Cintaku Terhalang Janji Suci

Cintaku Terhalang Janji Suci
Bab. 55. Nasihat Pernikahan


__ADS_3

(POV) Gading


Aku yang terlahir sebagai anak sulung dikeluargaku sering kali merasa sedih jika mengingat nasib adik bungsuku yang belum beruntung dalam hal percintaan. Namanya senantiasa ada dalam setiap doa-doaku semoga dia mendapatkan suami yang mencintainya setulus hati yang mempunyai pendirian yang kokoh agar tidak mudah termakan hasutan orang -orang disekitarnya.


Saat dia menelponku mengatakan bahwa ada laki-laki yang manaruh hati padanya dan diapun tertarik padanya, aku merasa bahagia sekaligus khawatir. Bahagia akhirnya dia dipertemukan lagi dengan laki-laki yang mencintai dan dia cintai. Khawatir takut laki-laki itu akan menghianatinya dan meninggalkannya seperti yang sudah-sudah.


"Fira, kamu sudah siapkan untuk kembali menjalani hidup sebagai seorang istri. karena selama beberapa tahun terakhir ini kamu adalah wanita bebas. Kamu bebas melakukan apapun tanpa harus meminta izin kepada suamimu. Ingat saat kamu menikah kamu harus bisa melepaskan egomu karena kamu bukan hanya lagi milik papa dan mamamu, bukan pula milik dirimu sendiri melainkan milik banyak orang, milik suamimu, milik anak-anakmu yang harus kamu jaga, kamu dampingi dalam suka maupun duka, kaya ataupun miskin, sehat ataupun sakit dan susah ataupun senang," ucapku yang dibalas anggukan oleh Fira adikku.


"Iya kak, kali ini Fira lebih siap dalam mengarungi kehidupan berumah tangga kembali dengan mas Galih. Mas Galih memang belum pernah menikah, tapi insyaallah dia sudah dewasa dan usianyapun lebih dewasa dari Fira," jawab Fira.


"Betul itu Fira, lihat nih istriku Ranti Prahesti yang cantik jelita, dia menikah diusia yang masih muda, dulu dia belum puas menikmati masa mudanya. sekarang dia itu bawaannya ngajak ibu - ibu dikomplek buat main catur sambil


ngerujak," Angkasa adikku menimpali, Ranti istrinya pun langsung menonyor kepalanya dengan menggunakan ujung jari telunjuknya dan yang lain sontak tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Mas juga pulang kerja langsung mandi, makan terus ketempat pos ronda buat main catur. Padahal Ranti dan anak-anak sudah nungguini dari siang, kangen loh!!, Lagian Ranti suka main catur karena mas Angkasa yang ngajari akhirnya ya Ranti ajari juga ibu-ibu kompleks," sahut Ranti.


"Nah itu... sih suaminya yang ngasih contoh nggak bener. Istrinya bukannya mengingatkan malah ikut-ikutan, kamu harusnya marahi dia Ran!! " ucapku sambil tertawa. Lama tidak berkumpul dan berkelakar dengan mereka asyik juga. Jadi ingat Masa-masa remaja, aku, Angkasa dan Fira, kami adalah saudara yang kompak, kompak, bolos waktu sekolah, kompak bohong, sama mama, papa bahkan jika salah satu diantara kami mempunyai kesalahan kami selalu kompak untuk menutupinya.


"Kalian para lelaki, anak-anak mama, kalau suami mama kayanya mama enggak berani menasehati, takut menyinggung perasaannya, nanti bisa enggak dikasih jatah" papa langsung memeluk mama dari belakang sedangkan kami hanya sebatas senyam senyum saja, tanpa berani buka suara, maklum ibu ratu lagi bicara.


"Jadi suami itu harus pengertian, harus faham apa yang menjadi kegemaran istri, selama dia tidak melupakan kewajibannya ya tidak usah dikekang. Main catur sesekali ya enggak apa-apa. Asal urusan rumah sudah beres, jangan gara-gara main catur anak-anak tidak terurus. Seorang istri juga butuh me time, butuh menyenangkan diri sendiri, setelah lelah berjibaku dengan urusan anak, suami, dan rumah tangga. Tapi ingat ya para ibu-ibu muda jangan kelewatan. Seperti mama yang sudah tua ini, kadang mama kepingin melakukan ini, mau itu, padahal fisik sudah tua. Kalau kita sadari itu semua cuma ujian dan nafsu belaka. Jadi tidak harus kita turuti semua keinginan kita, kita harus bisa mengontrol dan mengendalikannya," Nasehat mama panjang lebar.


"Bagi mama, papa adalah suami yang terbaik. Karena papa mau menerima semua kekurangan mama. Papa tetap sabar walaupun mama terkadang emosional, papa sabar dengan semua keluhan mama bahkan papa sabar saat mama lagi cerewet. karena banyak diluar sana para suami yang tidak mau menerima kekurangan istrinya dan cenderung menuntut istrinya untuk selalu tampil sempurna. Papa juga selalu cukup memberikan nafkah sama mama, selama mama menjadi istri papa, mama tidak pernah merasa kekurangan suatu apapun. Sedangkan diluar sana banyak orang yang hanya untuk makan saja susah. Selain itu yang paling mama kagumi dari papa adalah papa tipikal lelaki yang setia. Papa tidak pernah tertarik pada perempuan lain selain mama, cinta papa sangat tulus sama mama. Bahkan beberapa kali wanita-wanita cantik datang pada papa, menginginkan menjadi istri kedua papa. Tapi papa kalian sama sekali tak ingin menikah lagi. Dia bilang hanya mama yang papa cintai." mama bercerita sambil mengelap sudut matanya yang basah dengan tissu.


"Terima kasih mama, sudah menganggap papa baik. Kedepannya papa akan lebih berusaha menjadi suami yang baik untuk istri papa, papa yang baik untuk anak-anak papa, mertua yang baik untuk para menantu papa dan opa yang baik untuk cucu-cucu papa," ucap papa kepada istri, anak dan menantu papa.


"Semoga kedepannya keluarga kita semakin harmonis ya Pa, menurut Gading rumah tangga papa dan mama patut dijadikan contoh bagi kami anak-anak papa dan mama, Papa adalah seorang pelindung bagi kami, papa sangat penyayang dan bijaksana, papa selalu memberikan contoh yang baik bagi kami. Semoga kelak kami juga bisa seperti papa menjadi suami dan ayah yang bijaksana," ujarku.

__ADS_1


"Rena juga kagum sama mama, mama adalah wanita yang pandai bersyukur, apapun yang diberikan suami selalu disyukuri dengan cara melihat orang lain yang nasibnya tidak seberuntung mama. Memang, kalau Rena lihat mama pun sangat setia, taat dan patuh pada suami. Dan yang paling Rena kagumi dari mama, mama itu pandai menyenangkan hati suami, sepertinya papa semakin hari semakin cinta sama mama. Mama harus bagi-bagi nih ilmunya kepada kami para wanita agar menjadi istri yang pandai menyejukan hati suami," ucap Rena sambil tersenyumku. Akupun membalas dengan mengusap-usap pucuk kepalanya.


"Tidak sia-sia hari ini aku ikut berkumpul kerumah ini, banyak ilmu dan pelajaran hidup yang bisa dicontoh dan dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari agar kita bisa hidup bahagia di dunia dan akhirat. Terima kasih papa, mama karena kehidupan rumah tangga kalian sangat menginspirasi kami. Semoga aku menjadi suami yang sabar menghadapi hobi istri main catur. Aku bersyukur dia hobi main catur tidak hobi berfoya-foya seperti istri temanku," ucap Angkasa sambil memeluk istrinya.


"Iya kaya aku juga harus bersyukur karena suamiku hanya hobi main catur dipos ronda. bukan main sama jablai, " ucap Ranti yang mengundang tawa semuanya.


"Bagaimana kalau kita buat acara rutin berkumpul keluarga, kita kan kerja diperusahaan sendiri, tentunya lebih enak dong buat nyesuaikan waktunya, " usul Fira.


"Ide bagus itu, kalau begitu papa harus mulai mencari orang kepercayaan untuk mengurus perusahaan papa yang ada di Paris. Papa ingin menetap di Indonesia biar dekat sama anak dan cucu, " ucap


papa dan mama pun menyetujuinya.


*********

__ADS_1


__ADS_2