CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
94.Ke Makam Bunda


__ADS_3

Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepat memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.


.


Selamat membaca!


.


....


"Riri kangen sama Bunda. Riri mau ke makam Bunda tapi gak dibolehin sama Bang Dewa dan Bang Danis. Padahal Riri juga gak minta antar. Riri bisa sendiri. Tapi mereka tetep gak ngizinin Riri."


"Jadi itu yang buat lo pergi ke apart gue tanpa izin ke


mereka?"


"Hem," angguk Riri. "Mereka gak kaya Gala. Setiap Riri kangen sama Bunda, kapanpun Riri mau dan pengen datang ke makam Bunda, Gala pasti siap nganterin."


Gala menghela napas. Gala tahu, dua kakak Riri melarang Riri pasti bukan tanpa alasan. Mereka melarang karena waktunya memang tidak tepat. Hari sudah larut malam, tidak mungkin mereka mengizinkan Riri keluar begitu saja. Apalagi ke area pemakaman yang sepi.?


Namun dalam keadaan ini Gala juga tidak mau menyalahkan Riri, karena semua ini memang terjadi karena kesalahan Gala. Dari dulu, setiap Riri ingin pergi ke makam Desi--bunda Riri--Gala selalu mengiyakan. Tidak peduli pagi, siang, sore, malam, atau bahkan subuh sekalipun. Setiap waktu yang Riri inginkan, Gala selalu siap mengantar.


Bahkan pernah waktu itu, Gala membatalkan balapan motornya karena pada pukul dua pagi, Riri tiba-tiba mengabari dirinya ingin pergi ke makam Desi. Alhasil Gala harus merelakan kekalahannya sebelum bertanding dengan lawannya. Juga menjadi bahan olok-olokan semua orang karena mereka menganggap Gala pengecut yang mengundurkan diri sebelum balapan dimulai.


Tidak hanya itu, waktu itu Gala juga sampai dipukuli oleh Dewa karena Dewa mengira Gala laki-laki brengsek yang mengajak Riri keluyuran dini hari tanpa pamit. Padahal kenyataannya bukan seperti itu. Itu semua Gala lakukan karena Gala ingin menepati janjinya pada bunda Riri. Untuk selalu ada di samping Riri dikala gadis itu membutuhkan bantuan.


Gala membawa kedua tangan Riri ke pangkuannya. Menggenggamnya erat. "Kenapa gak telfon gue? Minta antar gue, kan biasanya kaya gitu."


Riri menggeleng. "Sekarang, Gala udah mulai sibuk ngerjain tugas kantor. Riri gak mau ganggu. Gala juga gak ada ngabarin Riri dari pagi, jadi Riri pikir Gala emang lagi sibuk banget."


"Terus kenapa lo tiba-tiba ada di apart gue? Jadi lo kabur dari rumah mau ke makam Bunda atau ke apart gue?"


"Riri mau ke makam Bunda, tapi-" Riri menggantungkan ucapannya lalu nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya. "Tapi Riri lupa jalannya, jadi Riri ke apart Gala hehe."


Riri menghentikan senyumanya melihat ekspresi Gala yang


tidak bersahabat. "Gala marah?"


....


Riri menarik tangannya dari genggaman Gala lalu kepalanya tertunduk sedih. "Bang Dewa marah, Bang Danis marah, Gala marah. Semua marah."


Riri menghela napas. Gadis itu belum berani menatap Gala lagi. "Maaf Riri egois, Riri udah gede, harusnya gak bersikap kaya gitu. Tapi Riri bener-bener kangen sama Bunda. Riri mau meluk Bunda meksipun cuma makamnya. Riri--"


"Ayo," sela Gala. Gala sudah berdiri dan menarik pergelangan


tangan Riri.

__ADS_1


"Ke mana?" tanya Riri polos dengan kedua mata mengerjap lucu.


"KUA!" Gala berdecak sebal. "Ke Bunda lah."


Riri ikut berdiri. Senyum gadis itu mengembang kian lebar. "Gala gak marah?"


"Enggak," geleng Gala. "Sini peluk gue dulu."


Dengan senang hati Riri masuk ke dalam pelukan Gala. "Tapi ini udah jam dua belas malem."


Satu alis Gala terangkat heran. "Terus?"


"Emang gak papa? Gala gak takut?"


"Gak papa lah. Takut kenapa? Kan muka lo lebih serem dari kunti."


"Ish!"


Gala tertawa pelan. Ia lebih menyukai Riri yang marah-marah dan cerewet seperti ini daripada Riri yang diam dan sedih.


Gala mengeratkan pelukan mereka. "Lain kali kalo ada apa-apa telfon gue dulu, sayang. Sesibuk apapun gue, lo tetep menjadi prioritas gue."


"Iya sayang," jawab Riri spontan. Membuat kedua telinga Gala langsung memerah karena salah tingkah dengan panggilan sayang dari Riri.


Menyadari hal itu, Riri semakin gencar menggoda Gala. "Kenapa sayang?" tanya Riri sambil mendongak memerhatikan Gala.


"Diem lo, bocil." Gala berusaha menetralkan ekspresinya lalu mengalihkan pembicaraan mereka. "Paham gak apa yang gue bilang tadi? Apapun itu lo harus telfon gue dulu. Ngabarin gue dulu. Biar gue gak panik dan khawatir kaya tadi."


Riri menganggukkan kepala, paham.


"Ngangguk mulu kaya monyet," ejek Gala membuat Riri memukul pinggang cowok itu.


"Paham, ih!" Riri menduselkan kepalanya di dada bidang Gala untuk mencari kenyamanan. "Em, kalo Riri kaya monyet, Gala kaya apa?" tanya Riri random.


"Kutu."


"Kok kutu?"


"Biar bisa nempel di badan lo mulu," kekeh Gala. Merasa geli sendiri dengan ucapannya barusan.


Satu sudut bibir Gala terangkat. "Terus kalo gue monyet lo pisangnya. Tau gak kenapa?"


"Karena pisang selalu dibutuhin monyet. Sama kaya Riri yang selalu dibutuhin Gala. Iya gak?"


"Kebalik bego," toyor Gala pelan. "Lo yang selalu butuhin gue. Lagian gak gitu alasannya."


"Terus?"

__ADS_1


"Kalo gue monyet, lo pisangnya. Biar gue bisa makan lo."


Riri tampak kebingungan dengan jawaban Gala. Karena istilah makan yang Gala maksud dan Riri pahami memang sangat berbeda.


"Kok dimak--"


"Udah, gak usah dipusingin. Kalo udah nikah nanti gue jelasin terus gue praktekin sekalian."


Gala melepaskan pelukan mereka. Satu tangannya yang tadi sibuk mengusap-usap pipi Riri kini beralih menggandeng tangan Riri.


"Kita jalan kaki?" tanya Riri sambil mengayunkan tangan Gala. Mereka berdua lebih terlihat seperti kakak dan adik dibandingkan sepasang kekasih. Karena Riri benar-benar terlihat seperti anak kecil dan Gala terlihat sangat dewasa. Padahal umur mereka hanya terpaut satu tahun.


"Hem, kan dekat dari sini. Kalo capek nanti gue gendong."


"Riri capek sekarang," cengirnya.


"Bisa aja lo," dengus Gala. "Bilang aja lo mau gue gendong, biar bisa sekalian modus. Dasar bocil tukang modus."


Dengan mudahnya Gala langsung mengangkat tubuh Riri.


Ia mengendong Riri ala bridal style.


.


Bersambung


.


Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian


depresot apa enggak?


Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo❤️🤣💖😁💯🥰💯


Pesan buat Gala?


Pesan buat Riri?


Pesan buat


Pesan buat


Pesan buat


Pesan buat


Pesan buat siapa aja?

__ADS_1


Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.


__ADS_2