CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
Permen yang langka


__ADS_3

Gala sampai heran sendiri, kenapa dalam keadaan apapun, Riri itu selalu terlihat menggemaskan.


"Cuma satu?"


"Cimi siti?" Tiru Gala. "Ngelunjak lo. Dikasih hati minta jantung, paru-paru, usus, tenggorokan. Semua aja lo minta."


Bibir bawah Riri mencebik saat permen yang coba ia buka tak kunjung berhasil. "Susah. Gala bukain dong."


"Hem! Lo buka permen ginian aja gak bisa-bisa," decak Gala namun tetap mengambil alih permen itu dan membukakannya untuk Riri.


"Kalo buka permen gue bisa gak?" Ucap Gala.


Riri menerima permen yang Gala bukakan dan memasukkannya ke dalam mulut. "Gala punya permen?"


"Punya lah. Ya kali gak punya. Permen gue lebih panjang, gede dan enak."


"Emang iya?"


"Hem." Kepala Gala mengangguk seolah ucapannya sangat serius. "Selain gue, cuma lo yang boleh buka


dan liat permen gue."


Senyum Riri merekah mendengar ucapan Gala. Pasti permen milik Gala, permen yang langka. Begitu pikir otak polos Riri. "Mana-mana? Riri mau lihat," ucap Riri semangat empat lima. Gadis itu terlihat begitu antusias dengan permen yang Gala bicarakan.


"Ntar aja."


"Ih sekarang!"


"Ntar aj--"


Riri menendang kaki Gala. "Riri mau liat sekarang!"


Gala menghela napas. "Oke, bentar."


Riri memerhatikan Gala dengan saksama saat cowok


itu merogoh celananya lalu mengeluarkan satu permen lolipop yang memang lebih panjang dan besar dari permen yang Riri makan sekarang.


"Nih, puas lo?!"


"Ih pasti enak!" Cengir Riri langsung mengambil alih permen yang sejak tadi Gala bicarakan.


"Ya iyalah, kan dari tadi gue juga udah bilang kalo permen gue lebih panjang, gede dan enak."


"Bilang apa lo sama gue?"

__ADS_1


Riri menatap Gala dengan senyum merekah bahagia. "Makasih Gala!"


Inilah yang paling Gala sukai dari Riri. Membuat Riri bahagia itu memang sangat mudah. Hanya dengan hal-hal sederhana. Dengan memberinya permen seperti ini misalnya. Tidak perlu dengan barang mewah atau lainnya seperti kebanyakan cewek di luaran sana.


Bukannya pelit atau perhitungan, Gala bisa saja memberi Riri semua kemewahan itu bahkan lebih banyak. Namun sayangnya, Gala sudah tahu, Riri justru tidak menyukai hal-hal seperti itu.


"Minta."


Senyum Riri perlahan memudar. Baru saja senang karena Gala memberinya dua permen lolipop hari ini, sekarang malah diminta lagi. "Minta in--"


"Ini aja." Gala mengambil permen lolipop yang ada di mulut Riri lalu memasukkan ke dalam mulutnya sendiri.


"Ih itukan bekas Riri!"


Gala mengacak rambut Riri pelan dan mencuri satu kecupan di pelipis Riri. "Gak papa cil, sisa lo lebih nikmat."


"Tap--"


"Maaf kak, acaranya udah mau dimulai. Tadi aku disuruh kak Dio buat manggil kak Gala sama kak...Riri."


Gala mengangguk, tangannya mencegah Riri yang hendak berdiri dari pangkuannya. "Hem, oke."


"Ayo ih !"


"Mor."


Amora yang tadinya asyik memerhatikan kepergian


Gala dan Riri langsung menoleh ke seseorang yang memanggilnya.


"Bang Rafa, kenapa?"


Setelah acara selesai, Gala membiarkan Riri tetap bermain dengan anak-anak panti. Ya seperti biasa, acara di panti tadi hanya sekedar, makan bersama, bermain game, membagikan buku, membagikan mainan, membagikan uang dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bertujuan untuk membuat semua anak panti merasa terhibur dan bahagia. Kegiatan ini sudah rutin anak Drax lakukan selama kurang lebih satu tahun.


"Lihat deh Gal, Riri bahagia banget ya sama mereka. Gak kaya pas sama lo. Kelihatan tertekan," ceplos Ilham memberikan korek api yang ingin Gala pinjam.


Gala berdecak kasar sambil menghisap rokok yang sudah ia nyalakan. "Lo kemaren ngirim video aneh-aneh lagi kan ke Riri? Itu yang terakhir, Ham. Sampe lo ngirim lagi, gue hajar beneran muka lo."


Bukannya takut, Ilham justru tertawa pelan. "Ya elah, bos. Itu cuma video yang lagi ngetrend di TikTok, apa salahnya sih gue bagi ke Riri. Lagian gak aneh menurut gue."


"Gak aneh! Gak aneh! Tiap gue marah Riri bakal nyanyi lagu itu bego!"


Akbar yang sejak tadi ikut menyimak pembicaraan Gala dan Ilham langsung menyemburkan tawa. "Hahaha anjrot, Riri ada-ada aja. Gak kebayang komuk lo pas Riri nyanyi, Gal. Lagu yang Dinda jangan marah-marah itu kan?"


"Tau ah!" Jawab Gala malas.

__ADS_1


"Lihat noh si Alan mojok mulu dari tadi," tunjuk Ilham pada Alan dan Meisya pacar Alan yang tengah asyik mengobrol tak jauh dari mereka. "Jadi pengen gue."


"Emang kemaren lo gak coba ajak Nenda, Ham?" Tanya Akbar.


"Mana mau Nenda, pasti lebih milih sama Dewa lah. Secara gantengan abang ipar gue daripada Ilham."


Bukan, itu bukan Ilham yang menjawab, melainkan


Gala yang sengaja ingin membuat Ilham panas. Ya, bisa dibilang Gala ingin balas dendam.


"Hem, lo gitu banget, Gal. Harusnya dukung gue lah."


"Gak males."


"Tenang, gue dukung lo Ham," timpal Akbar membuat senyum Ilham merekah. Namun satu detik setelahnya wajah Ilham langsung kembali muram. "Tapi boong hahahaha."


"Dek dek sini abang punya hadiah," panggil Ilham pada anak perempuan berusia enam tahun yang baru saja melintas di depan mereka. Tapi bukannya berhenti anak itu justru tampak ketakutan.


"Hem, muka lo nyeremin, Ham." Gala mengeluarkan satu permen lolipop sisa yang tadi ia berikan pada Riri. Lalu berjalan menghampiri anak perempuan itu.


"Mau gak?" Tawar Gala sembari membungkukkan badan. Membuat anak perempuan itu langsung berhenti.


"Buat aku?" Tanyanya bingung.


Kepala Gala mengangguk dengan senyuman tipis


di bibirnya. "Iya, buat kamu. Namanya siapa?"


Anak perempuan itu mengambil permen yang Gala berikan. "Nama aku Kiara. Abang namanya siapa?"


"Gala." Senyum Gala mengembang semakin lebar. Tidak sulit bagi Gala mengobrol dengan bocah seperti ini. Toh, selama ini Riri juga selalu ia anggap seperti bocah. Jadi, Gala merasa sudah terlatih.


"Makasih abang Gala. Kiara suka banget sama permen. Tapi Kiara janji kok, gak makan permen tiap hari. Karena kata ibu panti, itu gak baik. Bisa buat gigi Kiara ompong."


Gala terkekeh. Anak perempuan ini benar-benar mengingatkannya pada sosok Riri sepuluh tahun yang lalu di awal pertemuan mereka. Ya, waktu itu Gala berusia delapan tahun dan Riri masih tujuh tahun. Pertemuan singkat yang berhasil mengubah seluruh hidup Gala sampai saat ini.


"Ya udah, Kiara masuk ke dalem lagi. Main sama yang lain," suruh Gala mengacak rambut Kiara gemas.


Kiara langsung mengangguk. "Bye bye abang ganteng!"


.


.


selamat membaca( yang semangat ya)

__ADS_1


__ADS_2