buat ngajak Gala berantem atau debat."


"Gak papa, sayang." Gala meletakkan es krimnya asal. Lalu tangannya bergerak untuk mengusap sekitaran bibir Riri yang belepotan karena sisa es krim.


Gala mengusapnya dengan tangan kosong tanpa rasa jijik sedikitpun. Terlihat begitu telaten dan terbiasa. "Kebiasaan banget sih, bocil, kalo makan suka belepotan."


Riri tertawa pelan. "Biar dibersihin sama Gala."


Tidak langsung menjawab, Riri pura-pura berpikir terlebih dahulu. "Em, gunanya Riri punya Gala?"


"Bisa aja lo, bocil!" Gala mengacak-acak poni depan Riri dengan mata yang terus menatap mata bulat itu begitu lekat.


"Gala es krimnya dimakan dong lagi, dong! Itu masih banyak, ih!" tunjuk Riri ke es krim milik Gala yang cowok itu telantarkan.


Satu sudut bibir Gala yang terdapat luka, terangkat. Membentuk senyum smile. "Makan es krim lo aja, gimana?"


"Maksudnya?"


"Ini."


Riri segera melemparkan tatapannya ke jari Gala yang kini menunjuk ke arah sudut bibirnya. Di sana memang terdapat sedikit sisa es krim yang tadi sengaja belum Gala usap.


"Boleh, ya?" tanya Gala sangat pelan hampir seperti gerakan


bibir saja.


Tubuh Riri membeku seketika saat Gala terus memajukan wajahnya. Hingga napas mereka berdua berhembus saling beradu satu sama lain.


"Gala mau ngap--" Riri kembali bungkam begitu merasakan rasa dingin yang menempel di ujung bibirnya. Ya, Gala benar-benar membersihkan sisa noda es krim di ujung bibir Riri menggunakan bibir cowok itu langsung.


"Manis, enak," ucap Gala santai selesai melakukannya.


"Mau yang lebih?" tawarnya dengan satu alis terangkat. Menggoda Riri.


Riri menggeleng cepat. "Gak mau! Tadi siang

__ADS_1


waktu di apart Ilham kan--"


"Oke, gak papa," potong Gala. Gala tersenyum sembari menggerakan satu tangannya untuk merapikan anak rambut Riri yang berterbangan tertiup angin. "Lo cantik banget malem ini. Rasanya gue jatuh cinta lagi kaya awal pertemuan


kita." "Awal ketemu Riri, Gala masih kecil. Masih umur tujuh tahun dan Riri enam tahun. Masa udah jatuh cinta? Gala tertawa. Tawa yang jarang sekali orang lain lihat. Tawa lepas tanpa beban. "Kadang jatuh cinta emang sebercanda itu, Cil." "Maksudnya?" tanya Riri tak paham. Salahkan saja otaknya yang memang agak lemot. Ralat, sangat lemot.


"Gak usah dipikirin."


Gala hendak menyandarkan kepalanya di pundak Riri, namun gagal kala Riri memperingati.


"Gala es krimnya kena baju!"


"Hem, sialan," umpat Gala melihat bajunya yang ketumpahan es krim yang tidak sengaja ia senggol. "Gala mau ganti baju? Atau mandi sekalian di kamar Riri?


Abis itu Riri Obatin lukanya. Biar malem ini Gala bisa bobo


nyenyak," tawar Riri.


Spontan Gala bertanya. "Gue bobo di mana?"


"Di apart Gala dong. Gala gak mau pulang?"


"Longusir cowok lo?"


Riri mendengus kasar. Dengan cepat gadis itu berdiri dari duduknya. "Gak gitu! Udah ah, mending Gala mandi di kamar mandi Riri, abis itu ganti baju. Baju Gala yang dulu pernah Riri pakai, masih ada kok."


"Ya udah."


"Ya udah apaan?"


"Tarik gue," suruh Gala mengulurkan kedua tangannya.


"Gala berat, ih! Kebanyakan dosa!" ejeknya setelah mencoba menarik tangan Gala tapi tidak berhasil.


"Mulut lo bocil!" peringat Gala tak suka.


.


****Bersambung****


.


Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian


terngiang-ngiang apa enggak ya?


Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo😁🤣😂🥰❤️💖💯


Pesan buat Gala Arsenio Abraham?


Pesan buat Riri(Serina Kalina)?


Pesan buat siapa aja?


Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.


Spam datang pake emoji 💖:

__ADS_1


__ADS_2