CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
Rencana ke Kafe


__ADS_3

FOLLOW dulu ya biar nanti Chapter nya gak Kalian Kangen sama keromantisan SriGala gak si Siap Kawal sampe Ending?


Vote Dan Komen lebih banyak dari


Chapter sebelumnya, baru update ya💖


Sabi kali ya. yang baca aja lebih dari 4k tiap Chapter nya. Heran sama manusia yang gak mau Vote.


.


.


******


Menghela napas, Choline langsung menggoyang-goyangkan pundak Riri menggunakan kedua tangannya setelah meletakkan ponselnya di atas meja.


"Ri! Woi! Ri!" Pekik Choline cukup keras. Untung saja, guru di kelas mereka sedang keluar dan belum kembali sejak lima belas menit yang lalu. Kalau tidak, sudah pasti Choline akan diomeli oleh guru matematika yang terkenal killer itu karena berisik.


Riri menatap Choline kesal. "Ih kenapa sih?!" Protes Riri tak suka. "Choli jangan goyang-goyang badan Riri! Riri lagi gak mau goyang!"


"Dih!" Ingin rasanya Choline mencakar wajah polos Riri saking gemasnya. Tapi cukup kalian ketahui, Choline tidak akan pernah melakukan hal itu sampai kapanpun. Karena meski terlihat galak dan judes, Choline itu sangat menyayangi Riri. Ia sudah menganggap Riri seperti adiknya sendiri. Begitupun dengan Nenda.


"Lo mikir apaan, Ri? Kok dari tadi ngelamun terus?" Nenda menatap Riri penasaran. Namun yang ditatap justru hanya diam.


"Hem! Lo mikir apa sih?" Sungut Choline. "Mikir Gala? Cowok lo yang bucin itu gak bakal berpaling dari lo. Jadi ngapain dipikirin. Buang-buang waktu."


Dalam menghadapi Riri, Choline memang tidak bisa sesabar Nenda. Pasalnya Nenda sudah mengenal Riri sejak TK. Sementara Choline baru mengenal Riri saat mereka kelas satu SMA. Jadi wajar, jika Nenda sudah sangat fasih dengan sikap Riri. Ditambah Nenda memang tipe gadis yang kalem. Berbanding terbalik dengan Choline yang dasarnya ceplas-ceplos dan bar-bar.


Riri mendengus kasar. "Riri lagi mikirin Joko ih!"


Choline menepuk jidatnya sendiri. Jadi sejak tadi, Riri melamun hanya karena mikirin Joko? Si Ikan Koi kesayangannya itu?


"Ya Tuhan, Joko lagi, Joko lagi. Rasanya gue pengen goreng tuh ikan Koi, biar lo gak mikirin dia mulu."


"Choli jahat ih!" Riri memukul lengan Choline sebal. Enak saja Joko mau digoreng. Langkahi dulu mayat Riri. "Riri itu kepikiran, sekarang Joko lagi apa ya? Joko udah dikasih sarapan belum sama mama?"


"Pasti udah," sahut Nenda. Agar Riri bisa lebih tenang. "Tante Vina gak mungkin lupa, Ri."

__ADS_1


Riri mengangguk dengan senyum cerahnya. "Iya juga ya, pasti udah dikasih sarapan sama mama. Tapi, Riri penasaran, sekarang Joko lagi apa?"


"Lagi renang lah," sahut Choline asal. "Ya kali Joko lagi nonton televisi."


"Tapi Joko emang suka nonton televisi ih!" Balas Riri membuat Choline melotot kaget. "Choli gak tau ya? Riri itu hadapin aquarium Joko ke arah televisi biar Joko bisa nonton televisi. Terus kalo malem Riri juga suka nyalain televisi biar Joko gak kesepian."


"Nonton apa si Joko, Ri?" Tanya Nenda sengaja ingin membuat Choline semakin kesal. Memang mereka berdua itu kompak seperti emak dan anak kalau kata Choline.


"Drama perikanan," dengus Choline memutar bola mata merasa jengah.


Riri mengingat-ingat acara apa yang pernah ia tonton kan pada Joko. "Banyak sih. Tapi yang paling sering kalo siang-siang habis pulang sekolah, Riri pasti tonton in sinetron ke Joko. Itu loh yang judulnya, ternyata ibuku adalah anak nenekku."


"Nen Nen tau gak?"


Nenda tertawa ngakak. "Tau, tau, bagus tuh, Ri. Joko pasti seneng."


"Iya ih! Joko seneng banget sampe dia lompat-lompat!" Ucap Riri girang. Tatapan Riri beralih pada Choline. "Choli tau sinetron itu gak?"


"Bodo amat!" Decak Choline. "Gimana? Nanti pulang sekolah jadi gak?" Tanya Choline menatap Nenda lalu Riri. Ia tidak mau membahas Joko si ikan Koi tidak berguna itu. Lebih baik membahas rencana tadi.


Mata Riri mengedip beberapa kali. Riri ingin, tapi apakah Gala akan mengizinkannya?


Mengingat cowok itu memang sangat posesif dan mengekang akhir-akhir ini. Riri menampakkan wajah sedihnya. "Riri takut Gala gak izinin," ucapnya lirih takut membuat kedua sahabatnya kecewa atau bahkan marah.


"Ntar gue bantu lo izin," sahut Choline. "Keterlaluan sih kalo Gala gak kasih izin. Padahal lo perginya sama kita-kita, lo pasti aman lah."


"Gala kan emang gitu, Lin." Nenda menghela napas pelan. "Jangan sampe gak izin ke Gala kaya waktu itu. Nanti dia ngamuk. Serem."


Nenda bergidik ngeri mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu. Di mana saat itu Riri tidak izin pada Gala. Gadis itu diam-diam pergi ke kafe dengan Choline dan Nenda. Ujung-ujungnya, saat Gala tahu, cowok galak itu langsung mendatangi mereka ke kafe. Gala marah-marah dan langsung menyeret Riri pulang. Tapi untung saja keadaan kafe waktu itu sepi karena sedang hujan deras. Jadi saat Gala berbuat ulah, keadaan sekitar mereka tidak terlalu heboh.


Mungkin ada beberapa orang yang merekam kejadian itu dan dengan sengaja menyebarluaskan ke berbagai media sosial. Namun dengan cepat Gala bisa membereskannya. Hingga video-video itu sudah lenyap entah kemana.


"Nanti izinnya baik-baik pasti diizinin," kata Choline meyakinkan.


Riri menatap Choline dan Nenda ragu. "Kalo misalnya gak diizinin sama Gala. Kalian pergi tanpa Riri, gak papa kan?"


"Ah, gak asyik lo, Ri. Kita harus lengkap bertiga. Biar bisa foto bareng di sana. Gue mau pamer ke orang-orang kalo punya sahabat."

__ADS_1


Nenda menatap Choline. "Tapi kasihan kalo Riri gak diizinin, Lin. Lo kaya gak tau sikap posesif Gala aja. Pasti Riri bakal diomel kalo maksa."


"Dah lah, nanti gue bantu ngomong," putus Choline seolah berani menghadapi Gala. "Ntar lo juga bantu gue, Nen. Biar kalo tuh singa ngamuk, gak gue doang yang diamuk."


Choline bukannya takut pada Gala. Hanya saja, ia terlalu malas untuk menghadapi sikap egois cowok yang satu itu. Gala memang selalu ingin menang sendiri tanpa memikirkan bagaimana perasaan Riri.


"Beneran lo harus bantuin gue, Nen," ucap Choline lagi.


"Iya," angguk Nenda menatap Choline serius. "Bantu doa," kekehnya.


"A*J**G... itu saja."


******


DAHLAH FREND AKU GAK KUAT NULIS KEUWUAN GALA & RIRI !!!


APA KALIAN SUDAH TER GALA - GALA ???


Gimana chapter ini kalok aku baper banget Sampek pengen banting pacar baru mantan.😞🙏


Lanjut gak?


Pesan buat Gala?


Pesan buat Riri?


Pesan buat Danis?


Atau buat siapa aja, author juga boleh:


Mau up kapan? spam disini!!!! semakin banyak yang komen dan vote semakin cepat juga up nya.


Jangan ketinggalan spam nya pakai emoji💖 yang banyak ya:


SEE YOU❤️❤️


******

__ADS_1


__ADS_2