CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
97.Markas Drax


__ADS_3

Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepat memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.


.


Selamat membaca!


.


....


"Pilihan pertama, lo kuliah di luar negeri. Ambil jurusan apapun yang lo mau, terus lo tinggal fokus kuliah. Gak usah mikirin urusan bisnis bokap lo karena semua bakal gue handle sampai lo lulus kuliah."


"Pilihan kedua, lo boleh kuliah di kampus manapun sesuai keinginan lo. Tapi jurusan gue yang nentuin dan pastinya lo bakal gue kasih tanggung jawab buat urus bisnis bokap lo mulai dari sekarang."


Agam mengangkat kedua alisnya. "Simpel, kan?"


"Simpel di mata lo, enggak di mata gue anjing!" umpat Gala dalam hati.


"Serah lo dah, Bang! Gue balik!" pamit Gala. Daripada mendengar ocehan Agam yang berpotensi membuatnya semakin jengkel, lebih baik ia pergi secepat mungkin.


"Bentar!" Agam mengejar Gala yang sudah berdiri tepat di


depan pintu.


Gala berbalik badan. Mengangkat sebelah alisnya, Gala seolah bertanya pada Agam, kenapa?


"Ada hal penting yang pengen gue kasih tau ke lo."


"Cepat."


"Duduk dulu," ajak Agam menggerakkan bola matanya ke arah sofa.


"Hem! Tinggal ngomong doang susah amat. Gue buru-buru.


Lagian hal yang menurut gue penting itu cuma hal yang


berhubungan sama Riri. Kalau enggak, ya artinya hal itu gak


penting."


Agam menatap Gala dengan tatapan sulit diartikan. "Kalo hal itu mengenai nyokap kandung lo, gimana?"


******


"Gak seru ah, masa kita berempat kuliah di kampus yang sama," celetuk Ilham membuat ketiga temannya menatapnya aneh.


Malam ini mereka berempat sedang asyik menikmati sisa-sisa waktu sebelum mereka resmi menjadi mahasiswa dengan berkumpul di teras markas Drax. Mereka sadar, kemungkinan besar ketika mereka sudah menginjak dunia perkuliahan, mereka akan jarang ada waktu untuk sekedar berkumpul bersama seperti malam ini. Mereka akan sibuk dengan tugas-tugas kuliah yang lebih berat dari tugas semasa mereka menjadi siswa SMA kemarin.


"Aneh lo," ejek Akbar. "Orang lain mah pengen satu kampus sama temennya, lo malah gak mau."


Ilham menatap Akbar sok serius. "Emang kita temen, Bar?"

__ADS_1


"Bodo amat! Serah lo dah, Ham."


"Emang kenapa kalo kita satu kampus?" tanya Gala penasaran. Sejak tadi Gala memilih diam karena malas menanggapi ocehan Ilham yang sebenarnya tidak penting.


Lagi pula, sejak kapan ucapan Ilham penting?


"Gak kenapa-kenapa sih, Gal. Cuma kalo kita gak sekampus kan biar dramatis sedikit. Jadi nanti di antara kita ada kaya


semacam perpisahan-perpisahan gitu."


"Lo mati aja, biar ada perpisahan," cetus Alan membuat Gala dan Akbar terbahak.


Sementara Ilham, cowok dengan hoodie berwarna army itu langsung menelan ludahnya kasar. Alan sekali bicara memang langsung menusuk ke ulu hati.


Ilham mendengus kasar. "Buset, Lan. Ucapan adalah doa. Kalo gue beneran mati, nanti kalo lo jadi sad boy lagi, lo gak ada temennya."


Alan menatap Ilham tajam. Ucapan Ilham barusan secara tidak langsung mengatakan kalau suatu saat Alan akan menjadi sad boy karena ditinggal oleh Meisya-pacarnya. "Maksud lo?"


Seperti biasa, Ilham hanya nyengir tak berdosa kalau Alan sudah menampakkan ekspresi menyeramkan seperti sekarang. "Hehe becanda, Lan. Sama kaya ucapan lo barusan. Becanda juga, kan?"


Alan kembali sibuk dengan buku yang ia baca. Tidak mau lagi menanggapi ucapan Ilham yang berpotensi membuatnya lebih kesal.


"Lo sama Riri gak jadi ambil jurusan yang sama, Gal?" tanya Akbar seraya meminum minuman rasa matcha yang ada di meja.


"Gak jadi. Gue ambil manajemen bisnis, Riri ambil sastra


indonesia."


"Sorry, lupa," balas Akbar santai. "Lagian, pelit amat lo, Ham. Pantes Nenda gak mau."


"Bukan masalah pelit! Itu matcha rencananya mau gue kasih ke Nenda! Udah gue kasih bubuk jampi-jampi biar Nenda suka ke gue!"


Akbar yang sedang meminum minumannya sendiri langsung tersedak mendengar penjelasan Ilham. "Bangsat! Gue udah minum dikit. Terus gimana kalo gue suka sama lo, Ham?" panik Akbar.


"Makanya jangan sembarangan!" semprot Ilham. Ilham memajukan badannya lalu bertanya dengan suara pelan.


"Btw, sekarang lo udah mulai suka sama gue gak, Bar? Gue langsung keliatan ganteng, gak?"


Ilham membenarkan rambutnya dengan raut wajah penuh percaya diri. Sementara Akbar, jangan tanyakan lagi, sudah pasti cowok itu merasa geli mendengar penuturan Ilham yang ngawur.


"Gila lo! Gue masih normal!"


"Ah masa?" goda Ilham menaikturunkan sebelah alisnya sok ganteng.


"Anjin*! Gue lempar kursi ya muka lo!" ancam Akbar.


"Hahahaha! Ngaku aja kalo lo mulai suka sama gue, Bar.


Gak usah salah tingkah gitu dong!"


Mata Akbar semakin melotot. "BENERAN GUE LEM--"

__ADS_1


"Berisik!" ujar Alan membuat Akbar dan Ilham langsung memelankan suara mereka. Sedangkan Gala, ia cukup diami menjadi penonton drama mereka malam ini.


"Hem! Gila lo, Ham. Jaman sekarang masih percaya pelet gak


jelas gitu!" dengus Akbar.


Ilham mengangkat minuman rasa matcha kesukaan Nenda. "Percaya gak percaya, apa salahnya nyoba? Lagian gratis juga bubuk jampi-jampi nya. Gak pakai bayar kaya dukun dukun gitu."


"Siapa tau, habis minum ini Nenda beneran suka ke gue," lanjut Ilham penuh harap. "Gue capek ngejar Nenda mulu. Gue udah kehabisan cara buat ngejar Nenda."


Ilham menampakkan wajah melasnya. "Gimana ya caranya biar gantian Nenda yang ngejar-ngejar gue?"


"Jadi copet. Ambil dompetnya," celetuk Alan dengan nada datar dan tatapan tetap fokus ke buku.


Semua orang, kecuali Ilham tertawa mendengar saran Alan


yang cukup sesat namun masuk akal.


"Anjir, jadi copet dong gue?" protes Ilham. "Masa


ganteng-ganteng jadi copet!"


Akbar membenarkan ucapan Alan. "Tapi bener juga, Ham. Kalo lo jadi copet, ambil dompetnya Nenda, Nenda pasti bakal ngejar-ngejar lo. Hahahaha!"


.


Bersambung


.


Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian


depresot apa enggak?


Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo❤️🤣💖😁💯🥰💯


Pesan buat Gala Arsenio Abraham?


Pesan buat Riri?


Pesan buat Agam?


Pesan buat Alan?


Pesan buat Akbar?


Pesan buat Ilham?


Pesan buat Nenda?


Pesan buat siapa aja?

__ADS_1


Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.


__ADS_2