
Selamat siang bestie, semoga harimu siang terus
Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepet memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.
Selamat membaca!
.
....
Satu jari telunjuk Gala terulur ke depan. Menusuk-nusuk pipi Riri yang menurut Gala bentuknya sangat mirip dengan bakpao. Cowok itu lantas tertawa pelan merasakan sensasi yang menyenangkan kala jarinya bersentuhan dengan pipi Riri yang kulitnya halus dan kenyal.
"Gemes," kekeh Gala.
Sumpah demi apapun, jika Riri bangun atau ada orang lain. yang melihat aksinya sekarang. Gala tidak akan berani menunjukkan ekspresi muka gemasnya seperti yang ia tampakkan sekarang.
Cup
Cup
Cup
Gala memberi kecupan bertubi-tubi di pipi Riri dan lama-kelamaan kecupannya itu berubah menjadi gigitan kecil saking gemasnya. Tak lupa, Gala juga mencubit pelan pipi Riri.
Kegiatan Gala itu terus berlanjut sampai akhirnya terdengar
dering ponsel dari saku jaketnya.
"Hem, ganggu."
Seketika ekspresi wajah Gala berubah muram.
"Kenapa?" tanya Gala tanpa basa-basi setelah menjawab panggilan masuk dari Ilham.
"Lo jadi bawa Riri ke apartemen gue?"
"Jadi."
"Kalo ada apa-apa, gue gak ikut campur, pokoknya Gal"
"Ribet lo."
"Ya gue takut kebawa masalah lo yang rumit, anjir. Oh iya, terus Danis gim--"
"Itu tugas lo. Kasih tau ke dia kalo Riri aman sama gue. Gak usah dicari. Malem ini Riri gue pinjem dulu. Besok gue pulangin."
"Kalo ingat," lanjutnya.
Terdengar decakan kesal dari seberang sana. "Hem, terus
gimana kalo Danis tau, lo sama Riri ada di apart gue?" "Gak bakal tau kalo lo gak ember. Udah, ganggu aja lo."
"Emang Danis gak ada nelfon lo?"
"Gue blokir semua," enteng Gala menjawab.
__ADS_1
"Astagfirullah, Gal. Lo bener-bener anj"
Tut. Dengan cepat Gala mematikan sambungan telfonnya dan Ilham. Ia tidak mau mendengar ocehan Ilham yang sangat tidak penting untuk didengar.
Gala kembali mengantongi ponselnya lalu dengan gerakan
sangat hati-hati, Gala mengangkat tubuh Riri ala bridal style.
Ia membawa gadis yang masih terlelap dalam tidurnya itu ke
dalam unit apartemen milik Ilham.
Setelah membaringkan Riri di tempat tidur, Gala lantas ikut berbaring di samping Riri. Cowok itu tidak melakukan hal lainnya, kecuali melanjutkan kegiatannya tadi. Memainkan pipi Riri yang begitu menggemaskan di matanya. Entahlah, tiba-tiba semua rasa kesal, marah, kecewa, di diri Gala, hilang dan lenyap begitu saja.
"TOLONG!!!"
"TOLONG!!!"
"TOLONG!!!"
Mendengar teriakan dari dalam kamar, tempat Riri tertidur sejak tadi malam, Gala yang sedang sibuk menyiapkan sarapan roti dan susu kesukaan Riri, langsung berlari menuju kamar. Meninggalkan gelas susu yang baru saja jatuh karena tidak sengaja ia senggol.
"Kena--" Gala melemparkan tatapannya ke segala sudut kamar.
Tidak ada. Riri tidak ada di sana.
Kepanikan pun mulai melanda. Gala segera mencari Riri ke berbagai sudut kamar dan juga kamar mandi. Sampai akhirnya, Gala mendengar suara isakan dari satu arah.
"Astaga, lo ngapain?!" tanya Gala setelah membuka pintu. lemari dan mendapati Riri duduk meringkuk di dalam lemari.
"Kamu Gala atau bukan?" polos Riri bertanya dengan kedua mata terpejam.
"Jawab dulu! Kamu Gala atau bukan?! Kalo bukan, Riri gak mau buka mata dan Riri gak mau keluar!"
Gala mengusap wajahnya kasar lalu menggeleng heran.
Ada-ada saja kelakuan gadisnya itu. Random dan tidak jelas.
"Iya, gue Gala," jawab Gala pada akhirnya.
Terlihat bodoh memang mengikuti permintaan Riri untuk menjawab. Namun kalau tidak begitu, perdebatan mereka pasti akan semakin memanjang. Gala malas harus berdebat dengan Riri sepagi ini. Apalagi berdebat hal yang tidak penting sama sekali. Jadi, lebih baik, Gala ikuti saja permintaan Riri.
"Kalo kamu emang beneran Gala, kolor yang suka dipake Gala, kolor apa? A, kolor Spongebob, b, kolor barbie, c, kolor hello kitty, atau d, semuanya benar?"
"Hem! Kenapa malah kuis dadakan sih?!" Gala menyugar rambutnya ke belakang. Frustasi dengan pertanyaan Riri yang sangat tidak bermutu. "Buka mata! Ayo keluar!"
"Ih! Jawab dulu!"
"Jawabannya, a, kolor Spongebob!" jawab Gala dengan wajah sedikit tertekan. "Puas lo?! Ayo buka mata."
Perlahan mata Riri terbuka sedikit demi sedikit. Cengiran lebar pun langsung Riri tampakkan. Namun hal itu tak bertahan lama, karena beberapa detik kemudian, wajah Riri langsung berubah jadi sinis.
Riri berdiri dan keluar dari lemari. Gadis itu berjalan meninggalkan Gala setelah sedikit menabrak lengan Gala.
Sementara itu, Gala yang tidak paham dengan perubahan sikap Riri, hanya diam dengan wajah cengo di tempat semula.
__ADS_1
"Prik banget cewek gue," geleng Gala tidak habis pikir. "Fix
ketularan Jenglot."
Gala menyusul Riri duduk di tepi tempat tidur. Kemudian meraup wajah Riri menggunakan telapak tangan besarnya.
"Songong banget muka lo, bocil!" ejek Gala.
Riri menyingkirkan tangan Gala dari wajahnya. "Ish! Tangan Gala bau eek!"
Kedua mata Gala melotot lebar mendengar hinaan dari Riri. "Enak aja, emangnya gue kaya lo? Habis cebok gak cuci
tangan!"
Riri mendengus pelan dengan bibir mengerucut sebal. "Riri gak jorok! Gala yang sering jorok!"
"Ngapain tadi teriak minta tolong?" tanya Gala melupakan
perdebatan tidak penting mereka.
Riri menatap Gala cemberut. "Riri pikir, tadi Riri diculik sama genderuwo. Soalnya pipi Riri merah-merah semua. Kaya habis digigitin. Eh, taunya Riri diculik sama....
"Sama siapa?" tanya Gala tidak sabar.
"Sama yang lebih serem dari genderuwo," jawab Riri santai.
Gala berdecak kasar. Enak saja dirinya dibilang lebih seram dari genderuwo. Ya meskipun, apa yang Riri bilang memang ada benarnya juga. Gala kalau dalam mode marah, memang akan terlihat lebih menyeramkan dari setan.
"Sini liat pipi lo."
Gala mendekat. Mengecek pipi Riri untuk memastikan apa yang Riri bilang barusan benar atau tidak.
Ternyata setelah Gala perhatikan dengan saksama, Riri tidak bohong. Di pipi gadis itu memang terdapat beberapa bercak kemerahan bekas gigitan dan cubitannya tadi malam.
....
.
*Bersambung*
.
Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian
depresot apa enggak ya?
Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo🤣❤️💖😁🥰💯🥰💯
Pesan buat Gala Arsenio Abraham?
Pesan buat Riri(Serina Kalina)?
Pesan buat Danis?
Pesan buat siapa aja?
__ADS_1
Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.
Spam datang pake emoji :