CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
Kedatangan Tamu Di WBS


__ADS_3

"Emang Virgo dateng-dateng, langsung ngajak


berantem, Ham?" Tanya Gala. "Gak basa-basi dulu gitu?"


"Tadi masih dinego sama Alan. Makanya gue langsung gercep manggil lo. Takut Virgo beneran ngajak anak Drax berantem."


Gala mendengus pelan. "Berantem bisa dinego, lo pikir beli kolor di pasar apa?" Decak Gala. "Aduh, ngomongin kolor, gue jadi kangen Riri," tambahnya terkekeh.


"Bucin!"


****


"Adek lo salah. Kalo adek lo gak salah, gue dan temen-temen gue gak bakal gebukin adek lo dan


bawa dia ke kantor polisi."


Cowok yang berdiri di hadapan Alan itu tertawa mengejek. "Sok bener lo bangsat! Harusnya lo dan temen-temen lo itu gak usah ikut campur urusan


adek gue!"


Dio maju mendekati Virgo. Dio mendorong kasar


dada Virgo. "Adek lo yang keterlaluan!" Teriak Dio


marah. "Dia udah lecehin adek gue!"


Bukannya sadar, Virgo justru semakin menjadi. "Adek gue lecehin adek lo?" Tanya Virgo tidak percaya. "Em, atau adek lo yang mancing-mancing adek gue? Inget, bro, kalo ceweknya gak kegatelan, cowok gak bakal berbuat hal kaya gitu."


Bugh


Bugh


"Bangsat! Adek gue gak serendah itu!" Bentak Dio setelah memberi Virgo dua bogeman mentah di rahang kiri dan rahang kanan. Hingga membuat Virgo terhuyung ke belakang.


"Yo!" Dengan cepat Alan dan Akbar menarik Dio mundur sebelum Virgo membalas bogeman Dio.

__ADS_1


"Tenang dulu, Yo. Jangan siram api pake api," kata Alan menasehati. "Jangan gegabah. Gue yakin dia kesini gak sendirian. Dia pasti bawa temen-temennya juga. Cuma sekarang mereka ngawasin kita dari jauh," bisik Alan.


Dio memejamkan mata sejenak. Berusaha menetralkan deru napasnya yang tidak beraturan. Kakak mana yang tidak terpancing emosi ketika mendengar adiknya direndahkan oleh orang lain. Meski Amora bukanlah adik kandung Dio, hanya sekedar adik di panti asuhan, namun tetap saja Dio merasa tidak terima. Dio sudah menganggap Amora seperti adik kandungnya sendiri.


"Sorry, Lan. Tadi gue kepancing emosi,"


ucap Dio merasa tidak enak dengan Alan.


Alan mengangguk paham. Baru saja Alan hendak membuka mulut untuk meminta Virgo pulang saja daripada urusannya semakin bertambah rumit, namun Gala dan Ilham tiba-tiba datang. Membuat fokus mereka semua beralih pada dua cowok itu.


"Siapa lo?" Tanya Gala pada Virgo."


Virgo terkekeh pelan sembari memegangi rahangnya yang sedikit membiru karena bogeman dari Dio. "Oh ini leader Drax? Yang bucin itu?" ucapnya dengan nada mengejek.


"Bisa-bisanya cowok kaya lo jadi leader geng motor," tambah Virgo. "Leader nya aja kaya gini, pantes anak buahnya kaya mereka." Virgo mengalihkan pandangannya pada Alan, Akbar, Dio dan anak Drax lain yang kini ada di WBS.


Beberapa anak Drax ada yang akan maju menyerang Virgo karena merasa tidak terima mendengar ucapan Virgo yang kurang ajar. Namun dengan cepat, Alan memberikan kode agar mereka tetap diam di tempat.


"Maksud lo apa?" Tanya Gala menyorot Virgo tajam. Gala sudah maju sembari mencengkram kerah jaket yang Virgo kenakan. "Kalo lo ke sini cuma buat bacot! Mending lo balik sebelum gue buat lo babak belur!"


Virgo sama sekali tidak takut mendengar ancaman Gala. Cowok itu justru merasa tertantang. "Seyakin itu


"Gal! Jangan, Gal!" Cegah Alan saat Gala hendak membogem Virgo yang saat ini masih tertawa.


Gala melepaskan cengkeramannya dengan gerakan kasar. Untung saja, siang ini Gala memang sedang malas untuk melakukan baku hantam. Kalau tidak, mungkin Virgo sudah ia habisi sejak tadi dan ucapan Alan barusan tidak akan Gala dengarkan.


"Jadi maksud lo ke sini buat apa?!" Tanya Gala kembali menanyakan maksud dan tujuan Virgo.


Virgo menghela napas. "Gue cuma mau kalian semua tanggung jawab. Lo lo pada yang udah ngeroyok adek gue dan masukin adek gue ke penjara! Padahal Leo gak salah sepenuhnya! Tuh cewek aja yang kegatelan!"


"Itu salah adek lo sendiri," sahut Ilham. "Emang dasarnya adek lo yang brengsek! Jadi lo gak usah cari pembelaan dengan cara ngatain adek nya Dio kegatelan!"


"Gue gak mau tau, dalam waktu satu bulan kalian gak buat adek gue keluar dari penjara. Gue bakal bantai lo semua!" Ancam Virgo kemudian pergi meninggalkan WBS menggunakan motornya.


Gala menyugar rambutnya ke belakang. Bukan,

__ADS_1


Gala bukan takut pada Virgo. Gala hanya takut, jika Virgo akan melibatkan Riri pada masalah ini. Seperti yang sudah-sudah, semua musuhnya pasti akan memanfaatkan Riri untuk melemahkan Gala.


"Sorry, gara-gara bantuin Amora, kalian semua


jadi kena," kata Dio merasa tidak enak.


Ilham menepuk-nepuk pundak Dio. "Tenang aja, Yo. Lo bagian dari Drax, artinya lo juga bagian dari kita semua. Keluarga kita semua. Jadi udah semestinya kita bantuin lo dan adek lo. Masalah lo masalah kita juga."


"Soal ancaman Virgo tadi, kita bisa cari jalan keluarnya sama-sama. Lagi pula mau se ngeyel apapun, Virgo buat ngeluarin Leo dari penjara, Leo gak akan bisa keluar sebelum masa hukumannya selesai," ujar Gala.


Alan mengangguk lalu menambahkan. "Tapi kita


tetep harus hati-hati. Gue yakin tadi Virgo gak ke sini sendirian. Dia pasti juga punya antek-antek. Gak mungkin segede itu nyali dia kalo gak punya antek-antek."


"Gal" Ucapan Gala terpotong kala mendengar


teriakan dari luar WBS.


"GALAAAA TADI BAKSONYA BELOM DIBAYAR! RIRI DITAGIH KE KELAS SAMA IBU KANTIN IH!" Teriak Riri menggelegar dengan kedua tangan berkacak pinggang. Gadis itu tidak datang sendiri. Melainkan bersama dua temannya, Nenda dan Choline.


Gala mengusap wajahnya kasar. Rasa malu dan kesal bercampur menjadi satu. Malu karena anak Drax kini menertawainya diam-diam dan kesal karena Riri tiba -tiba muncul begitu saja.


"Hem! Tuh bocil lama-lama gue iket di pohon!


Malu-maluin gue aja."


Ilham dan Akbar tertawa terpingkal-pingkal. "Anjir, sana-sana, Gal, urusin anak lo dulu."


"Hahahahaha malu-maluin anjrit, masa ketua geng ngutang di kantin!" Tawa Akbar yang langsung mendapat toyoran dari Gala. "Gue lupa bayar bego!"


"Awas aja lo Sri!" Geram Gala dalam hati. Lalu berjalan menghampiri Riri.


*****


"Gala jangan marah-marah, nanti Gala berubah jadi kucing garong." Riri mencebikkan bibir bawahnya. Sejak di sekolah sampai kini mereka ada di apartemen Gala, Gala benar-benar mendiamkan Riri. Gala malu dengan kejadian di WBS tadi. Benar-benar malu.

__ADS_1


"Galaaa!!!" Riri menggoyang-goyangkan lengan Gala kesal. "Gala jangan diem doang!"


"Lo ngeselin!" Semprot Gala. "Pake acara dateng ke WBS. Teriak-teriak. Bikin gue malu aja."


__ADS_2