
(POV) Santi
Pagi-pagi sekali aku sudah rapi, rencananya hari ini aku ingin mencari pekerjaan. Tadi malam sebelum tidur aku sempat melihat lowongan kerja di media sosial. Beberapa berkas lamaran telah aku kirim secara online ke beberapa perusahaan. Jadi Hari ini aku langsung ikut interveuw diperusahaan yang aku kirimi lamaran.
Saat aku sedang asyik melamun, tiba-tiba ponselku bergetar tanda ada panggilan masuk. Aku segera mengeluarkan ponselku dari tas slempang kesayanganku yang selalu aku bawa kemana pun aku pergi. Setelah aku lihat ternyata panggilan itu dari Galih.
"Hallo, Assalamualaikum Galih, ada yang bisa aku bantu, " sapaku menjawab panggilan telepon dari Galih sepupuku.
"Wa alaikum sallam, ada yang bisa aku bantu, enak aja!!...aku enggak butuh bantuanmu, tapi aku yang akan bantu kamu Santi!!... Kamu lagi butuh kerjaan kan, mending kamu kerja direstoranku, bagian administrasi, sesuai bidangmu. Soalnya bule Tini minta tolong sama aku buat ngawasi kamu, apakah kamu beneran sudah insaf atau cuma omong kadal doang, " ucap mas Galih diseberang sana.
"Beneran Galih, kamu baik banget, makasih banyak ya Galih, kebetulan aku mau berangkat interview, tapi karena kamu nawari kerjaan ya...aku pilih kerjaan yang ditawari kamu aja, yang sudah pasti diterima, gajinya okey kan, " ujarku pada Galih karena aku sama dia sudah dekat dari kecil.
"Kalau gaji ya lumayanlah, tapi kalau awal-awal ya standar aja. Nanti kalau sudah beberapa bulan dan kamu tidak berbuat yang aneh-aneh, aku pasti akan bikin kejutan yang akan buat kamu bahagia dengan peningkatan karirmu, " ucap Galih diseberang sana dengan berapi-api. nih aku Sharlok alamat restorannya. Kamu segera kesini, pekerjaan sudah menunggumu.
Aku segera menutup telepon dan melihat alamat restoran yang baru saja di kirimkan oleh Galih. Kemudian melajukan kendaraanku menuju alamat yang baru saja aku terima dari Galih. Sekitar setengah jam kemudian. Sampailah aku direstoran Galih. Sebuah restotan mewah berlantai tiga berdiri megah di hadapanku.
Aku segera berbicara dengan pak Satpam bahwasanya aku sudah ada janji dengan Galih ingin bertemu hari ini. Pak satpam pun segera mengambil telepon dan menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Ibu sudah ditunggu pak Galih diruangannya, mari saya antar ucap pak Satpam sembari menunduk hormat dan berjalan mendahuluiku. Aku segera mengikuti dibelakangnya. Kami memasuki restoran melewati meja kasir, resepsionis dan mereka memperhatikan aku dengan penuh tanda tanya.
"Ini ruangan pak Galih," Pak Satpam menunjukkan ruangan Galih dan kemudian mengetok pintu ruangan tersebut. Beberapa saat kemudian muncullah Galih sepupuku membuka pintu dan memandang kearah satpam kemudian. kearahku.
"Santi ayo masuk," Galih menyuruhku masuk dan meminta Satpam untuk kembali ke pos satpam yang ada di depan restoran. Akupun segera masuk keruangan Galih dan duduk disofa tepat di depan meja Galih yang terdapat setumpuk berkas dan lap top yang masih menyala.
"Ternyata kamu sudah benar-benar sukses ya Galih, aku tidak menyangka," ucapku merasa takjub.
"Kamu juga akan segera sukses menyusulku kalau kamu benar-benar bekerja dengan serius dan senantiasa berdoa agar jalanmu di berkahi, " ucap Galih.
"Mana mungkin orang sepertiku bisa sukses sepertimu Galih. Aku tidak pandai berbisnis, aku juga sering diberhentikan saat bekerja," jawabku jujur. Karena aku sama sekali belum pernah berbisnis.
"Tentu kamu bisa, di dunia ini tidak ada yang Tidak mungkin. Asal kamu rajin, tekun dan banyak-banyak berdoa agar jalanmu dimudahkan oleh sang pemberi rezeki, " Aku langsung menjawab Aamiin.
"Coba kamu ambil kursi dan duduk disini," ucap Gali sambil menunjuk kursi kosong yang ada didekat sofa. Galih langsung memutar lap topnya agar aku bisa dengan mudah melihat lap topnya. Aku pun langsung melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Galih.
"Jadi perkerjaan kamu adalah mengerjakan segala administrasi restoran ini, mengecek persediaan bahan makanan didapur. Kemudian kamu segera mengorder bahan baku makanan yang stocknya mulai menipis, jangan sampai menunggu bahan makanan itu habis, karena akan berakibat adanya menu yang kosong. Sayang kan kalau ada yang pesan tapi kita tidak bisa menyediakan, pelanggan bisa kecewa, " ucap Galih.
__ADS_1
Aku pun mulai mempelajari pekerjaanku yang baru saja dijelaskan oleh Galih. Setelah selesai menyerahkan pekerjaannya kepadaku. Galih pun segera meninggalkan restoran untuk mengunjungi restoran yang lain. Aku baru tahu ternyata Galih mempunyai beberapa restoran, sungguh luar biasa sepupuku ini.
Hari sudah sore, sesuai aturan kerja yang telah kami sepakati, jam kerjaku mulai jam delapan sampai jam lima sore. Kini aku pun berkemas-kemas untuk pulang. Setelah semua berkas dan laptop telah tersimpan rapi ditempatnya aku segera keluar meninggalkan restoran.
Sore ini rencananya aku ada janjikan ingin ketemuan sama Juita, akupun langsung mengendarai sepeda motorku menuju kealamat yang sudah dikirimkan Juita. Saat sampai dikontrakan Juita, ternyata Juita telah pulang dan baru saja selesai mandi.
"Akhirnya kita ketemu lagi yah, tadinya aku fikir kita tidak akan berteman lagi, karena aku takut kamu marah padaku oh iya kenalkan ini emakku, mak kenalan ini temanku Santi, " ujar Juita. Namun emak Juita hanya memandang sinis kearahku.
"Mak Santi sekarang sudah sadar tidak ingin berbuat macam - macam, dia sedang belajar menjadi orang baik. Sebaiknya kita mendukungnya bukan menjauhinya, " ucap Juita pada emak.
"Benarkah kamu tidak akan berbuat dosa lagi Santi, emak cuma takut kamu Mempengaruhi Juita, karena Juita sekarang sedang belajar untuk menjadi lebih baik, agar kelak pantas untuk menjadi pendamping laki-laki yang baik," ujar emak Juita lagi.
Aku segera mendatangi emak Juita yang bernama emak Jelita untuk menyalami dan mencium punggung tangannya.
"Maaf mak Jelita, kalau selama ini aku telah menjadi teman yang buruk bagi Juita, sebagai teman aku bukannya bertolong-menolong dalam kebaikkan tapi malah mempengaruhi dan mengajak Juita ke lembah kehancuran," ucapku menyesali semua apa yang sudah aku lakukan pada Juita.
Akhirnya kami pun berbincang panjang lebar berbagi cerita dan pengalaman dari masa kanak-kanak hingga sekarang. Aku dan Juita pun berjanji untuk menjadi dua sahabat yang saling mendukung dan saling mengingatkan jika kami melakukan sebuah kesalahan. Tepat pukul delapan malam aku pamit pulang pada Juita.
__ADS_1
"Sering-sering main kesini ya nak Santi, biar emak tidak kesepian. Emak sudah anggap kamu sebagai anak emak sendiri," ucap emak Jelita sembari memelukku. Akupun mengiyakan permintaan emak. Jelita. Motorku melaju menuju kostku dengan kecepatan tinggi karena jalanan mulai sepi.
***********