Cintaku Terhalang Janji Suci

Cintaku Terhalang Janji Suci
Bab. 13. Pengakuan Santi


__ADS_3

(POV) Fira


Aku terkejut mendengar seorang wanita berteriak-teriak menyebut namaku dan nama Dion di acara resepsi pernikahan. Sejenak aku memandang kearah suara wanita itu, sepertinya aku mengenalnya. Setelah beberapa detik aku baru ingat, bukankah dia wanita bernama Santi yaitu wanita yang selalu mengejar Dion suamiku. Apa gerangan yang membuat dia kemari dan membuat kacau acara resepsi pernikahanku.


"Dion, apa kamu yang mengundang Santi keacara kita," aku bertanya pada suamiku dengan nada kesal yang tak bisa aku tutup-tutupi.


"Bukan sayang, aku tidak pernah mengundangnya, aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya sejak peristiwa dia menjebakku dulu. Aku sangat jijik jika melihat dia, teringat perbuatannya yang telah menghancurkan hubungan kita," ucap suamiku berusaha menyakinkanku. Aku segera mengajak suamiku untuk menemuinya.


"Cukup Santi, belum puas kamu menghancurkan hubunganku dan Fira. Kamu tahu Santi!!, karena perbuatanmu aku dan Santi harus berpisah bertahun-tahun lamanya. Apa sebenarnya yang kamu inginkan," ucap Suamiku geram, tangannya mengepal, sepertinya dia sangat membenci Santi.


"Aku datang kesini, untuk menuntut tanggung jawabmu Dion. Seharusnya yang kamu nikahi itu aku bukan wanita itu," aku heran dengan ucapan Santi, apa maksudnya, apa yang telah terjadi antara Santi dan Dion suamiku. Tiba-tiba mamaku dan mama mertua menghampiri kami.


"Nak bagaimana kalau kita duduk bareng di dalam, kita selesaikan masalah ini secara baik-baik,"ucap mamaku seraya merangkul Santi masuk kedalam villa, sementara mama mertua mengandeng tanganku dengan tangan kanannya dan tangan kirinya menggandeng tangan Dion, kami berjalan bertiga beriringin mengikuti langkah mama dan Santi.


Kemudian kami semua aku, Dion, mama, mama mertua dan Santi duduk diruang tamu.


"Siapa namamu nak, katakan apa keperluanmu datang ke acara resepsi anak-anak kami dengan marah-marah," tanya mama. Santipun memperkenalkan diri kepada kami, dia menjelaskan maksud kedatangannya yang ingin meminta pertanggung jawaban Dion.

__ADS_1


"Memang apa yang sudah dilakukan anakku Dion kepadamu," tanya mama mertua penasaran, sama seperti aku juga sangat penasaran.


"Begini tante, sekitar tujuh tahun yang lalu saya pernah datang keapartemen Dion, saat itu saya membawakan semangkok bakso kesukaan Dion, kemudian dia memakanannya. Setelah makan dia mengajak saya berhubungan intim. Karena saya sangat mencintai dia, akhirnya saya menuruti keinginannya. Saya merelakan keperawanan saya direnggut olehnya. Dari hasil hubungan itu saya hamil, waktu itu saya mencari-cari dia kemana-mana, tapi saya dengar dia keluar negri," ucap Santi menatapku.


Aku sangat shock mendengar pengakuan Santi. Rasanya kakiku serasa tak lagi berpijak dibumi, badanku terasa lemas sekali. Kulihat wajah Dion merah padam, sepertinya dia pun shock sama sepertiku.


"Aku tidak merasa melakukan apapun terhadapmu Santi. Aku tahu waktu itu kamu sengaja menjebakku dengan meminta aku memakan bakso pemberianmu untuk yang terakhir kalinya, waktu itu kamu berjanji tidak akan menggangguku. Seandainya aku menodaimu saat aku tidak sadar kemungkinan itu karena kamu yang memasukkan obat perasangsang kedalam bakso yang kamu berikan padaku. Apa betul kamu melakukan itu," bentak Dion, suaranya menggelegar memekakan gendang telinga. Kulihat Santi gemetar karena ketakutan.


"Maafkan aku Dion, aku memang memasukan obat perangsang kedalam bakso itu. Aku berharap kamu akan bertanggung jawab setelah menodaiku. Tapi kamu malah pergi dan sulit untuk ditemui. Saat aku mendengar kabar kalau kamu telah pulang ke Indonesia, ternyata kamu sudah menikahi Fira. Bukankah kalian sudah putus, saharusnya kamu tidak menikah dengannya tapi menikah denganku, wanita yang telah hamil dan melahirkan Kiran darah dagingmu," ucap Fira sambil terisak.


"Aku mau menikah dengan siapa pun itu bukan urusanmu. Kamu hamil itu karena kesalahanmu. Gara-gara kamu aku harus kehilangan Fira wanita yang aku cintai, aku pergi mengasingkan diri dinegeri orang demi untuk menyembuhkan lukaku. Kini aku sudah bersatu lagi dengan orang yang aku cintai, tapi lagi-lagi kamu datang menggangguku Santiii.... Apaaaa maumuuu?," teriak Dion tangannya hampir menampar Santi, namun berhasil dicegah oleh mama. Aku hanya bisa terisak dan menangisi nasibku.


"Tolonglah bu, saya ingin Dion bertanggung jawab, saya rela jadi istri yang kedua demi kebahagiaan anak saya. Putri saya selalu menanyakan keberadaan papa kandungnya, dia cucu ibu, darah daging ibu," ucap Santi seraya bersimpuh mencium kaki mama mertua.


"Tidak ma!!, Fira tidak mau dimadu, lebih baik Fira cerai saja," teriakku kemudian.


"Aku juga tidak sudi menikah dengan wanita licik macam dia. Anak yang dia kandung itu berasal dari ****** yang dia curi dariku. Seharusnya aku yang menuntut dia untuk mengembalikan spermaku. Spermaku lo yah...****** yang masih asli bukan ****** yang sudah jadi manusia," ucap Dion berapi-api.

__ADS_1


Tiba-tiba papa dan papa mertuaku datang, hari sudah sore, rupanya para tamu sudah bubar.


"Ada apa dengan wanita ini ma?, kenapa dia teriak-teriak di acara resepsi pernikahan anak kita," papa mertua bertanya kepada mama mertua. Mama mertua pun menceritakan semua yang terjadi antara Santi dan Dion. Papa dan papa mertuaku pun shock mendengar kabar ini. Mereka langsung duduk sembari berfikir untuk memecahkan masalah ini.


"Bagaimana kalau kita panggil tokoh agama, untuk meminta pencerahan agar mendapatkan solusi dari masalah ini. Kalau setahu saya, anak yang lahir diluar nikah itu milik ibunya, kalau anak perempuan bintinya ya ikut ibunya dalam hal ini Santi. Jadi Dion tidak ada kewajiban untuk menikahi Santi, Dion juga tidak berkewajiban untuk menafkahi anaknya Santi. Tapi itu setahu saya, lebih detailnya sebaiknya kita panggil ustat atau tokoh agama di dekat sini. Mungkin pak Dirgantara ada kenalan ustat yang pengetahuan agamanya bagus disekitar sini," ucap papa.


"Agama macam apa yang kalian anut, jelas-jelas dia anak Dion, aku berani tes DNA," ucap Santi Kesal.


Papa mertua segera mengambil hand phone disaku baju kokonya. Beliau segera menelpon asistennya.


"Wa allaikum salam. Rendi, tolong kamu jemput ustat Maulana minta beliau untuk datang ke villa. Bilang sama belau kalau saya menunggunya, assalamu allaikum," ucap papa mertua mengakhiri panggilan teleponnya.


Setelah kurang lebih setengah jam. Datanglah Rendi asisten papa mertua bersama seorang ustat yang mengenalkan diri sebagaI Ustat Maulana.


"Assalamu allaikum bapak, ibu dan semuanya," ucap ustat Maulana sembari menangkupkan kedua telapak tangannya di dada.


"Wa allaikum sallam pak Ustat, jawab kami hampir serentak. Kemudian papa mertua menceritakan tentang kisah Santi dan Dion dengan begitu detail tanpa ada yang di tutup-tutupi agar ustat bisa menelaah kasus tersebut dan mendapatkan jalan keluar yang sebaik-baiknya. Sebelum menjelaskan bagaimana jalan keluar untuk menyelesaikan masalah tersebut sesuai dengan tuntunan agama islam yaitu agama yang kami semua yakini. Terlebih dahulu pak Ustat meminum beberapa teguk air putih yang disuguhkan asisten rumah tanggaku.

__ADS_1


*******


__ADS_2