CINTA SEJATIKU

CINTA SEJATIKU
92.


__ADS_3

Aku update nunggu vote dan komen chapter ini melebihi chapter sebelumnya Jadi kalo aku belum update, bantuin biar bisa cepat memenuhi target jangan cuma nyuruh up doang.


.


Selamat membaca!


.


....


"Gue harus balik. Gue bisa nunda urusan pekerjaan kantor dengan terpaksa demi permintaan Bunda Asti, tapi buat yang satu ini gue gak bisa nunda," jelas Gala berusaha tetap tenang meski sebenarnya ia sudah emosi dengan tingkah Amora yang bisa dibilang tidak tahu malu.


Amora menatap Gala sedih. Gadis dengan dress selutut berwarna krem itu lantas mengambil teh yang tadi ia letakkan di atas meja kemudian menyodorkannya ke hadapan Gala. "Kak Gala minum tehnya dulu. Mubazir kalo gak diminum, Kak. Habis itu pulang gak papa. Nanti biar aku yang jelasin ke Bunda."


Gala berdecak kesal. Amora, gadis itu benar-benar keras kepala. Membuat Gala ingin mengumpat habis-habisan. Akan tetapi sebisa mungkin keinginannya itu ia tahan karena Gala masih menghargai Amora sebagai adik Dio. Adik dari teman satu geng motornya. Kalau tidak, berbagai nama hewan penghuni kebun binatang sudah keluar dari mulutnya sejak tadi.


"Gue gak bisa, Mor! Gue harus balik!" jawab Gala tegas.


Tanpa membuang-buang waktu lebih lama, Gala pergi meninggalkan Amora. Namun siapa sangka, beberapa detik setelahnya, Amora kembali berusaha mencegah Gala. Gadis itu mengejar dan menghalangi langkah Gala yang hampir keluar dari pintu.


"Kak Gala kenapa sih kaya gak suka sama aku? Padahal aku cuma mau temenan sama Kak Gala. Aku gak ada niat jahat apapun ke Kak Gala."


Gala mengusap wajahnya kasar. Cowok itu menyingkirkan tangan Amora. Kali ini gerakan Gala sedikit lebih kasar. Tidak pelan seperti yang tadi sempat ia lakukan.


"Mor, gue--"


"Kak! Kali ini aja, please, dengerin kemauan aku. Aku cuma mau Kak Gala di sini sampe Kak Dio pulang dari apotek. Aku gak berani. Di panti ini, laki-laki dewasanya cuma Kak Dio."


Gala memejamkan mata sesaat untuk menetralkan gemuruh di dalam dadanya yang sebentar lagi akan meledak. Masa bodo dengan alasan Amora barusan, ia sama sekali tidak peduli dan tidak akan pernah mau peduli.


"Gue harus balik! Gue harus nyari cewek gue! Gue dapet kabar dari Abangnya kalo cewek gue ngilang!"


"Nanti bisa--"


"GUE HARUS BALIK SEKARANG! LO PAHAM BAHASA MANUSIA GAK?!" bentak Gala membuat mata Amora langsung berkaca-kaca.


Amora tidak menyangka Gala akan semarah ini padanya. Padahal ia hanya menginginkan Gala stay untuk beberapa menit saja sambil menunggu kedatangan Dio dari apotek.


Simple bukan?


Memijat pangkal hidungnya, Gala mencoba mengendalikan emosinya sebisa mungkin. Ia tidak ingin menambah masalah baru. Masalahnya sendiri sudah terlalu banyak dan menumpuk. Gala tidak mau menambah beban hidup dengan masalah tidak penting seperti ini.

__ADS_1


Tangan Gala terulur ke depan. Cowok itu menepuk pundak Amora beberapa kali. "Sorry, gue harus balik. Cewek gue ngilang, Asal lo tau, dia segalanya buat gue. Gue gak bisa nunda hal ini untuk alasan apapun. Apalagi cuma karena lo, Amora."


Gala memasukkan kedua tangannya ke saku jaket. Matanya menyorot Amora sekilas sebelum akhirnya pergi dari hadapan gadis itu. Meninggalkan Amora yang masih diam di tempatnya. Mematung di ambang pintu dengan air mata yang perlahan berjatuhan.


"Sorry, gue harus balik. Cewek gue ngilang. Asal lo tau, dia segalanya buat gue. Gue gak bisa nunda hal ini untuk alasan apapun. Apalagi cuma karena lo, Amora."


"Aku salah apa sih? Sampai Kak Gala segitu gak sukanya sama aku?"


.....


"Hem! Gue harus nyari kemana lagi?!"


"Anjing! Anjing! Anjing!"


"Aaaarrggghhh!!! Gue gak mau lo kenapa-kenapa, Ri!"


"Bajingan!" umpat Gala kemudian menumpukan kepalanya ke atas helm hitam miliknya yang ia letakkan di tangki motor.


Gala bingung harus mencari Riri kemana karena saat ini ia tidak memiliki petunjuk apapun. Sejak satu jam yang lalu ia sudah mengitari sekitar rumah Riri dan juga tempat-tempat yang kemungkinan besar akan Riri kunjungi. Namun hasilnya tetap nihil. Tidak ada tanda-tanda Riri berada di sana.


Setelah Gala tanya pada Dewa lebih detail, Gala juga baru mengetahui jika Riri pergi tanpa membawa ponselnya. Padahal jika Riri membawa ponsel, itu akan memudahkan pencarian Gala. Gala hanya perlu mencari tahu keberadaan Riri melalui sebuah aplikasi di ponsel Riri yang sudah terhubung otomatis ke ponsel milik Gala. Tidak perlu kebingungan dan panik seperti sekarang.


Gala memejamkan mata sejenak. Hawa dingin tiba-tiba


tubuhnya rasakan. Bahkan kini kedua telapak tangan Gala


terasa begitu dingin dan sedikit bergetar. Pelipisnya juga


mulai meneteskan keringat dingin..


Ya, begitulah Gala jika sedang mengalami kepanikan berlebih. Tubuhnya akan bergetar, bahkan hingga menggigil seperti orang kedinginan. Juga pikiran-pikiran buruk di dalam kepalanya akan bertambah semakin banyak. Berdengung dan terus berputar hingga membuat Gala merasakan rasa sakit dan nyeri yang luar biasa pada kepalanya.


"Sssshhhhh," desis Gala kesakitan sambil memegang kepala.


Gala turun dari atas motor dengan langkah sempoyongan. Ia memilih duduk di tepi jalan. Satu tangannya yang masih bergetar berusaha mencari-cari sesuatu di saku jaket. Sialnya, sepertinya ia lupa membawa sesuatu itu.


"Bangsat!" umpatnya. "Aaarrrggghhh!"


Drttt...drtt...drtt...


"Il-ham," ucap Gala membaca nama orang yang saat ini tengah menelfon dirinya.

__ADS_1


Dengan berat hati dan berusaha bersikap tenang, setenang mungkin, Gala mengangkat telfon dari Ilham. Gala juga telah menarik napas berkali-kali sebelum memulai membuka suara.


"Kenapa? Kalo gak penting gue mat--"


"Gal, sekarang gue lagi sama Riri!"


Gala menegakkan badannya yang semula terasa lemas tak berdaya. Sekarang, entah terlalu ajaib atau bagaimana, Gala tiba-tiba merasa dirinya baik-baik saja saat mendengar nama Riri Ilham sebut.


"Ri-ri? Lo sama Riri? Ada di mana? Gue ke sana sekarang!"


cecar Gala tidak sabar.


"Taman deket apart lo. Tadi gue--"


....


....


Bersambung


Gimana bestie chapter ini? Cukup membuat kalian


depresot apa enggak?


Intinya jangan berprasangka buruk mengenai cerita ini, berprasangka yang baik-baik aja, biar aku tetep happy kiyowo dan ceritanya juga bisa happy kiyowo❤️🤣💖😁💯🥰💯


Pesan buat Gala?


Pesan buat Riri?


Pesan buat


Pesan buat


Pesan buat


Pesan buat


Pesan buat siapa aja?


Mau up kapan? Spam disini!!! Semakin banyak yg komen dan vote semakin cepat juga up nya.

__ADS_1


__ADS_2