
(POV) Fira
Hari ini aku bangun kesiangan karena malam tadi aku tidak bisa tidur. Bayi yang ada dalam kandunganku malam tadi bergerak terus hingga aku sulit untuk memejamkan mata. Kulihat mas Galih tak ada lagi di samping tempatku berbaring. Biasanya dia memang selalu berangkat ke restoran tanpa membangunkanku.
Saat aku duduk santai di sofa ruang tamu, sayup-sayup suara sepeda motor terdengar semakin lama semakin dekat, hingga berhenti tepat dihalaman rumahku. Aku segera mengintip dari balik pintu.
Seketika aku langsung terkejut melihat siapa yang datang. Santi, sosok wanita yang telah berulang kali menghancurkan kebahagiaanku. Apa gerangan maksud kedatangannya kali ini, batinku.
Karena rasa takut yang menderaku, khawatir Santi akan mencelakai, aku segera mengambil ponselku dan mengirim pesan singkat kepada mas Galih memberitahu jika Santi datang kerumah dan menyuruh dia untuk segera pulang. Aku pun segera memanggil bi Rasmi untuk menemani.
ting... tong... ting ... tong
Assalamualaikum....
__ADS_1
Suara ketukan pintu diiringi suara bel dan ucapan salam terdengar, aku segera meminta tolong bi Rasmi untuk membukakan pintu. Bi Rasmi pun segera melangkah menuju pintu depan dan membukanya.
"Maaf ibu Firanya ada, kalau ada bolehkan saya bertemu dengan beliau bu? " Kudengar suara Santi ingin bertemu denganku. Kalau dari nada suaranya yang begitu lembut sepertinya dia kesini dengan maksud baik, tapi mana mungkin, aku tidak boleh terkecoh oleh sikapnya yang ramah, pasti itu hanya sandiwara.
"Ada bu silakan masuk!!.. kudengar bi Rasmi memyuruh Santi masuk. Saat ini hatiku berdebar hebat, ada rasa penasaran, ada rasa marah, kecewa dan sakit hati. Santi datang menyalamiku dan duduk bersumpah dihadapanku, aku semakin heran, drama apa lagi yang akan diperankan Santi dirumah ini.
"Fira, aku datang kesini mau minta maaf, atas segala kesalahanku dimasa lalu, aku tau kesalahanku begitu besar, mungkin sulit bagi kamu untuk memaafkan," ucap Santi kulihat dia menitikkan air mata. Apakah yang dilakukan oleh Santi itu serius, tapi aku ragu, dulu dia juga pernah minta maaf dan bilang menyesal tapi kenyataannya dia hanya bohong.
"Sudahlah Santi kamu tidak usah sok-sokan repot-repot minta maaf, tapi kenyataannya kamu masih berusaha untuk menghancurkan pernikahanku. Sebenarnya apa sih maumu. Dulu kamu memang mencintai Dion jadi masih wajarlah kalau kamu merusak rumah tanggaku untuk mendapatkan laki-laki yang kamu inginkan. Tapi sekarang mas Galih itu saudara sepupumu. Menghancurkanku sama saja kamu menghancurkan hati saudaramu sendiri. Kalau bagi aku memaafkan itu mudah, karena memang aku tidak pernah menyimpan dendam kepada siapa pun termasuk kamu yang telah berulang kali menghancurkan perasaan dan keluargaku. Tapi kalau kamu membuat kesalahan terus minta maaf, terus berbuat salah lagi dan minta dan minta maaf lagi, kalau aku sudah tidak bisa percaya lagi," ucapku sinis.
"Galih, Fira kali ini aku benar-benar telah bertobat, aku sudah tahu kalau aku bukanlah anak kandung ibu Tini dan ayah Tono, maka dari itu, aku tidak ingin mengulang kebodohan yang telah dilakukan oleh ibu kandung, yang menginginkan hidup bergelimang harta dengan cara menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang lain, namun akhirnya hanya malapetaka yang dia dapatkan, dan akupun ikut merasakan dampat buruk dari apa yang ibuku telah lakukan," Santi menangis tersedu-sedu dihadapanku Dan mas Galih. Sesaat kemudian dia berhenti menangis, menyeka air matanya dan kembali berbicara.
"Fira aku mohon bukalah pintu maafmu agar jalanku untuk hijrah menuju jalan yang diridhoi Allah mendapatkan kemudahan. Perlu kalian ketahui aku ingin sekali menjadi orang yang baik seperti kalian agar hidupku lebih berkah, agar hidupku lebih manfaat, agar hidupku di dunia fana ini tidak sia-sia, aku juga ingin merasakan hidup bahagia, hidup tentram tanpa dikejar-kejar istri orang yang merasa ketakutan kalau-kalau suaminya terpikat kepadaku, "ujar Santi yang membuat bu Rasmi yang berdiri tidak jauh dariku mengulum senyum.
__ADS_1
"Kamu yakin sungguh-sungguh minta maaf sama Fira, bukankah dulu kamu sudah minta maaf dan menyesali perbuatanmu dimasa lalu sama Fira. Tapi kenapa kamu kirimkan Juita dengan kamu bekali obat perangsang untuk memperdayaiku. Kamu senang kalau aku berzinah dan selingkuh dengan Juita dan kamu senang kalau mamaku tiba-tiba meninggal karena serangan jantung mendengar aku dan Juita berhubungan badan di rumah yang aku tempati bersama istriku Santi," dengan muka merah padam penuh emosi, mas Galih suamiku berteriak histeris. Selama mengenal mas Galih hingga menjadi istrinya, belum pernah aku melihat mas Galih semarah ini. Selama ini dia terlihat begitu tenang dalam menghadapi segala masalah.
"Santi, kamu sudah dibutakan oleh dendammu kepada Fira, dan kamu lupa, hampir saja kamu menghancurkan kebahagiaanku, sepupu sendiri anak budemu yang sedari dulu menyayangimu. Hampir saja kamu menghancurkan dan mencoreng nama baik keluarga kita. Apa karena kami ini cuma keluarga angkat jadi kamu setega itu hah... " ujar mas Galih kata-katanya kian melemah dan dia terduduk lemah, berlinang air mata dihadapanku. Kudengar tangisan Santi semakin terdengar begitu menyayat hati.
"Bahkan saat kamu telah menyadari kalau perbuatanmu itu salah, tak sedikitpun ada niat dihatimu untuk meminta maaf kepadaku secara pribadi sebagai keluarga yang telah kau sakiti. Kamu hanya berfikir hanya Fira yang kamu sakiti. Ingat Santi dalam setiap kamu menyakiti hati satu orang, ada hati-hati yang lain yang ikut merasa tersakiti," ucap mas Galih dengan suara lebih melemah tidak seperti tadi.
"Maafkan aku Galih, sungguh kamu benar, aku tidak pernah menyadari kalau perbuatanku telah menyakiti keluargaku sendiri. Keluarga yang tanpa pamrih telah merawat dan membesarkanku, keluarga yang telah mencintai dan memyayangiku seperti darah dagingnya sendiri. aku mohon Galih maafkanlah manusia yang penuh dosa dihadapanmu ini," ucap Santi sambil memeluk kaki Galih sembari terisak.
"Bangunlah Santi, kami memaafkamu asalkan kamu bersungguh-sungguh tidak akan mengulangi lagi perbuatan buruk, ingat anakmu semakin besar, jangan sampai dia meniru perbuatan bodohmu hingga dia terjatuh di dalam jurang kehancuran," ucapku sembari memeluk Santi. Aku benar-benar telah memaafkan Santi. Walau bagaimana pun kami keluarga walau hanya keluarga angkat.
"Ingat Santi aku tidak akan segan-segan memasukan kamu kepenjara jika kamu masih saja melakukan perbuatan yang merugikan orang lain," ujar mas Galih.
"Tidak Galih, Fira aku benar-benar ingin berubah menjadi lebih baik. Kiran sudah ikut Dion papanya. Dia tidak ingin anak kami mengikuti jejakku. Jadi sekarang aku ke kota hidup sendiri, aku kost ditempatku dulu waktu sekolah. Dan aku berencana melamar pekerjaan dikota ini, aku ingin memulai semuanya dari nol. Mudah-mudahan Tuhan mempermudah jalanku setelah aku meminta maaf kepada orang-orang yang telah aku sakiti. Tolong minta doanya agar aku dikasihi panjang usia yang berkah agar aku punya waktu lebih lama untuk memperbaiki diri dan memperbanyak pahala untuk bekal diakherat nanti.
__ADS_1
*********
.