Cintaku Terhalang Janji Suci

Cintaku Terhalang Janji Suci
Bab 54. Berkumpul


__ADS_3

(POV) Langit


"Halo cucuku yang cantik-cantik dan Ganteng, mimpi apa ya oma tadi malam bisa kumpul kalian disini, terimakasih ya sayang sudah mengunjungi opa dan oma disini," ucap istriku penuh haru, nampaknya dia bahagia sekali hari ini cucu-cucunya berkumpul dirumah ini. Kami semua memang jarang berkumpul. Karena aku dan Dinda sibuk mengurus usahaku yang ada di Paris.


Mereka mencium punggung tangan Dinda dan memeluknya satu persatu kemudian gantian mencium punggung tanganku dan memeluknya juga. begitupun pada Fira, mereka juga melakukan hal yang sama. Anak Gading dan Rena bernama Redi berjenis kelamin Laki-laki berumur sepuluh tahun dan Rega berjenis kelamin perempuan berumur empat tahun sedangkan anak Angkasa dan Ranti bernama Sarah berumur enam tahun dan Anggi berumur dua tahun, perempuan keduanya.


"Opa dan Oma darimana, Redi dan Rega sudah nunggu dari tadi siang, kami kangen opa," ucap Redi, cucuku yang satu ini memang tidak sabaran kalau harus menunggu, anaknya gampang bosan mungkin karena dia laki-laki, beda dengan Rega adiknya, orangnya penyabar dan lemah lembut seperti mamanya.


"Kalau Sarah dan Anggi baru saja datang opa, oma, tapi tadi Anggi badannya panas jadi dia nangis terus," ucap Sarah, aku segera menggendong Anggi dan memegang keningnya.


"Ayo ikut opa, kasian cucu kakek tersayang, sakit ya gara-gara nungguin opa dan oma, nggak panas kok sayang," ucapku pada Sarah," ternyata panasnya sudah turun.


"Sudah minum obat papa, panasnya sudah turun, papa apa kabar," ucap Ranti sembari menyalamiku dan mencium punggung tanganku, kemudian kepada Dinda juga melakukan hal yang sama, disusul dibelakangnya Gading, Angkasa dan istrinya juga menyalamiku, mencium punggung tanganku lalu kepada Dinda juga


Rasanya bahagia sekali menyaksikan anak-anak, menantu dan cucu berkumpul dimeja makan. Rupanya Rena dan Ranti dengan dibantu oleh beberapa asisten rumah tangga telah memasak dan menyiapkan makanan dimeja makan. melihat lauk dan sayur yang dihidangkan membuat perutku terasa lapar.


kulihat Rena dan Ranti sibuk memindahkan nasi, sayur dan lauk kepiring suami dan anak-anak mereka.


"Tumben kalian bisa datang sama-sama, janjian yah, soalnya biasanya kalau papa kangen nyuruh kalian datang, Gading datangnya kapan!!, Angkasa juga kapan.!! Kalau kaya gini kita ngumpul kan papa dan mama senang. Dihari tua kami, hal yang paling membuat kami bahagia adalah melihat kebahagiaan anak-anak cucu dan menantu, " ucapku sambil menggendong Anggi.


"Kami memang janjian pa, tapi karena angkasa masih ada pekerjaan jadi Gading datangnya duluan, sedangkan Angkasa baru datang sore tadi, "ujar Gading putra sulungku sembari menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


"Ayo papa makan, Anggi sama mama ya, opanya mau mamam dulu, ayo sayang!!.

__ADS_1


"Anggi biar sama papa aja, papa masih kangen. Kamu makan aja yang kenyang Ranti biar air susunya banyak, supaya cucu opa tambah sehat," Ucapku sambil mencium Pipi Angga yang montok dan mengemaskan. sebenarnya aku sudah merasa lapar, tapi aku sangat senang memperhatikan anak dan keturunanmu yang sedang makan sambil menggendong Anggi yang mulai bisa berceloteh.


"Sambalnya enak banget rasanya pas, siapa yang buat ini?, " ucap istriku, sambil menambahkan sambal kedalam piringnya dan bibirnya memerah karena kepedasan.


"Pasti buatan mba Rena," ucap Fira sambil ikut mengambil sambil juga.


"Betul banget Fira, mba Rena memang kalau buat sambal juara," sahut Ranti. Tapi orang yang di puji-puji dari tadi sibuk memisahkan ikan dari durinya dan memasukan kepiring Sarah.


"Jangan dihabiskan sambalnya Fira, papa disisain dong, papa juga suka sambal buatan Rena," ucapku, Rena langsung mengarahkan pandangannya kearahku.


"Tenang Pa, kalau habis nanti Rena buatin lagi, bahannya masih banyak,"ucap Rena seraya tersenyum.


"Nah kalau sayur asam ini pasti buatan Ranti," ucap mama tiba-tiba sambil terus menyuap makanan kemulutnya.


"Soalnya rasanya khas, enak, mama suka dilain rasanya beda," ucap istriku.


"Tapi kemarin diwisata air panas sayur asamnya mirip buatan Ranti ma," aku langsung ingat sayur asam yang aku makan di wisata air panas kemarin.


"Masa pa, mama kemarin enggak makan sayur asamnya soalnya mama makan oseng belut kesukaan mama. Oh ya, nanti oleh-olehnya dibukain, ada oseng belut buatan sahabat kecil mama dari desa. Rasanya enak banget, mama jamin kalian pasti Suka, " ucap istriku.


"Iya sayur asamnya enak banget persis sama diwisata air panas, jangan-jangan kokinya masih keluarga mbak Ranti, he.. he.. asal menebak," ucap Fira terkekeh.


"Mungkinkah dia saudaraku, mungkin saja tapi beda papa beda mama," sahut Ranti.

__ADS_1


Selesai Ranti makan,dia langsung mengambil Anggi yang ada digendonganku. Lalu dia mempersilahkan aku makan makanan yang sudah disiapkannya dipiring.


Selesai makan kami semua berkumpul diruang tivi sambil membuka oleh-oleh dari desa Mentereng. Sedangkan para anak-anak Redi, Rega, Sarah dan Anggi semuanya sudah tertidur dikamar mereka. Disini para anak dan cucuku mempunyai kamar masing - masing, walaupun kami jarang berkumpul.


"Kapan Rencananya acara akad nikah Galih dan Fira papa,"tanya Gading. Kemudian aku jelaskan kepada anak-anak dan menantuku kalau akad nikah Galih dan Fira akan dilaksanakan dua puluh hari lagi dari sekarang, tepatnya tanggal 25 Februari tahun ini, tempatnya di Masjid yang Biasa kami melaksanakan shalat jumat yang letaknya sekitar satu kilo meter dari rumah kami. sedangkan Resepsinya akan dilaksanakan seminggu kemudian dan bertempat di desa Mentereng, tempat dimana Galih berasal yaitu disebuah tempat widata air panas.


"oh ya Fira kamu sudah yakin kan mau nikah sama Galih, kamu harus memikirkan dulu masak-masak sebelum mengambil keputusan. Lihat bagaimana orang tua Galih, liat, bibit bobot dan bebetnya, jangan sampai peristiwa yang dahulu terulang lagi," Angkasa yang dari tadi hanya menyimak pun ikut bicara.


"Iya kak, Fira sudah mengenal papa dan mama mas Galih, mereka baik dan sayang sama Fira yang jelas mereka tidak gampang dihasut orang lain. awalnya mama juga ragu dan Khawatir, makannya kami rame-rame berkunjung kesana untuk bisa mengenal keluarga dan lingkungan hidup Galih lebih dekat," jawab Fira.


"Terus kalian sudah mendaftarkan berkas pernikahan kalian ke KUA, secepatnya harus didaftarkan jangan nunggu nanti-nanti soalnya ini kan memang bulan bagus jadi banyak yang mau menikah. kalau lambat daftar bisa antri loh, " Rena menantuku menimpali.


"Betul banget itu, belajar dari pernikahan aku dan mas Angkasa, gara-gara mas Angkasa menggampangkan dan menunda-nunda mengurus berkas pernikahan, hampir saja kita tidak bisa menikah dihari yang sudah kami tentukan karena jadwal penghulunya sudah full" cerita Ranti tentang pengalamannya waktu akan menikah dengan Angkasa.


"terus-terus akhirnya gimana mbak?, apa nikahannya ditunda,"tanya Fira dengan penuh penasaran mendengar Cerita Ranti.


"Ya kami mencari penghulu orang luar maksudnya penghulu yang tugasnya tidak diKUA tempat kami mendaftarkan pernikahan. Tetapi tetap disaksikan dan dicatat oleh petugas KUA sehingga pernikahan kami sah secara agama dan hukum negara. Untung mas Angkasa anak pak Langit Perkasa seorang pengusaha tersohor dinegeri ini, jadi segala sesuatunya berjalan mudah, " ucap Ranti.


"Kok aku nggak tau yah, setahuku sih semuanya lancar-lancar saja.


"Ya nggak mungkinlah aku ngomong kesana kemari, tentu saja aku merahasiakan keteledoran suamiku, " jawab Ranti sambil melirik suaminya, yang dilirik pun hanya tersenyum.


"Seandainya saja waktu itu kalian tidak jadi menikah dihari yang sudah ditentukan, mungkin malam pertama kalian akan tertunda juga he... he... dia sendiri yang rugi, " selorohku sambil menunjuk kearah Angkasa. Yang kutunjuk hanya cengengesan.

__ADS_1


*******


__ADS_2