CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
99.Jadi Lapar


__ADS_3

Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepat memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.


.


Selamat membaca!


.


....


"Gala marah?"


Memutar tubuhnya ke samping, tangan kanan Gala terulur untuk mengusap-usap pipi Riri. "Enggak, sayang," jawabnya disertai gelengan pelan.


"Mana mie goreng yang katanya mau dikasih ke gue?" tanya


Gala mengalihkan pembahasan mereka agar suasana diantara mereka tidak semakin awkward. Bibir Riri menyunggingkan senyuman manis. Riri mengambil kotak makan yang berisi mie goreng dari dalam tasnya lalu memberikannya pada Gala.


"Tadi Riri buat ini sendiri."


Gala menerima kotak itu sembari mengangkat satu alisnya. "Masa?" tanya Gala tidak percaya. Sejak kapan gadisnya itu bisa memasak? Jangankan masak masakan, merebus air saja pernah sampai pancinya gosong karena Riri lupa.


"Iya, Mama cuma bantu nyalain kompor," aku Riri sambil cengengesan.


Gala tertawa pelan. "Yah, Cil. Nyalain kompor aja gak


bisa."


Gala membuka kotak makan yang diberikan Riri, ia kira mie goreng seperti apa yang Riri berikan untuknya. Ternyata jauh dari ekspektasi Gala. Riri hanya memasak mie goreng instan tanpa ditambah apa-apa. Benar-benar hanya mie goreng instan saja tanpa embel-embel seperti telur, daging, sayur atau semacamnya.


Namun meski begitu, Gala tetap menunjukkan ekspresi antusiasnya untuk menghargai usaha Riri. Ya walaupun mie gorengnya sudah kering kerontang karena terlalu lama dibiarkan. Mie nya juga sampai menempel satu sama lain dan pasti akan susah untuk dimakan.


"Enak nih, jadi lapar."


"Kalo Gala lapar, makan sekarang aja. Riri gak buru-buru pulang kok," balas Riri.


Gala meletakkan kotak makan itu di atas pahanya lantas menyandarkan tubuhnya ke jok mobil pura-pura lemas agar Riri mau menyuapi dirinya. "Udah lemes banget saking laparnya, gak punya tenaga buat makan."


"Mau Riri suapin?"


Diam-diam Gala berusaha menahan kedutan di kedua sudut bibirnya. Tumben sekali otak Riri encer.


"Boleh," angguk Gala tetap cool. Padahal dalam hati ia berteriak kegirangan karena Riri langsung peka dengan kode yang ia berikan.


Dasar cowok.


"Twangwan lwo," ucap Gala tidak jelas karena mulutnya masih sibuk mengunyah mie yang Riri suapkan.


"Hah?"


"Twangwan!"

__ADS_1


"Oh, tangan," angguk Riri paham ketika Gala menunjuk ke arah tangannya menggunakan gerakan mata.


Setelah Riri memberikan tangan kirinya pada Gala,


cowok itu langsung menggenggam tangan Riri. Riri tidak protes karena ia masih bisa menyuapi Gala menggunakan tangan kananyaa



"Aak..." Gala membuka mulutnya lebar-lebar agar Riri menyuapinya lagi.


"Kenapa?" bingung Riri ketika menyadari Gala terus menatapnya tanpa berkedip.


Gala menggeleng sambil terus mengunyah mie di dalam


mulut.


"Gwe dweg-dwegwan," aku Gala seraya mengarahkan tangan Riri untuk menyentuh dadanya.



"SRI! KENAPA KOLOR SPONGEBOB GUE LO BAKAR LAGI


SIH?! AARRRGGHH!!"


Berbeda dengan Gala yang emosinya sudah meledak-ledak, Riri, gadis itu justru tampak biasa saja. Riri hanya menatap kobaran api kecil di hadapannya dengan kedua tangan. terlipat di depan dada.


"Anjing! Mana udah gosong! Gak bisa diselamatkan!"


"Kenapa lo bakar?!" tanya Gala butuh penjelasan. Gala melempar asal benda yang sudah tidak berbentuk itu ke sembarang arah dan fokus menginterogasi Riri.


Riri mencebikan bibir bawahnya tanpa rasa bersalah. "Kemarin waktu dipeluk Amora, Gala pakai kemeja, celana, dan kolor Spongebob itu!"


Satu alis Gala terangkat. Ia masih belum bisa menerima


dan memahami alasan yang Riri berikan. "Terus?!"


"Ya Riri bakar semua! Biar gak ada bekas Amora lagi!"


Gala menjambak rambutnya sendiri. Merasa pusing dengan tingkah Riri yang selalu tidak terduga. "Kenapa harus lo bakar, Sri?! Lagian udah dicuci semua! Gak ada bekas Amora lagi!"


Tidak menjawab, Riri berjalan mengambil selang air yang tersedia di halaman rumahnya. Selang air itu biasa digunakan mamanya untuk menyiram tanaman. Namun kini fungsi selang air itu berubah. Karena Riri menggunakannya untuk mematikan kobaran api yang sengaja ia buat untuk membakar kemeja, celana dan kolor Spongebob milik Gala.


Setelah dirasa misinya terselesaikan, Riri meninggalkan Gala yang masih tampak frustasi menatap sisa-sisa kemeja, celana dan kolor Spongebob nya yang sebagian besar sudah berubah menjadi abu.


Riri duduk di kursi terasnya dengan perasaan lega sekaligus sedikit.....takut. Takut karena dirinya sudah berani membakar benda kesayangan Gala.


Pikiran Riri sudah melayang terlalu jauh. Bagaimana jika setelah ini Gala dendam lalu membakar Joko? Ikan kesayangannya itu. Tidak, tidak, hal itu tidak akan Riri biarkan. Riri akan melindungi Joko sampai titik darah penghabisan.


"Puas lo?" Gala berdiri di hadapan Riri dengan wajah kesal. Ingin marah-marah, tapi rasanya percuma karena hal itu tidak akan bisa mengembalikan kolor kesayangannya.


Gala duduk di sebelah Riri sambil memijat pangkal hidungnya. Gala mengingat-ingat awal mula kejadian ini. Di mana tadi, Riri tiba-tiba memasukkan kemeja, celana, dan kolor Spongebob milik Gala ke dalam tas lalu meminta cowok itu mengantarkan pulang ke rumah.

__ADS_1


Siapa sangka, saat sampai di rumahnya, Riri langsung mengambil korek api dan mulai membakar semua itu di halaman depan. Gala yang tidak bisa melakukan banyak hal karena posisi mereka ada di rumah Riri, hanya bisa melongo tidak percaya.


Setelah terjadi keheningan yang cukup lama di antara mereka, Gala menoleh pada Riri lalu bertanya. "Mana ikan jelek lo itu?"


Deg!


Perasaan Riri mulai tidak enak.


Riri menoleh cepat dengan ekspresi was-was. "Kenapa? Gala mau balas dendam?"


Gala berdecak. "Iya, Joko mau gue goreng."


"Eh, enggak deh. Kayanya kalo gue kasih Joko ke Kolor Ijo lebih asyik," ralatnya. "Biar dimakan kucing tuh ikan jelek lo hahahaha!"


.


Bersambung


.


Tenang frien, konflik utamanya belum muncul, tapi aku usahain konfliknya gak berat berat banget. Yang normal-normal aja. Bakal banyak bucinnya sesuai judul


Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian


depresot apa enggak?


Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo❤️🤣💖😁💯🥰💯


Pesan buat Gala Arsenio Abraham?


Pesan buat Riri (Serina Kalila)?


Pesan buat Ilham?


Pesan buat Akbar?


Pesan buat Alan?


Pesan buat Dewa?


Pesan buat Danis?


Pesan buat Amora?


Pesan buat Nenda?


Pesan buat Choline?


Pesan buat siapa aja?


Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.

__ADS_1



__ADS_2