Cintaku Terhalang Janji Suci

Cintaku Terhalang Janji Suci
Bab. 109. Hunian Baru


__ADS_3

(POV) Dion


Tak lama kemudian aku sudah sampai disebuah hotel. Kedatangan kami di sambut oleh pelayanan hotel karena kami memang sudah sering menginap disini. Setelah porter membawa semua barang-barang kami kekamar yang sudah aku pesan via Wa, kami semua pun mengikuti dan masuk kedalam kamar untuk istirahat.


"Papa, mama kenapa Kiran disuruh pulang cepat dan langsung check in kehotel, apakah kita akan pergi berlibur tapi kenapa oma tidak ikut," tanya Kiran putri pertamaku.


"Iya kak, sepertinya kita akan liburan, asyiiik," putraku Jordan menyahut sambil bersorak gembira.


"Kita memang akan menginap beberapa hari disini, nenek tidak ikut karena nenek lagi sibuk banget. Kalian tidak boleh nakal yah. Nanti kita akan pindah kerumah baru yang lebih nyaman, kalian tidak boleh nakal ya," aku memberi pengertian pada kedua anakku. Mereka pun mengangguk mengerti. Setelah istri dan anakku istirahat aku dan papa segera berangkat menuju komplek perumahan elit untuk menemui developer.


"Mari saya antar untuk melihat-lihat unit yang baru aja rampung digarap"


Aku berencana membeli rumah di kawasan elit agar keamanan anak dan istriku terjamin karena perumahan ini dijaga ketat oleh tim keamanan terlatih dan handal. Hanya penghuni komplek ini dan orang-orang yang punya akses yang bisa memasuki perumahan ini.


Setelah melihat beberapa unit rumah yang siap huni. Aku sudah memutuskan membeli satu unit rumah berlantai tiga dilengkapi kolam renang dan taman serta beberapa fasilitas lainnya seharga tiga puluh lima miliyar rupiah.


"Kamu bisa pakai uang simpanan papa Dion," terang papaku.

__ADS_1


Papa memang selalu mempunyai tabungan pribadi tanpa sepengetahuan mama untuk persediaan jika kondisi darurat.


"Tidak papa, uang Dion juga banyak. Sebenarnya tanpa harta dari kalian, dari dulu Dion mampu memberikan penghidupan yang layak bahkan mewah kepada anak dan istriku," sahutku.


"Papa percaya, kalau kamu juga pebisnis handal seperti papa. Dengan modal yang kamu miliki saat ini, kamu membesarkan bisnismu melebihi bisnis papa dan mama. Apalagi Yunian tipe wanita yang tidak boros dan senantiasa taat kepada suami serta selalu memberi support penuh padamu," terang papa.


Papa benar, seorang istri tidak harus pandai berbisnis, tapi jika dia taat, tidak, banyak menuntut, selalu memberi support penuh atas kegiatan positif yang kita lakukan, menimbulkan rasa nyaman sehingga kita selalu merasa tentram dan ide-ide brilian pun muncul dalam fikiran kita.


Setelah selesai melakukan transaksi sebuah hunian mewah, aku dan papa, pergi ketempat sebuah penyalur asisten rumah tangga. Aku ingin mencari asisten bagian dapur untuk memasak dan mencuci serta perawatan di dalam rumah sebanyak tiga orang, satpam, tukang bersih-bersih lingkungan sekitar lingkungan rumah dan seorang supir untuk mengantar anak-anak kesekolah dan istriku jika ada keperluan. Segala keperluan aku siapkan.


Kini saatnya kami pergi untuk membeli perabotan rumah , aku sengaja membeli perabotan yang super mewah tanpa harus meminta persetuajuan Yunian istriku karena aku tahu,dia selalu merasa bersyukur dengan yang aku berikan dan tidak pernah protes seperti istri kebanyakan yang katanya bilang lemarinyalah kurang besar, televisinya kurang bagus, sofanya kurang mewah. Tidak....Yunian bukan wanita seperti itu. Dia selalu percaya kalau apa yang aku berikan kepadanya adalah yang terbaik sesuai kemampuan aku. Dia percaya kalau suaminya selalu berusaha keras untuk membahagiakan anak dan istrinya. Itulah sebabnya aku berani membeli perabotan tanpa terlebih dahulu meminta persetuannya.


Tiga hari kemudian aku, membawa anak dan istriku kerumah baru kami, mendaftarkan anak-anak kesekolah yang baru yang masih berada dilingkungan perumahan elit yang kami tempati. Aku sengaja memindahkan sekolah anak-anak tercintaku karena khawatir mama mengirim seseorang untuk berbuat hal yang tidak diinginkan. Karena orang seperti mama bisa melakukan hal-hal diluar nalar munusia. Terkadang terbersit dibenakku untuk membawa mama ke seorang psikiater, namun bagaimana caranya agar mama tidak menyadari. Karena jika mama sadar kalau dia sedang kami bawa ke ahli jiwa, dia pasti akan marah besar karena merasa tidak gila.


"Rumahnya bagus sekali papa,Jordan senang sekali, Jordan kenapa harus pindah sekolah papa, apa teman-teman Jordan juga pindah sekolah," putraku yang masih polos bertanya. Papa hanya tersenyum mendengar celotehan cucunya.


"Iya Kiran juga senang, nanti boleh kan pa, Kiran ajak teman-teman baru Kiran untuk berenang disini," celoteh anak gadisku. Aku segera berjongkok untuk menyamakan tinggiku dengan tinggi anak-anakku dan merangkul mereka dengan kedua tanganku.

__ADS_1


"Syukurlah papa sangat senang kalian bahagia tinggal dirumah baru kita. Jordan, Kiran kita pindah sekolah supaya kalian tidak harus jauh-jauh jika ingin berangkat kesekolah. Lagian sekolah yang baru juga tidak kalah bagusnya kan dari sekolah lama kalian. Kalau teman-teman Jordan tidak ikut pindah sekolah, soalnya nanti Jordan kan punya teman baru disekolah yang baru. Dan Kiran, kamu boleh ajak teman-teman baru kamu untuk main dan berenang dirumah ini. Tapi ingat pintar-pintarlah memilih teman, carilah teman yang baik agar kita bisa ketularan menjadi orang baik. Jangan berteman dengan anak yang nakal karena lama kelamaan juga ikut nakal," aku menasehati putra dan putriku.


ART menyediakan beberapa gelas minuman dan cemilan untuk kami nikmati. Aku memang sudah belanja semua kebutuhan dapur dan menjelaskan cara kerja Asisten Rumah Tangga dirumah ini. Semoga saja mereka amanah dan tidak berbuat yang macam-macam yang mengganggu kenyamanan kami.


"Makasih yah mas, Yunian sangat bahagia, kamu membelikan semua ini untuk kami, Yunian yakin semua ini harganya pasti sangat fantastis karena aku tahu mas Dion selalu memberikan yang terbaik untuk aku dan anak-anak kita, ujar Yunian istriku yang berbudi baik.


"Kamu suka sayang, kalau ada yang tidak berkenan dihatimu, kamu boleh protes kok, nanti kita bisa ganti," jawabku pada istri terkasihku.


"Tentu saja aku sangat suka mas, mas tau enggak bagaimana perasaanku saat ini?. Saat ini aku merasa aku adalah wanita paling beruntung dan paling bahagia di dunia ini. Kamu dan anak-anak adalah hartaku yang paling berharga, sumber kebahagiaanku. Memilikimu dan anak-anak adalah anugerah terindah dalam hidupku," ungkap istriku.


Itulah Yunian, wanita sederhana, lahir dan dibesarkan di kampung namun begitu istimewa bagiku.


"Mas sudah menjenguk mama, sebaiknya mas jenguk mama, takutnya terjadi sesuatu sama mama," ucap Yunian saat kami tengah dipembaringan sembari mengelus lembut rambut-rambut halus yang tumbuh lebat didadaku.


"Rencanaku besok aku dan papa akan menjenguknya kerumah lama. Kami berencana mencarikan seorang psikiater untuk mama, aku takut mama mempunyai gangguan jiwa sehingga keinginannya cenderung diluar nalar kita. Menurutmu bagaimana," aku meminta pendapat Yunian.


Kalau memang menurut mas itu perlu, segera lakukan apapun yang terbaik buat mama. Aku sayang sama mama seperti aku sayang sama mama Marni, mama kandungku.

__ADS_1


**********


__ADS_2