CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
76.


__ADS_3

Selamat siang bestie, semoga harimu siang terus


Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepet memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.


Selamat membaca!


....


"Lagian si Danis juga caper amat, pake ngasih kalung ke Riri. Gak punya cewek apa? Kasih ke ceweknya kek."


"Kaya lo punya cewek aja, Ham, Ham!" ledek Akbar pada Ilham. "Cewek inceran lo aja direbut sama kembaran Danis,


lo nya plongak-plongok doang."


"Liat aja ntar, Bar. Nanti Nenda nikahnya sama gue."


"Iyain dah, biar lo seneng."


"Gal, lo udah tau siapa orang yang ngefoto lo dan Amora di pinggir jalan waktu itu, sampe Riri salah paham?"


Gala membuyarkan lamunannya lalu menatap Alan terkejut. Hampir saja Gala melupakan masalah itu. "Gue belom tau. Kenapa lo tiba-tiba nanya itu, Lan?"


Alan menggeleng. "Gak papa. Lo gak coba lacak


nomor yang ngirim foto itu ke Dewa?"


"Itu masalahnya, kata Dewa chat nya tiba-tiba kehapus.


Dia juga gak inget sama sekali."


Alan terdiam. Apa dugaannya selama ini benar?


"Gal, lo jadi kuliah di mana? Bareng sama Riri?"


Gala menggeleng. "Gak tau, Ham. Gue pusing."


"Lo, Lan?"


"Udah."


"Udah apaan? Setengah-setengah mulu kalo ngomong," kesal Ilham.


"Udah, lo gak usah tau."


Akbar tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Alan yang membuat Ilham semakin kesal. "Makanya gak usah kepo lo, Ham. Hahahahahahaha!!!"


Drttt....drttt...drrt...


"Riri?" tanya Alan melihat Gala menatap ponselnya cukup lama.

__ADS_1


Gala menggeleng. "Tante Asti. Bunda pantinya Dio."


.....


Gala merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia kepikiran mengenai Riri, ia bingung harus bagaimana sekarang. Ingin


meminta maaf atas ucapannya tadi. namun dirinya juga


Kesal pada Riri yang tidak mau menurut.


"Aarrrggghhhh!!!!" Gala mengacak-acak rambutnya frustasi. "Danis sialan! Ini semua gara-gara Danis! ****!"


Drttt...drtt...drtt...


Gala menatap layar ponselnya kesal. "Ck! Padahal gue udah bilang gak bisa. Masih aja ditelfon," gerutunya.


Gala mengangkat telfon dari Asti malas-malasan. "Halo,


Bun?" ucapnya berusaha tetap sopan meski sedang kesal.


"Halo, nak Gala. Maaf ya Bunda ganggu lagi."


"Gak papa, kenapa Bun?"


"Jadi gini, polisi mau nanya-nanya tentang kronologi kecelakaan Amora. Kamu sebagai orang yang telah menolong Amora sekaligus yang menjadi saksi karena kemarin kamu tau kondisi di sana, kira-kira, besok bisa datang ke sini gak, nak Gala?"


"Nak, Gala?" panggil Asti lagi.


Gala membuyarkan lamunannya. "Besok saya harus ke sana jam berapa, Bun?"


"Sekitar jam sembilan atau jam sepuluh pagi.


Kamu bisa gak? Bunda gak maksa kok."


"Saya usahakan ya, Bun."


"Terima kasih ya nak Gala. Bunda jadi gak enak ngerepotin kamu terus."


"Sama-sama, Bunda."


"Oh iya, barusan Amora nanyain kamu. Dikira Amora, malam ini kamu bakal dateng ke sini lagi. Dia pengen ngobrol sama kamu katanya. Padahal tadi Bunda juga udah kasih tau ke dia kalo malam ini kamu gak bisa datang."


"Maaf, Bun. Seperti yang udah saya jelaskan tadi. Kalo sekiranya ada hal penting mengenai masalah kecelakaan kemarin, saya pasti usahakan datang. Tapi kalo tidak ada hal penting semacam itu, saya gak enak kalo datang ke sana terus. Selain malam ini saya gak bisa datang karena ada kepentingan lain, saya juga udah punya ikatan sama Riri. Kalo Riri tahu saya ke Amora terus, nanti Riri dan keluarganya, bisa salah paham."


Gala menjeda ucapannya lalu menarik napas dalam-dalam. "Jadi, saya mau kedekatan saya dengan Amora sewajarnya saja. Biar gak terjadi kesalahpahaman di mata orang-orang."


Sebenarnya Gala merasa tidak enak berkata demikian pada Asti. Namun setelah ia pikir ulang, menurut Gala, ini adalah keputusan terbaik, agar Asti tidak menyalah artikan kebaikannya pada Amora. Karena selama ini, apapun yang Gala lakukan pada Amora, niatnya hanya ingin sekedar membantu gadis itu. Gala tidak mempunyai maksud lain atau maksud tertentu.


Terdengar deheman dari seberang sana setelah Gala menjelaskan keresahannya selama ini. Sepertinya Asti merasa sedikit tertampar dengan penjelasan dari Gala.

__ADS_1


"Ah, iya, Bunda paham kok nak Gala. Bunda gak mau maksa kamu juga. Bunda cuma cerita aja. Sekali lagi terima kasih ya. Telfonnya Bunda tutup dulu."


Gala menghela napas berkali-kali sebelum mengetuk pintu di depannya. Seperti janjinya pada Agam kemarin, malam ini Gala akan makan malam di rumah sepupunya itu. Hal inilah yang tadi membuat Gala menolak permintaan Asti untuk datang ke rumah sakit. Ya meksipun, alasan utama Gala menolak Asti, sebenarnya karena Gala memang malas bertemu dengan Amora, lagi.


Baru saja Gala ingin mengayunkan tangan untuk mengetuk pintu, namun tiba-tiba pintu terbuka dari dalam.


"Gala?"


Wanita paruh baya dengan dress berwarna merah maroon itu berdiri di ambang pintu dengan mata berbinar-binar.


"Ya ampun, kamu dateng. Ayo masuk," ajak Karisa semangat. Karisa lantas mengandeng tangan Gala, agar cowok itu mau mengikuti langkahnya. "Tante kira kamu gak bakal dateng loh. Udah lama banget


kamu gak pernah ke sini. Tante sampe pangling," ujar Karisa.


Karisa mempersilahkan Gala duduk di depan meja makan


yang telah tersaji begitu banyak menu makanan di sana.


"Bentar ya, Tante panggil Om kamu sama Abang kamu dulu," pamit Karisa.


Selepas kepergian Karisa-adik kandung ayah Gala--Gala mengamati ruangan sekitar. Banyak yang berubah dari rumah tantenya ini. Sekarang rumah ini terasa lebih hidup karena semakin banyak foto-foto mereka yang dipajang di dinding. Foto Agam waktu kecil hingga foto Agam sekarang, semuanya ada.


Gala tersenyum kecut. Mengingat jika dirinya sama sekali tidak mempunyai foto keluarga seperti yang Agam dan orang tuanya miliki.


Agam, laki-laki itu sama seperti Gala. Anak satu-satunya dan pewaris satu-satunya di keluarga. Bedanya, Agam lebih beruntung daripada Gala. Agam mempunyai keluarga yang harmonis dari kecil. Sementara Gala, ia tidak pernah merasakan hal itu seumur hidup.


....


Huhuuuu rumitttt bestieee seperti cintaku pada Alan yang terhalang oleh dimensi yang berbeda❤️💖😁🥰💯🥰💯


Pesan buat Riri?


Pesan buat Gala?


Pesan buat Agam?


Pesan buat Amora?


Pesan buat Asti, bunda pantinya Amora?


Pesan buat siapa aja?


Pesan buat Author juga boleh:


-


Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.


Spam datang pake emoji :

__ADS_1


__ADS_2