CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
Bokser Spongebob copele


__ADS_3

"Belajar! Satu bulan lagi kita Ujian Nasional!"


Riri yang sedang asyik menonton kartun Spongebob di laptop milik Gala menekuk wajahnya kesal. "Bentar lagi, ini belom selesai."


Gala merebut laptopnya paksa. Tidak peduli dengan mata Riri yang sudah berkaca-kaca menahan tangis. Memang dasarnya Riri saja yang cengeng. "Lo itu bego! Makanya harus banyak belajar! Lo gak pengen lulus?"


"Kemaren ujian praktek renang aja lo dapet nilai 50 karena cuma bisa renang gaya batu. Masa di ujian materi, lo mau dapet nilai segitu juga? Gak malu apa?"


"Gala juga gak belajar! Ngapain nyuruh Riri belajar!" Protes Riri dengan nada marah.


Gadis itu mengusap air matanya kasar. Ia menyesal


tadi pagi mau diajak Gala ke apartemen. Tahu kalau ujung-ujungnya hanya dimarahi seperti ini, mending Riri rebahan di rumah. Kapan lagi ia bisa bersantai dari pagi hingga malam kalau bukan di hari weekend seperti sekarang.


"Gue udah pinter. Gak belajar juga tetep bisa dapet


nilai bagus. Beda sama lo. Otak lo cuma sebesar biji semangka."


"Nyenyenye," nyinyir Riri menirukan ucapan Gala beberapa waktu lalu. "Riri mau nonton Spongebob dulu! Nanti kalo selesai baru belajar!"


Gala mengangkat tinggi-tinggi laptop yang hendak Riri ambil dari tangannya. "Gak! Gue bilang belajar ya belajar! Bandel amat lo bocil!"


"Ujiannya masih sebulan lagi! Kalo belajar sekarang Riri keburu lupa ih!" Bantah Riri menghentakkan kakinya ke lantai. "Jadi percuma!"


"Ri! Dengerin kata gue! Belajar!" Tegas Gala setengah membentak. Membuat Riri langsung diam dan kembali duduk di sofa.


Gala mematikan laptopnya lalu berjalan ke dalam


kamar untuk menyimpan laptop itu. Membiarkan Riri menunggu di ruang tengah dengan wajah cemberut.


Tidak lama kemudian Gala keluar membawa setumpuk buku.


"Lo tuh bego banget di semua mata pelajaran! Apalagi matematika! Ayo belajar sambil gue ajarin!" Ujar Gala menghadiahi Riri sebuah jitakan pelan.


Riri agak menggeser duduknya begitu melihat Gala hendak duduk di samping dirinya. "Gala kenapa sih! Tiba-tiba nyuruh Riri belajar?!"


Gala menghembuskan napas kasar. Sebenarnya

__ADS_1


Gala begini juga demi kebaikan Riri. Gala


tidak mau melihat Riri tidak lulus nantinya. Bukannya Gala tidak percaya dengan kemampuan Riri atau meremehkan Riri. Hanya saja selama ini Gala merasa dirinya terlalu memanjakan Riri, semua tugas-tugas Riri selalu Gala yang mengerjakan. Karena hal itulah Gala khawatir Riri tidak bisa mengerjakan soal ujian dengan baik dan berakhir harus mengulang ujian tahun depan.


Kalau sampai hal itu benar-benar terjadi, bisa-bisa ia


dan Riri tidak bisa kuliah bareng atau lebih parahnya lagi rencana pernikahannya dengan Riri akan tertunda. Demi apapun, Gala tidak mau hal itu sampai terjadi. Tidak mau.


"Ini demi kebaikan lo."


"Kalo belajarnya cuma lima menit, Riri mau."


"Lima menit gigi lo ompong. Boker satu jam aja lo betah, masa belajar cuma lima menit."


"Ih! Riri mual kalo belajar lama! Apalagi belajar


yang ada angka-angkanya. Riri makin pusing!"


"Alesan lo!" Gala menoyor kepala Riri pelan. "Tiap mau ngerjain tugas juga banyak banget alesan lo. Mual lah, pusing lah, ngantuk lah, kebelet boker lah. Gitu mau jadi dokter! Dokter apaan coba?"


Riri menghela napas panjang. "Oke, Riri mau belajar


Dahi Gala mengernyit. Perasaannya mulai tidak


enak melihat senyum penuh arti yang Riri tunjukkan sekarang. "Paan? Aneh-aneh gue gorok pala lo!"


"Eum...." Riri mengetuk-ketukkan jari telunjuknya


di dagu. "Riri mau-"


Gala mengacak rambutnya frustasi. "Mau apa?!


Bisa cepet gak sih?!" Potong Gala tidak sabar.


Bukannya menjawab, Riri justru mengambil tas miliknya lalu mengeluarkan sesuatu.


"Riri mau belajar asalkan tiap belajar Gala harus make ini." Riri memberikan satu paper bag pada Gala. Berisi sesuatu yang mungkin akan Gala sukai. Sementara satu paper bag lainnya masih Riri pegang. Karena itu memang Riri beli untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Penasaran, Gala langsung membuka paper bag pemberian Riri. Ekspresi Gala yang awalnya hanya datar, kini tampak berbinar-binar melihat apa yang Riri berikan untuknya.


"Gila keren banget," ucap Gala kagum.


Boxer Spongebob. Ya, Riri sengaja membeli boxer bergambar Spongebob untuk Gala. Sebagai ganti kolor Spongebob milik Gala yang pernah Riri bakar dulu.


"Gala suka?"


Gala mengangguk. Ia langsung mengubah ekspresinya menjadi datar begitu ingat kalau di sampingnya masih ada Riri. "Mayan," ucap Gala setelah berdehem singkat. Gala berusaha menyembunyikan mata berbinar nya dari Riri.


"Itu apa?" Gala menunjuk paper bag Riri menggunakan dagunya.


Riri nyengir kuda. Lalu membuka paper bag miliknya. "Ini punya Riri! Bagus kan!" Girang Riri menunjukkan celana panjang bergambar Spongebob juga. Sama seperti milik Gala, hanya saja punya Riri versi celana panjang.


"Hah? L-lo beli juga?"


Riri mengangguk semangat. "Iya dong! Kita couple-an, nanti tiap belajar bareng kita harus pake celana Spongebob kita masing-masing! Biar makin kompak!"


Gala mengusap wajahnya frustasi. "Gila. Pasangan lain couple-an baju. Ini kenapa lo malah ngajak gue couple-an kolor? Gila. Gue bisa gila lama-lama, Ri."


Riri justru tertawa cekikikan. "Ih! Ini tuh biar Riri belajarnya semangat. Riri kan suka sama kartun Spongebob, jadi kalo liat Gala pake boxer yang ada gambar Spongebob dan Riri juga pake celana Spongebob, Riri berasa belajar ditemenin sama banyak Spongebob. Rame, Riri suka."


"Kalo belajar kaya gitu, Riri gak bakalan pusing lagi, soalnya Riri bahagia!" Tambahnya lebih girang.


"Lo bahagia. Gue yang setres lama-lama."


Gala menggeleng tidak habis pikir. Pemikiran absurd macam apa yang ada di kepala Riri. Benar-benar tidak bisa dinalar.


"Kalo Gala gak mau. Riri juga gak mau belajar!" Ancam Riri bersidekap dada. "Lagian kenapa sih? Kan Gala suka sama kolor Spongebob! Apa susahnya tinggal make!"


Gala berdecak pelan. Ini bukan masalah suka atau tidak suka. Tapi ini masalah harga diri. Mau ditaruh di mana muka Gala Arsenio Abraham sebagai leader Drax kalau sampai ada salah satu temannya yang memergoki Gala dan Riri sedang memakai celana Spongebob couple itu?


Apalagi Ilham dan Akbar. Dua cowok itu sangat berbahaya. Ilham dan Akbar sering datang tiba-tiba ke apartemen Gala. Karena mereka memang mempunyai akses bebas keluar masuk apartemen Gala. Bisa gila Gala kalau sampai dua orang itu tahu.


"Ya udah kalo gak mau"


Riri sudah bersiap mengambil alih boxer Spongebob yang ada di pangkuan Gala. Namun cowok itu mencegah. "Oke! Kita bakal pake celana Spongebob couple tiap belajar!"

__ADS_1


"Beneran?" Tanya Riri girang. Niat Riri membeli dua celana Spongebob itu sebenarnya hanya iseng karena ingin mengganti kolor milik Gala yang ia bakar, tapi karena saat ini kebetulan momennya sangat pas, jadilah Riri memanfaatkannya.


__ADS_2