
Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepat memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.
.
Selamat membaca!
.
....
Riri hanya diam sambil menghela napas. Dewa dan Gala memang selalu begitu. Tidak pernah sependapat dalam hal apapun. Mereka selalu saja bersitegang.
"Sayang, kita jalan-jalan yuk! Di sini gerah! Ada aura-aura cowok jomblo yang gak laku-laku!" ajak Gala pada Riri.
Dewa melirik Gala sinis sambil menunjukkan ekspresi ingin muntah. Mentang-mentang ada dirinya dan mau membuatnya iri, Gala bersikap sok manis pada Riri. Padahal biasanya, Dewa juga tahu kalau Gala lebih sering bersikap galak daripada manis seperti sekarang.
"Kasihan adek gue tertekan," ujar Dewa pelan. Gala mendengarnya namun tidak berniat menanggapinya. "Yuk," ajak Gala lagi karena Riri belum memberi respon apapun. Riri masih betah dalam mode heningnya.
"Sayang, ay.."
"Jangan dipaksa! Adik gue gak mau!" potong Dewa geram. "Riri itu tertekan punya cowok pemaksa kaya lo!"
"Lo yang tertekan karena cinta lo ke temen Riri bertepuk
sebelah tangan!" balas Gala.
Gala hendak berdiri menghampiri Dewa namun niatnya terhenti begitu saja kala mendengar suara Riri.
"Riri gak mau jalan-jalan."
"Kenapa, sayang?"
Lagi-lagi Riri menggeleng pelan. Riri heran, bukannya tadi Gala masih ngomel-ngomel? Kenapa sekarang Gala justru mengajaknya jalan-jalan dan bersikap selembut ini? Riri takut Gala mempunyai niat jahat padanya seperti ucapan cowok itu tadi. Menjualnya pada om-om hidung belang di luaran sana misalnya.
"Gak mau, nanti Riri--"
"Aaaa ayo sayang!" paksa Gala dengan ekspresi memelas. Gala berdiri lalu berlutut di hadapan Riri. Tentu saja hal itu tidak luput dari perhatian Dewa.
"Nanti kita beli jaket couple gambar Spongebob mix Joko. oke?"
******
Sunmori, bersama anak Drax yang lainnya.
Gala dan Riri datang terlambat karena tadi Riri bangun kesiangan. Sejak semalam, Gala sudah mewanti-wanti agar Riri bisa bangun tepat waktu. Namun Riri tetaplah Riri. Gadis itu selalu susah bangun pagi.
"Lama amat, Bos. Ngapain aja sih sampe dateng terlambat?" tanya Ilham pada Gala yang kini tengah membenarkan jaket yang Riri kenakan. Kemudian beralih memasangkan helm di kepala Riri.
"Mandi bareng." jawab Gala asal.
"Anjay!" Ilham terbahak. Ia tahu Gala hanya bercanda saja. "Belum jadi suami udah dapet jatah aja lu, Bos."
"Iri?"
"Gak sih. Gue iri kalo lo udah nikahin Riri."
Gala menatap Ilham datar. "Bacot!"
__ADS_1
"Bisa gak?" tanya Gala pada Riri yang terlihat kesusahan saat berusaha naik ke atas motor.
Kepala Riri menggeleng. "Bantuin..." rengek Riri. Entah kenapa ekspresi Riri sekarang membuat Gala tertawa pelan saking gemasnya.
"Hem! Makanya tingginya nambah juga dong! Masa cuma
cantiknya aja yang nambah terus," balas Gala datar namun
mampu membuat pipi Riri merona.
Tumben sekali Gala bisa menggombal, biasanya juga hanya menghina.
Setelah selesai dengan urusannya, ralat, setelah selesai mengurus Riri, Gala memberi instruksi pada Akbar yang bertugas sebagai sweeper untuk memulai sunmori mereka. pagi ini.
Bisa dibilang ini adalah sunmori terakhir Gala dengan jabatannya sebagai leader Drax. Karena setelah ini Gala akan menyerahkan jabatan itu pada orang lain. Gala lebih memilih fokus kuliah dan mengurus perusahaan ayahnya. saja.
"Sorry, gue telat banget ya."
Gala dan yang lainnya langsung menoleh ke belakang. Tempat di mana Dio berada. Ternyata cowok itu tidak datang sendirian. Melainkan datang bersama...Amora.
"Sorry ya, Gal."
Gala mengangguk setelah matanya menatap tak suka pada gadis yang duduk di belakang Dio. "Gak papa."
Ilham berseru. "Ya udah, yuk! Gue udah lapar pengen cepat-cepat sampai terus sarapan!" "Pegangan, kalo lo jatuh gue males nolongin," ucap Gala pada Riri sebelum menancap gas motornya.
"Yang erat! Kalo lo beneran jatuh terus muka lo penyok, gue
gak mau loh, Ri!" peringat Gala kala merasakan pelukan Riri
kian mengendur.
Gala berdecak. "Kenapa lagi?"
"Kenapa kemarin kita gak jadi beli jaket couple yang gambarnya Spongebob atau Joko? Harusnya kan beli terus kita pakai hari ini."
"Bodo amat!" gas Gala. "Cepat pegangan yang erat! Kalo muka lo penyok mirip Joko gue bakal cari cewek lain!" ancam Gala.
"Iya-iya!"
Sudut bibir Gala terangkat saat Riri memeluknya semakin erat. Tangan kiri Gala bergerak untuk mengusap-usap punggung tangan Riri yang melingkar di atas perutnya.
"Tuhan, buat yang satu ini jangan diambil, ya. Gue sayang banget sama bocil bego ini."
******
"Kenapa?"
Riri menghembuskan napasnya kasar. Kepalanya terasa pusing. "Kepala Riri sakit. Helmnya gede banget. Riri ngerasa kaya capung yang gedean kepala daripada badan."
Saat ini mereka tengah berada di sebuah kafe--tempat yang biasa mereka gunakan untuk singgah saat melakukan sunmori. Kebetulan kafe ini juga milik keluarga salah satu anggota Drax.
"Itu kepala lo aja yang kekecilan." Gala menarik kepala Riri
agar bersandar di dada bidangnya lalu memijatnya pelan.
"Lo mau pesen apa?" Riri menatap buku menu yang ada di hadapan Gala tak berselera. "Seblak."
__ADS_1
"Gak ada, Cil. Lo jangan ngelunjak. Pagi-pagi minta seblak."
"Kan Riri pengen. Kalo lagi pusing enaknya makan yang pedes-pedes."
"Gak ada! Aneh-aneh mulu!" semprot Gala. "Kalo bandel,
gue ceburin ke got tau rasa lo!"
Meski kesal dengan permintaan Riri yang aneh-aneh, Gala tetap memijat kepala Riri dengan gerakan lembut sama seperti sebelumnya. Beberapa kali Gala juga membubuhi puncak kepala Riri dengan kecupan ringan. Hal tersebut membuat dua orang yang sejak tadi duduk satu meja dengan mereka mendengus kasar.
"Dunia serasa milik berdua," sindir Akbar. "Yang lain
ngekost."
"Gak Alan, gak Gala, sama aja. Bucin mulu," tambah Ilham kala memerhatikan ke meja paling pojok di mana ada Alan dan seorang gadis tengah asyik bersenda gurau.
"Semua cowok sama aja!" lanjut Ilham dengan nada yang dibuat-buat.
"Cepat pilih mau sarapan apa, sayang? Gak usah
dengerin yang lain. Anggap aja itu ocehan monyet."
"Bubur ayam boleh gak? Tapi ayamnya banyakin. Kalo bisa banyakin suwiran ayamnya daripada buburnya."
....
.
Bersambung
.
Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian
depresot apa enggak?
Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo❤️🤣💖😁💯🥰💯
Pesan buat Gala?
Pesan buat Riri?
Pesan buat Ilham?
Pesan buat Akbar?
Pesan buat Alan?
Pesan buat Dewa?
Pesan buat Danis?
Pesan buat Amora?
Pesan buat Nenda?
Pesan buat Choline?
__ADS_1
Pesan buat siapa aja?
Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.