CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
Kolor Spongbob


__ADS_3

_*"FOLLOW dulu ya biar nanti Chapter nya gak Kalian Kangen sama keromantisan SriGala gak si Siap Kawal sampe Ending?"*_


Votee Dan Komen lebih banyak dari Chapter sebelumya, baru update yađź’–


Budayakan Vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca<3


******


Inilah salah satu sikap Gala yang membuat Riri jatuh cinta. Di beberapa momen tertentu, Gala memang terlihat sangat bijak.


"kenapa li liatin gue sampe mangap gitu?


Terpesona sama gue?" Tanya Gala setelah menenggak satu botol air mineralnya hingga tanggal.


Riri segera menutup mulutnya yang sempat terbuka.


"Engak ih* Ketus Riri menahan rasa malu.


"Lo bakal dapat hukuman setelah ini."


Gala kembali melajukan mobilnya menuju apartemen. Ia memang bisa mengajak Riri pulang ke apartemennya dulu sebelum mengantarkan gadis itu pulang.


"Gak mau ih! Riri gak mau dihukum!"


"Makin Lo Ngebantah, makin berat hukuman Lo!"


Mata Riri berkaca-kaca. Dia saat-saat seperti ini Riri membutuhkan bantuan dari Abang kembarnya, Dewa dan Danis. Dua abangnya yang tidak pernah akur dengan Gala itu.


Terutama Dewa, seolah cowok itu mempunyai dendam pribadi dengan Gala. Setiap bertemu mereka selalu bertengkar. Ya meski pertengkaran mereka hanya sebatas adu mulut saja. Tidak lebih. Apalagi sampai baku hantam. Namun tetap saja hal itu membuat Riri pusing.


"Riri gak mau di hukum!" Kaki Riri menendang-nendang ke depan. Suatu kebiasaan yang selalu gadis itu lakukan jika sudah merasa sangat kesal.


"Gak mau ih!" Tendangan Riri semakin kuat membuat Gala geram sendiri.


"Riri"


"Riri gak mau dihukum, hiks!"


"CK! Nanti kaki Lo sakit! Iya-iya gue gak jadi hukum Lo!"


Pada akhirnya Gala memang akan kalah jika Riri sudah merajuk begini. Daripada nanti kaki Riri akan lecet atau kenapa-kenapa, lebih baik Gala mengalah saja.


"Cium pipi gue dulu!" Suruh Gala mendekatkan pipinya.


Riri menggeleng. Ia masih kesal dengan sikap Gala hari ini. "Gak mau!"


"Cium gue apa gue yang cium Lo sampek mampus?!" Ancamnya galak.


"Iya-iya ih!"

__ADS_1


_*Cup*_


Riri mencium pipi Gala kilat.


"Satunya?" Gala menyodorkan satu pipi lainnya dengan senyum memerah di bibir tebalnya.


_*Cup*_


"Udah!"


Tangan Gala terus kesamping untuk mengacak rambut Riri gemas. "Pinter banget bini gue! Jadi makin gak sabar buat _*unbbooxxiingg*_!"


Gala tertawa renyah saat mendapati Riri hanya diam saja tak merespon. Gala jamin seribu persen, Riri pasti tidak paham dengan maksud kata _*unbbooxxiingg*_ yang ia lontarkan barusan.


Ya, itulah mereka berdua. Riri dengan sikap polos, manja , dan ke Kanak-Kanak kan nya.


Sementara Gala dengan sikap Dewasa, galak dan posesifnya yang selalu lebih mendominasi.


Dua orang dengan karakter berbeda lalu saling jatuh cinta dan tidak mau kehilangan satu sama lain untuk selamanya.


******


"SAYANG!"


"RIRI!!"


"SRRIIIIIII!!!!!"


Cowok dalam keadaan _*Shirtless*_ dan tubuh bagaikan bawahnya, hanya terlihat handuk itu mengacak rambutnya, terlihat begitu frustasi.


Meski sudah tau Riri tak kunjung menyahuti panggilannya, Gala tetap tidak mau mencari keberadaan Riri di luar kamar. Gala masih sibuk mengobrak-abrik isi lemarinya sambil mengomel tidak jelas.


"_*****!*_ Punya cewek satu tuli lagi!"


"Aarrrgghh...kolor gue di mana sih a*j**g!"


Gala melempar asal apa saja yang ia ambil dari dalam lemari. Tidak peduli jika nantinya semua akan menjadi berantakan. Ia hanya ingin segera menemukan benda kesayangannya.


"Gala! Riri buat ku...e." Mata bulat Riri melotot tidak percaya melihat baju, ******, ***** dan semua isi lemari Gala yang sudah berserakan di lantai.


"GALA IH! KOK DI BERANTAKIN?!" Teriak Riri kesal. Kemarin ia sudah susah-susah merapihkan lemari milik Gala. Dan sekarang apa yang terjadi? Lihatlah l, cowok menyebalkan seperti Gala itu justru membuat semua menjadi berantakan Lagi.


Menghentakkan kakinya ke lantai. Riri meletakkan kue yang ia bawa di atas tempat tidur. Mata bulatnya menatap Gala tajam dengan kedua tangan berkacak pinggang.


"Kenapa diberantakin?!" Kesal Riri. Gadis dengan poni depan itu bertanya sok galak.


Gala yang memang masih fokus mencari sesuatu, sama sekali tidak menggubris pertanyaan dan jeritan kesal Riri sejak tadi.


"GALA IH!" Teriak Riri tepat di telinga Gala. Dengan berani gadis itu juga menarik telinga Gala cukup kencang. "JANGAN DIBERANTAKIN!"

__ADS_1


Gala mengusap-usap telinganya yang terasa berdenging dan panas. "Apa sih?! Jangan teriak-teriak gak bisa apa?! Suara Lo tuh cempreng!"


"SUARA RIRI GAK CEMPRENG!" Bantah Riri tidak terima.


"Halah!" Cibir Gala. "Masih merduan kentut gue juga! Belagu amat Lo!"


"Gala! Suara Riri gak cempreng!"


"Iya gak cempreng!" Final Gala mengalah.


"Cuma gak enak aja buat didenger, lanjutnya lirih


Gala menatap Riri ragu. "Lo tau kolor gue gak?"


Mata Riri mengerjai beberapa kali. Ia tidak mengerti. "Kolor?"


"HM, "angguk Gala kembali fokus mencari.


"Riri gak ngerti! Kolor apa sih?!" Tanya Riri bingung. "Kolor ijo?"


"Kolor ijo kolor ijo pala Lo penyot!" Gerutu Gala. Beginilah resiko punya tunangan polos.


polos-polos bego.


Gala kembali menatap Riri. Sebenarnya ia agak malu untuk menanyakan hal ini pada Riri. Tapi karena kemarin Riri adalah orang terakhir yang membereskan lemarinya, jadi Gala pikir harusnya Riri tahu di mana keberadaan benda keramat kesayangannya itu.


"Lo o beneran gak tau apa itu kolor?"


"Kalok Kolor Ijo Riri tau. Bang Dewa punya kucing peliharaan terus dikasih nama kolor ijok. Setiap hari dikelonin sama bang Dewa,"


Jawab Riri sambil mengingat kucing peliharaan kesayangan Dewa.


"CK! Bukan itu!" Decak Gala sedikit kesal. Ia harus banyak bersabar mempunyai tunangan bloon seperti Riri ini. "Kolor itu celana. Celana pendek. Kaya boxer gitu."


Setelah beberapa saat mencoba mencerna penjelasan singkat dari Gala, akhirnya Riri mengangguk paham. Salahkan saja otaknya yang memang lemot. "Oh iya! Riri tau! Kolor itu kaya celana pendek kan ya!"


Gala menghembuskan napas lelah. "Iya. Kolor gue gambar Spongebob. Warnanya kuning. Lo tau gak? Gue tarok di sini kemarin. Tapi kok sekarang gak ada."


Riri kembali berpikir. Sebelum Akhirnya menjawab. "Tapi Riri gak tau ih! Kemarin Riri beresin kamar Gala tapi gak ada kolor Spongebob."


"Bener gak ada?"


"Iya bener deh!" Jawab Riri mengangkat dua hari ya membentuk huruf V. "Riri bantu nyari ya?"


"HM."


Kedua orang itu sibuk mengobrak-abrik isi lemari untuk mencari kolor yang Gala maksud sampai indera penciuman Gala merasakan sesuatu yang aneh.


"Kok bau gosong? Lo belum matiin kompor?"

__ADS_1


Riri langsung panik. "Oh iya! Riri lupa!"


Riri berlari ke arah dapur diikuti Gala di belakangnya.


__ADS_2