
Fira dan Dion terperangah mendengar ucapan abang bakso tersebut. Mereka tidak menyangka kalau si abang mendengar semua celotehan mereka saat berdua dulu dan ternyata abang bakso itu tidak lupa dengan raut wajah Fira dan Dion.
"Ya ampun abang masih ingat sama kami. Terima kasih ya bang, karena abang telah menjadi saksi bisu harapan-harapan kami dahulu," ucap Dion kepada pedagang bakso dengan penuh haru.
"Enak saja saksi bisu, aku ini masih hidup jadi kalimatnya diganti dengan saksi hidup," ujar abang bakso kepadaku dan kubalas dengan mengacungkan jempol tanda setuju.
"Tentu saja saya tidak pernah lupa dengan kalian karena kalian lah pelanggan abang yang paling sering mampir kemari dan tidak mau menerima kembalian, abang doakan kalian selalu bahagia, oh iya bagaimana kabar kalian sekarang," ucap abang bakso yang kini rambutnya telah memutih.
"kabar kami kurang baik bang," jawab Dion. Kemudian Dion menceritakan tentang kisah jalinan cinta mereka yang kandas karena perbuatan orang ketiga hingga mereka memilih jalan hidup masing-masing. Dan kini mereka dipertemukan dalam kondisi hati yang sedang tidak baik-baik saya. Fira yang patah hati sementara Dion yang putus asa dengan kisah cintanya yang tak pernah bisa berlabuh pada siapa pun.
"Mungkin kalian adalah jodoh yang tertunda. Setelah kalian berpisah mengarungi kehidupan masing-masing akhirnya takdir mempertemukan kalian. Semoga kalian bisa melanjutkan kembali cinta kasih yang dulu terjalin begitu indah. Dengan banyaknya ujian cinta yang kalian jalani seharusnya semakin mempererat hubungan kalian menjadi semakin kokoh dan tak terpisahkan. Ini baksonya semoga kalian suka, dulu kalian selalu membayar lebih, kali ini izinkan abang untuk mengratiskan kalian untuk merayakan kembalinya pelanggan setia abang," ucap penjual bakso.
"Terima kasih bang atas doanya, semoga Fira mau menerima cinta saya kembali. Sehingga bisa sering makan bakso disini," ucap Dion dan dijawab dengan kata Aamiin oleh abang bakso. Tak lama kemudian Dion dan Fira pamit pulang.
Saat ingin memasuki mobil tiba-tiba Fira mengeluh pusing memegang bahu Dion dan akhirnya jatuh pingsan.
"Fira, Fira bangun kamu kenapa," Dion panik dia langsung mengangkat tubuh Fira dan memasukkannya kedalam mobil dan melajukannya menuju rumah sakit terdekat.
"Fira bertahanlah, sebentar lagi kita sampai rumah sakit, kamu yang kuat ya, aku masih mencintaimu Fira, aku tidak ingin kehilanganmu," Dion membelai rambut Fira dengan tangan sebelah kiri sementara tangan kanannya memegang kemudi.
Setelah setengah jam Dion mengemudikan mobilnya dengan penuh kekhawatiran akhirnya dia sampai dirumah sakit Bunda tercinta. Dion langsung turun dari mobil dan mengangkat Fira menuju IGD. Dua orang suster menyambut mereka. Dion membaringkan tubuh Fira diatas brangkar dan didorong oleh suster untuk mendapatkan penanganan. Sementara Dion mengurus administrasi dan kemudian menunggu dengan gelisah. Selang beberapa saat kemudian, seorang dokter keluar.
__ADS_1
"Keluarga dari Fira Anastasya," panggil dokter.
" Saya Dok, bagaimana keadaan Fira dok?," tanya Dion gugup.
"Pasien sudah sadar dia hanya kelelahan dan kurang darah jadi mudah pusing. Tapi sementara dirawat sampai besok, pagi baru boleh pulang," ucap dokter.
Dion akhirnya masuk keruangan dimana Fira dirawat. Dia merasa sangat lega karena Fira tidak menderita sakit yang serius. Dion menggenggam tangan Fira.
"Syukurlah kamu tidak apa-apa Fira, sumpah aku tadi panik banget, takut terjadi sesuatu sama kamu," ucap Dion tulus.
"Maaf yah... Udah ngerepotin kamu, udah bikin kamu panik," ujar Fira, tangan kirinya sibuk membetulkan letak selimut ditubuhnya.
"kita jalani saja kebersamaan kita sampai kita benar-benar merasa nyaman dan siap untuk saling memiliki. Aku berharap tidak ingin mengalami kegagalan untuk yang kedua kali.
Malam ini Dion menemani Fira dirumah sakit setelah mengabari ART dirumah mengenai keberadaanFira, Fira pun tertidur dengan pulas diranjang rumah sakit. Sedangkan Dion tidur disofa tidak jauh dari ranjang dimana Fira tertidur.
Keesokan paginya mereka berkemas-kemas untuk pulang. Setelah urusan administrasi selesai Fira pun pulang kerumahnya dengan diantar oleh Dion.
******
Hari berganti hari, minggu berganti minggu hingga bulanpun ikut berganti bulan. Hubungan Fira dan Dion semakin dekat. Akhirnya Fira bisa melupakan Dewanta mantan kekasihnya yang telah meninggalkannya. Semenjak bertemu Dion kini hari-hari Fira menjadi lebih bahagia.
__ADS_1
Akhirnya Fira dan Dion memutuskan untuk kembali menjalin hubungan dan akan secepatnya mengikrarkan janji suci di hadapan pak perhulu dan dihadapan Tuhan.
"Fira kapan papa dan mama kamu akan datang dari paris, soalnya papa dan mamaku mau ketemu untuk melamarmu secara resmi," tanya Dion dengan raut wajah bahagia karena sebentar lagi ia akan menikahi wanita yang selama ini selalu dia rindukan.
"Mungkin lusa, kedua kakakku juga akan datang karena sudah lama kami tidak.bertemu," ucap Fira.
Hari ini Fira sangat bahagia karena kedua orang tua yang selama ini dia rindukan datang ke Indonesia, begitu juga kedua kakak-kakaknya Gading dan Angkasa beserta keluarga kecilnya. Mereka semua berkumpul dirumah hari ini.
"Hari ini papa sangat bahagia karena putri bungsu papa dan mama satu-satunya akan menikah. Papa tidak pernah mempermasalahkan kamu menikah dengan siapa, yang terpenting bagi papa kamu bahagia," ucap pak Langit Perkasa papa Fira.
"Papa, mama, rencananya papa dan mama Dion besok mau kesini melamar Fira secara resmi pada papa dan mama, apa papa dan mama siap menerima kedatangan mereka," ucap Fira dengan gugup.
"Tentu saja mama dan papa sangat siap nak, ini benar-benar kabar bahagia buat kami. Iya kan papa," ucap mama Fira dan dibalas anggukan oleh papa Fira. Lega rasanya hati Fira bisa membuat orang tuanya bahagia.
"Selamat pagi ibu Dinda, senang rasanya bisa bertemu ibu Dinda karena lama sekali kita tidak pernah berkomunikasi sejak retaknya hubungan anak-anak kita. Saya sangat bersyukur karena Dion dan Fira akhirnya bisa bersama-sama lagi. Semoga setelah ini mereka bisa membina rumah tangga yang bahagia, karena saya sudah cocok dengan Fira, dia anak yang baik dan penyayang orang tua," ucap ibu Retno mamanya Dion.
Setelah berbincang-bincang sebentar pak Dirgantara papa Dion mengutarakan maksud kedatangannya untuk melamar Fira untuk menjadi istri Dion putra mereka. Dengan penuh bahagia dan rasa suka cita pak Langit dan bu Dinda orang tua Fira menerima lamaran pak Dirgantara dan bu Retno. Setelah lamaran selesai mereka melanjutkan dengan membicarakan acara pernikahan Dion dan Fira.
"Bagaimana kalau untuk resepsi pernikahannya kita adakan pesta kebun saja pak Langit. Kita bisa mengadakannya di villa kami yang terletak dipinggiran kota ini, kebetulan saya sudah membicarakan ini sama Dion dan dia setuju, tinggal mendengar pendapat dari keluarga Fira bagaimana," ucap pak Dirgantara.
"Kalau saya terserah Fira dan Dion saja bagaimana baiknya. Yang terpenting buat saya adalah kebahagiaan mereka. Mudah-mudah pernikahan mereka bisa langgeng sampai maut memisahkan,jadi tinggal menunggu pendapat Fira saja, bagaimana menurutmu Fira," ucap pak langit.
__ADS_1