Cintaku Terhalang Janji Suci

Cintaku Terhalang Janji Suci
Bab. 39. Suami Yunian


__ADS_3

(POV) Yunian


Sudah tiga bulan suamiku belum pulang untuk menjumpaiku dan Jordan putra kami. Dia memang selalu pulang sekitar tiga sampai empat bulan sekali. Namun suamiku selalu rutin mengirimkan sejumlah uang untuk biaya hidup kami yang jumlahnya boleh dibilang lumayan untuk ukuran aku seorang wanita desa.


Tok....


Tok....


Tok....


"Assalamualaikum," suara seseorang yang sedang aku fikirkan terdengar didepan pintu ruang tamu. Aku yang sedang melamun sendirian dikamar segera beranjak melangkah mendekati pintu.


ceklek...


krieeeet....


"Mas kamu pulang"ucapku sembari menghambur kedalam pelukan suamiku yang baru datang. Aku langsung mengajaknya masuk kedalam rumah.


"Mas kenapa sih mas selalu lama pulangnya, apa mas enggak kangen sama aku dan Jordan" ucapku manja.


"Tentu saja aku kangen, tapi pekerjaanku yang begitu banyak tidak mungkin aku tinggalkan seenaknya. Nanti kalau aku dipecat sama bos gimana? cari pekerjaan sekarang kan susah? kamu harus mengerti pekerjaan suamimu ini, oh iya mana Jordan dia masih disekolah," tanya suamiku.


"Oh iya aku rencana tadi mau jemput dia, tapi ternyata mas datang, jadi lupa deh, " ucapku terkekeh.


"Ayo kita jemput sama-sama sekalian kita ajak Jordan jalan-jalan, sana ganti baju berhias yang cantik," ucap suamiku sambil menabok pantatku dengan manja.


"Aku segera bergegas ganti baju dan berhias, kemudian kami berdua naik kemobil dan berangkat menuju sekolah PAUD Buah Hati Bunda. sepanjang jalan kami terus bercengkerama melepaskan kerinduan.


"Mas kapan kamu mengenalkan aku pada orang tua mas, sejak kita baru menikah mas janji akan mengenalkan mas pada orang tua mas tapi hingga anak kita PAUD, janji itu belum juga mas tepati, kalau aku mengingatkan selalu aja jawabannya nanti dan nanti, ucapku sambil terus meneliti raut wajah suamiku.

__ADS_1


"Maafkan mas de bukan mas tidak mau mengenalkan kamu pada mama dan papa, tapi kamu kan tahu aku trauma dengan perkawinanku yang terdahulu yang hancur karena perbuatan orang tuaku. Aku takut itu terjadi lagi pada kita, aku sangat mencintaimu sayang, aku tidak mau berpisah denganmu dan mengulang kembali kisah pedih dimasa lalu.


"Kenapa sih mas terus merahasiakan masa lalu, mas tidak mau berbagi cerita soal rasa sakit yang pernah mas rasakan dimasa lalu. Seandainya saja mas mau bercerita sedikit saja tentang masalah mas, mungkin aku bisa bantu mencarikan solusinya," ucapku. Jujur aku penasaran sebenarnya apa yang sedang disembunyikan suamiku.


"Terkadang aku ingin cerita sama kamu, tapi ada rasa takut kamu akan membenci apa yang sudah aku lakukan pada istriku yang terdahulu hingga dia menggugat cerai padaku. Aku benar-benar seperti laki-laki bodoh yang tidak punya pendirian,"ucapnya tertunduk sedih.


"Ceritalah mas, aku aka menerima apapun kesalahan yang kamu lakukan dimasa lalu. aku tulus mencintaimu. yang terpenting kamu tidak lagi mengulangi perbuatan burukmu itu. Jika kamu tidak jujur aku malah berfikir yang macam-macam, jangan-jangan ini, jangan-jangan itu. Terus terang, saat ini banyak sekali prasangka buruk yang ada dihatiku tentang kamu, terkadang aku berfikir mungkinkah kamu sudah punya anak dan istri disana, atau orang tuamu tak merestui pernikahan kita. karena pernikahan ini bukanlah kehendak kita," ucapku teringat masa lalu kami.


Dulu aku dan suamiku adalah tetangga kontrakan saat aku bekerja didaerah terpencil sebagai tenaga guru honore. waktu itu aku mengenal dia bernama Dion seorang pemuda tampan dari kota yang sedang mengelola perkebunan sawit milik seorang pengusaha.


Pada suatu malam sekitar jam delapan malam, aku mendengar suara mas Dion merintih terus menerus. Aku telah mencoba memberitahu tetangga kontrakan yang lain, namun mereka seperti tak peduli, mas Dion memang orangnya cuek dan terkesan sombong sehingga saat dia sakit pun orang tak ada yang peduli. jiwa kemanusiaan ku tak bisa tinggal diam menyaksikan itu. aku segera mengetuk rumah kontrakan Dion, namun tak ada sahutan, kucaba dorong pintunya ternyata tidak dikunci. Akhirnya aku masuk kedalam kontrakan mas Dion. kulihat mas Dion berbaring telentang menggunakan selimut sebatas pusat tanpa mengenakan busana. aku mendekati dan menyentuh keningnya, ternyata panas sekali. Segera aku ambil air dikamar mandi dengan menggunakan handuk kecil yang kuambil diatas nakas, segera ku kompres mas Dion.


"Yunian kamu lagi apa didalam kamarku," ucap mas Dion terkejut.


"Mas tadi merintih terus suaranya kedengaran sampai kontrakanku. Aku sudah meminta pertolongan pada orang-orang yang ada dikontrakan ini namun tidak ada yang peduli. Akhir nya aku putuskan untuk menolongmu, karena badanmu panas sekali, aku berinisiatif untuk mengompresmu, maaf jika aku terlalu lancang. .


Saat tengah asyik mengompres mas Dion, sambil sesekali


Aku dan mas Dion memutuskan untuk menikah. Setelah kami menikah mas Dion memperlakukan aku dengan sangat baik. Aku dan suamiku sepakat untuk menikah resmi di desaku yaitu desa mentereng namun orang tua mas Dion tidak bisa hadir karena katanya sedang sakit.


"Yunian, jangan ngambek dong sayang, sekarang aku ceritakan kisah masa laluku agar kamu tidak berprasangka yang macam-macam tentang aku.


"Mas Dion pun menceritakan semua kisah masa lalunya secara detail sambil mengemudi, aku mendengarkan sambil menatapnya.


"Kamu sudah tahu kisah masa laluku, bagaimana perasaanmu, apa kamu mulai membenciku?" ucapnya dengan rasa khawatir.


"Aku tidak akan pernah membencimu selama cintamu hanya untuku dan tidak kau bagi dengan perempuan lain. Karena cintaku kepada mas begitu besar. Tapi kalau menurutku sih, memutuskan tali silaturrahmi apalagi dengan kedua orang tua sama sekali tidak bagus. Bagaimana kalau kita ajak Jordan untuk menemui mama dan papamu, kasian beliau pasti kangen sama mas, aku yakin beliau akan sangat senang menerima kedatangan kita. Bagaimana mas?


"Kamu tidak benci sama orangtuaku, kamu tidak takut kalau mereka akan menikahkan aku dengan wanita lain," ucap mas Dion.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, aku yakin kok mas tidak akan mengulangi kebodohan mas dimasa lalu, orang tua mas juga paling sudah menyadari kalau apa yang dilakukannya adalah suatu kesalahan.


"Kita sudah sampai, itu Jordan sudah pamitan sama ibu guru," Mas Dion pun memarkirkan mobilnya dihalaman sekolah, kami berdua berjalan menuju kearah Jordan yang sedang berdiri menunggu kami.


"Mama, papa!! papa kapan datang Jordan kangen papa!! kangen sekali pa!!" Jordan putra semata wayang kami lari memeluk mas Dion. Mas Dion langsung berjongkok menyamakan tingginya dengan Jordan dan merentangkan kedua tangannya, papa dan anak pun saling melepaskan rindu.


"Papa sangat bahagia karena jagoan papa sekarang tambah pintar, bagaimana kalau kita sekarang pergi jalan-jalan ke kota," ucap Dion sambil menggendong Jordan menuju kemobil.


"Mas kita akan langsung pergi kekota hari ini juga, aku dan Jorban kan tidak membawa pakaian ganti, " tanyaku.


"Iya, sebenarnya aku juga sudah sangat rindu pada mereka. Aku tidak mau menunda-nunda lagi, takutnya nanti menyesal dikemudian hari. masalah pakaian ganti kita bisa beli disana, " jawab suamiku santai.


"Setelah kami semua masuk kedalam mobil, mas Dion langsung mengemudikan mobil nya keluar meninggalkan gerbang desa Padang Gatah menuju kearah kota.


"Papa, kita nanti ke mall ya, beli baju baru buat Jordan, buat mama, buat papa juga. Terus Jordan ingin beli mainan yang seperti punya Dianti, boleh kan pa," Jordan terus saja berbicara kepada papanya, minta beli ini, minta beli itu. Dia juga menceritakan semua temannya disekolah. Dia memang selalu bahagia bila bersama papanya. mungkin karena Jarang bertemu.


Kangen suami....


kangen suami...


Tiba-tiba nada panggil ponselku berbunyi. aku segera mencari benda pipih yang ada di dalam tasku, kemudian mengangkatnya.


"Assalamualaikum, halo mama ada apa yah, " Yunian mengangkat teleponnya, yang menghubungi Ternyata mama.


"Wa allaikum nak, rencananya mama dan papa mau main kerumahmu sore ini, kamu dirumah aja kan," sapa mama.


"Maaf ma, kami sedang berada dijalan menuju kekota. Jordan minta ke mall sekalian mas Galih akan mempertemukan aku dan Jordan dengan kedua orangnya." jawab istriku. Dengan suara pelan, namun sepertinya masih bisa didengar.


"kalau begitu lain waktu saja, Selamat jalan-jalan ya Jordan dan selamat bertemu mertua Yunian," ucap mama dengan suara pelan.

__ADS_1


*******


__ADS_2