CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
Geng Drax


__ADS_3

FOLLOW dulu ya biar nanti Chapter nya gak Kalian Kangen sama keromantisan SriGala gak si Siap Kawal sampe Ending?


Vote Dan Komen lebih banyak dari


Chapter sebelumnya, baru update yađź’–


Sabi kali ya. yang baca aja lebih dari 4k tiap Chapter nya. Heran sama manusia yang gak mau Vote.


.


.


******


"Matamu!" Gala memukul punggung Ilham tidak terima. "Ngapain gue selingkuh kalo cewek gue cantik, seksi, gemoy, lucu, imut, bego kaya Riri. Dah lah cewek gue emang paket lengkap. Gak ada duanya di seluruh dunia ini."


Berbicara mengenai Riri, entah lah, Gala jadi tiba-tiba kangen dengan gadis polos kesayangannya itu. Ingin rasanya secepat mungkin Gala mendatangi Riri lalu memeluknya erat. Namun sayang tidak bisa karena malam ini ada sesuatu yang harus segera ia bereskan.


"Si bos pinter banget ya? Dia nyari cewek polos kek Riri. Biar bisa di kibulan."


"Gak papa gue di kibulin yang penting gak gue hamilin," jawab Gala kelewat santai. "Lo ngapain tadi manggil-manggil gue?"


"Yang acara di panti itu jadi kapan, bos? Soalnya biar gue bisa susun acaranya mulai dari sekarang. Terus kasih informasi ke anak-anak juga. Biar gak mendadak."


"Sabtu besok gimana?" Gala menatap ketiga sahabatnya. Ilham, Akbar dan Alan untuk meminta pendapat atas usulannya barusan.


"Boleh juga," angguk Akbar. "Gue kan pengacara. Pengangguran banyak acara hahaha..."


"Gue juga bisa-bisa aja," timpal Ilham. "Gue kan pengabdi rebahan. Kapanpun juga bisa."


Gala beralih menatap Alan yang masih diam. Sepertinya cowok itu memang lebih senang bercengkrama dengan pemikirannya sendiri daripada dengan orang lain. "Lo gimana, Lan?"


Alan mengangguk setelah sadar Gala bertanya. "Bisa."


Gala menghela napas lega. "Ya udah, Ham. Malem ini lo mulai susun acaranya gimana dan data, apa aja yang harus kita beli."


"Uang kas Drax cukup gak ya?" Pasalnya beberapa minggu yang lalu mereka sudah menggunakan sebagian uang kas Drax untuk disumbangkan pada korban bencana Alam. Jadi, Akbar takut uangnya kurang.


Inspirasi menyarankan. "Haruskah kita memiliki usaha patungan lagi?"


"Tinggal berapa uangnya?"


Akbar segera mengecek ponselnya untuk melihat berapa jumlah uang kas Drax yang tersisa. "Lima belas juta doang, Gal."


Gala mengangguk mantap. "Nggak usah patungan. Ntar gue tambahin sepuluh juta."


Alan menatap mereka dengan wajah datar. "Gue juga."


"Wih, nih dua sultan mau adu kekayaan ya?" Geleng Ilham kagum. "Kalo gitu gue juga deh."


"Ikut nyumbang sepuluh juta juga, Ham?"

__ADS_1


Ilham menatap Akbar sok serius. "Iyalah gue juga. Maksudnya gue juga mau disumbang. Bukan nyumbang hahaha..." Lalu tawa Ilham meledak cukup kencang. Membuat ketiga sahabatnya itu ingin memakan Ilham hidup-hidup. Ilham memang tidak bisa diajak serius.


"Kalo gue ikut nyumbang segitu, gue gak bakal jajan sebulan anjir. Gue nyumbang tiga juta aja deh."


Akbar mencibir. "Iya gak usah banyak-banyak,


kasian gue sama lo. Udah sadboy nanti jadi kereboy."


"A*j*** .... astagfirullah tidak bisa bersumpah." Ilham mengelus dadanya sendiri. "Tapi kamu seperti anjing!"


"Gue nyumbang lima juta aja deh," kata Akbar setelah menghadiahi Ilham jitakan. "Kagak papa kan?"


"Dengan hormat," jawab Alan.


"Lan, Meisya telfon noh." Dagu Ilham terarah ke ponsel Alan yang tergeletak di atas meja.


Alan buru-buru menjauh dan mengangkat panggilan dari Meisya. Tidak lama, hanya sekitar tiga menit Alan sudah kembali mendekati mereka.


"Malem ini gue gak ikut ke arena balap. Meisya sakit," ungkap Alan to the point seraya memakai jaket hitamnya. "Gue duluan."


"Hakim saudara!"


"Hati-hati, Lan." Setelah menatap kepergian motor Alan, Gala mengalihkan tatapannya pada Ilham dan Akbar. "Lihat deh es batu kita mulai mencair," kekeh Gala geli sendiri. "Gak nyangka gue Alan bisa bucin."


Ilham mengangguk-anggukan kepalanya seolah setuju. "Iya, Gal. Gue juga gak nyangka kenapa lo bisa bucin banget sama Riri."


"Ck, brengsek! Tidak nyambung!"


******


"Bajingan! Lo yang lecehin adek temen gue kan?!"


"Kamu keparat!"


"A-ampun! Jangan bunuh gue!"


Gala tersenyum miring. "Kalo gue bunuh lo sekarang, itu bakal enak di lo."


"A-apa maksudmu?"


"Lo harus masuk penjara dulu. Setelah lo keluar dari penjara baru gue habisin lo."


"Jangan laporin gue ke polisi!" Teriaknya memohon saat dua anak Drax sudah menyeretnya masuk ke dalam mobil. "Gue janji bakal tanggung jawab nikahin dia! Gue janji!"


Ilham mencibir tidak habis pikir. "Sinting! Mana bisa tersangka nikahin korban! Bukannya masalah selesai, yang ada si korban malah makin trauma anjrot!"


Gala menghela napas lega. Satu urusannya sudah selesai. "Bar, tolong kabarin ke Dio kalo orang yang lecehin adeknya udah kita beresin. Hape gue mati."


"Siap bos!"


"Kita langsung ke arena balap nih?" Tanya Ilham membuat Gala langsung mengangguk.

__ADS_1


Gala menatap jam tangan hitam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. "Masih jam sembilan, ayo ke arena balap sekarang. Sebelum jam dua belas gue harus cabut."


"Mau ngapain?"


"Biasa, Bar. Si bos mah mau nyari jatah."


"Jatah muka lo penyot!" Gala berdecak tidak suka. "Gue cuma mau buatin susu sama ngelonin sampe Riri tidur pules. Gue udah janji masalahnya. Kalo gak gue turutin, tuh bocil bisa ngambek sampe tujuh hari tujuh malem."


"So sweet banget sih hubungan kalian berdua. Jadi pengen gabung," canda Ilham. "Boleh gak?"


"Kalo lo masih mau punya kepala yang utuh, mending jangan," bisik Gala menepuk-nepuk punggung Ilham. Membuat cowok tengil itu menelan ludahnya kasar.


******


"RIRI GAK MAU KETEMU SAMA GALA!"


"GALA Jahat! PEMBOHONG!"


Gala terus berusaha untuk membuka selimut yang menutupi wajah sembab Riri. Semalaman gadis itu terus menangis karena Gala tak kunjung datang menepati janjinya.


"Ri, gue minta maaf." Gala hingga bersimpuh di hadapan Riri. Namun tak ada tanda-tanda Riri mau membuka selimutnya.


"Sayang," panggil Gala dengan suara lirih. "Jangan ditutupin gitu mukanya, nanti gak bisa napas."


"Buka coba," suruh Gala lembut. "Maaf, tadi malem gue gak kesini karena gue mabuk. Gue minum terlalu banyak," lanjutnya jujur.


"Maafin gue, ya?"


Sebenarnya tadi malam Gala berniat pulang lebih awal dari teman-temannya. Tapi tiba-tiba Gala bertemu teman lamanya di arena balap. Gala tidak enak jika menolak ajakan temannya untuk minum. Sampai akhirnya Gala kalap. Minum terlalu banyak hingga mabuk berat. Tadi malam saja, Gala tidak bisa menyetir motor sendiri. Ilham dan Akbar lah yang bersusah payah membawa Gala pulang ke apartemen.


Sampai di pagi hari, ketika Gala sudah sadar dari mabuknya. Dengan tergesa-gesa, tanpa mandi, hanya bermodalkan cuci muka dan gosok gigi, ia langsung mendatangi Riri ke rumah gadis itu. Tujuan utamanya sudah pasti untuk meminta maaf.


Gala mengusap-usap kepala Riri yang tertutupi selimut. "Gue harus ngapain biar lo maafin gue, hem?"


Riri memberontak. "Pergi! Riri gak suka sama cowok pemabuk! Kata bunda itu gak baik!"


Menghela napas, Gala mengusap wajahnya kasar. "Gue khilaf, Ri. Maafin gue."


"Sayangg ...." Panggil Gala terdengar seperti merengek. "Maaf, maafin gue."


******


Btw kalo kolor ijo dijodohin sama Joko, anaknya jadi apa yaa??


Kiww racunin temen kalian buat baca cerita ini, biar makin rameee


Lanjut gak nih?


Pesan buat Gala?


Pesan buat Dewa Danis?

__ADS_1


Atau untuk siapa saja, untuk penulis juga bisa :


Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cpt juga up nya.


__ADS_2