CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
103.Riri Sembari Meringis pelan


__ADS_3

Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepat memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.


.


Selamat membaca!


.


....


"Gak usah. Riri sendiri aja."


Satu alis Gala terangkat. "Berani?"


"Berani," angguk Riri meyakinkan. "Kamar mandinya di sana, kan?" tunjuk Riri ke arah kamar mandi.


"Iya sayang, jangan lama-lama." Sebenarnya Gala ingin mengantarkan Riri. Ia tidak tega melihat Riri pergi ke kamar


mandi sendirian. Karena letak kamar mandinya lumayan


jauh.


"Tumben hari ini sikap lo ke Riri manis banget, Bos?" tanya Ilham heran. Gala mengangkat sebelah alisnya. "Kenapa? Gerah ya?"


"Kak, aku mau ke kamar mandi."


Dio menatap Amora. "Ngapain?"


"Em, mau buang air kecil juga."


"Ya udah sana," jawab Dio pada akhirnya.


Kepergian Amora dari tempat duduknya tak luput dari perhatian Gala. Entah kenapa perasaan Gala jadi tidak enak. Namun sebisa mungkin Gala menepis rasa khawatirnya yang terlalu berlebihan itu. Gala yakin Amora tidak akan berani melakukan sesuatu yang buruk pada Riri.


"AAAAAAAA"


Brukk


"Kak Riri!" Amora berteriak lalu menghampiri Riri. "Kak Riri gak papa?" tanyanya setelah membantu Riri berdiri.


"Gak papa," geleng Riri sembari meringis pelan. "Makasih ya."


Entah kenapa, tadi saat membuka pintu kamar mandi dan mulai melangkahkan kakinya, perasaan Riri tidak enak. Riri juga merasa lantai di depan pintu kamar mandi sangat licin hingga membuatnya terjatuh. Padahal seingat Riri, saat pertama kali ia masuk ke dalam kamar mandi, lantai di depan pintu kamar mandi biasa saja. Tidak selicin sekarang.

__ADS_1


Untungnya Riri hanya jatuh dengan posisi duduk. Tidak sampai terlentang dan mengakibatkan kepalanya terbentur lalu terluka. Hanya saja yang namanya jatuh tetaplah sakit. Riri merasa pinggangnya nyeri. Ditambah bagian belakang jaketnya juga sedikit basah.


"Lepas aja jaketnya, Kak. Biar Kak Riri bisa bersihin bagian. belakang jaket Kak Riri yang kotor," saran Amora melihat Riri yang kesusahan mengecek bagian belakang jaketnya. "Sini biar hape Kak Riri aku yang pegang."


Riri menatap Amora ragu. Ingin menolak, namun apa yang Amora katakan memang benar adanya. Sebaiknya ia bersihkan dulu jaketnya. Biar Gala tidak curiga dan marah kalau tahu dirinya ceroboh hingga bisa jatuh di depan kamar mandi.


"Sini, Kak." Amora meraih ponsel dari genggaman tangan Riri. "Aku tunggu di sini. Kak Riri bersihin dulu di dalem kamar mandi."


"Gak us--"


Riri hendak mengambil ponselnya kembali, namun dengan cepat Amora menyela.


"Gak papa biar aku bawain. Kan Kak Riri mau bersihin jaket, nanti ribet bawanya. Baju sama celana Kak Riri gak ada sakunya. Cuma jaket aja kan yang ada sakunya? Terus jaketnya juga mau Kak Riri bersihin. Mau ditaruh di mana hapenya? Jadi biar aku bantu bawain. Gak aku curi kok, Kak. Tenang aja."


"Aku tungguin sampai Kak Riri selesai. Jangan buru-buru, Kak," tambah Amora melihat Riri kembali masuk ke dalam kamar mandi dengan wajah pasrah.


Amora tersenyum penuh arti. Bagus. Rencana keduanya berhasil setelah rencana pertamanya sukses membuat Riri jatuh.


Tadi sewaktu Riri masih ada di dalam kamar mandi, Amora memang sengaja mengambil sabun cuci tangan dari wastafel kemudian ia tumpahkan di depan pintu kamar mandi. Hal itulah yang menyebabkan lantai di depan kamar mandi menjadi sangat licin. Amora sengaja ingin melihat Riri jatuh saat gadis itu keluar dari kamar mandi. Agar rencana selanjutnya bisa berhasil.


Setelah memastikan keadaan aman, Amora mulai mencoba membuka ponsel Riri yang memang tidak diberi password apapun. Tak membutuhkan waktu lama, Amora selesai melakukan misinya. Ia kembali mematikan ponsel Riri dan bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa.


"Udah, Kak?" tanya Amora melihat Riri keluar dengan jaket yang sudah gadis itu kenakan kembali.


Untuk saat ini, Amora adalah satu-satunya musuh terbesar Riri selain Kolor Ijo. Meskipun tidak pintar dan memiliki otak yang tergolong polos dan lemot, Riri tetap tahu sebahaya apa Amora untuk keberlangsungan hubungannya dengan Gala ke depan. Jadi Riri tetap harus hati-hati. Karena kalau tidak hati-hati, Amora berpotensi bisa merusak segalanya.


"Mana hape Riri?"


"Nih, Kak."


Riri meraih ponselnya lalu matanya menatap Amora penuh selidik. "Amora ngapain dari tadi di sini? Maksud Riri tadi sebelum Riri keluar dari kamar mandi dan jatuh, kenapa


Sebelah airnya mati. Jadi aku nunggu Kak Riri di sini sampai selesai."


Kepala Riri menoleh ke kamar mandi yang Amora maksud. Di sana pintunya tertutup dan ada bunyi air. Itu artinya ada orang yang sedang menggunakan kamar mandi itu, kan? Lantas, kenapa Amora barusan bilang kalau air di dalam kamar mandi itu mati? Apakah Amora berbohong?


"Mati? Tapi itu kok bisa dipake sama orang?"


Amora menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia tetap berusaha tenang meskipun agak gugup karena Riri mulai curiga. "Ah, mungkin sekarang udah nyala airnya. Em, Kak, aku kebelet nih. Kak Riri balik duluan aja. Aku gak papa kok sendiri. Gak usah ditungguin."


Riri menatap Amora yang buru-buru masuk ke dalam kamar mandi dengan tatapan kesal. "Ih geer! Emang siapa yang mau nungguin Amora?"


Riri melengos begitu saja dan pergi meninggalkan kamar

__ADS_1


mandi. "Daripada nungguin Amora, Riri lebih milih


nungguin Joko sampe bisa ngomong!" gerutunya.


"Lama amat!" sembur Gala.


Gala sempat berniat menyusul Riri ke kamar mandi karena khawatir dengan keadaan gadis itu. Perasaannya sejak tadi juga tidak enak. Gala takut Riri kenapa-kenapa mengingat betapa polos dan begonya ceweknya itu.


Namun semua itu urung karena Gala malas berjalan ke kamar mandi dan lebih memilih tetap duduk bersama Akbar, Ilham dan Dio yang sedang membicarakan salah satu kasir di kafe ini yang katanya mempunyai paras cantik.


.


Bersambung


.


Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian


depresot apa enggak?


Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo❤️🤣💖😁💯🥰💯


Pesan buat Gala?


Pesan buat Riri?


Pesan buat Ilham?


Pesan buat Akbar?


Pesan buat Alan?


Pesan buat Dewa?


Pesan buat Danis?


Pesan buat Amora?


Pesan buat Nenda?


Pesan buat Choline?


Pesan buat siapa aja?

__ADS_1


Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.


__ADS_2