Cintaku Terhalang Janji Suci

Cintaku Terhalang Janji Suci
Bab. 28. Terpesona


__ADS_3

(POV) Galih


Fira, dia adalah wanita kedua yang membuat hatiku bergetar. Wanita yang pertama membuat hatiku bergetar adalah Zahra putri pak Sasmito dari desa Padang Gatah. Namun beberapa kali lamaranku ditolak oleh pak Sasmito. Aku tidak tahu kriteria bagaimana yang diinginkan pak Sasmito untuk bisa menjadi pendamping hidup putrinya.


Aku senantiasa memperbaiki diri agar pantas menjadi suami Zahra. Sampai pada suatu ketika aku mendengar kabar pernikahan Zahra dan Dewanta, seorang pemuda Dari desa Padang Sawit yang selama ini tinggal di kota. Saat itu aku nekat mendatangi Zahra yang sedang makan di warung Bu Narsih. aku mengajak Zahra untuk kawin lari karena aku yakin Zahra tidak mencintai Dewanta.


Aku tidak menyangka Zahra justru menolak ajakanku. Aku salut dengan pendirian Zahra dan Dewanta yang ingin menikah demi baktinya kepada kedua orang tuanya.


Aku juga mendengar bahwa rumah tangga Zahra dan Dewanta cukup harmonis. sejak saat itu perjuanganku untuk mendapatkan Zahra aku akhiri. Aku tidak mau Mengejar cinta istri orang. Kini aku mengisi hari-hariku dengan fokus mengembangkan bisnisku.


Hari in adalah hari yang istimewa, dimana aku bertemu dengan seorang wanita yang mampu membuat jantungku seketika berdetak lebih cepat. Walau sebenarnya aku merasa ragu, aku takut kecewa lagi. Jujur patah hati ditinggal Zahra menikah nyaris membuat aku berfikir nekat mengakhiri hidupku. untungnya masih ada sedikit sisa iman didada yang membuat aku mampu bertahan menghadapi ujian ini.


sudah sebulan sejak pertemuanku dengan Fira, wanita cantik mempesona yang membuatku jatuh hati. Hati ini rasanya rindu sekali. Tapi aku tidak tahu harus menemuinya dimana. Saat bertemu dengannya aku tidak berfikir untuk meminta Nomor ponselnya apalagi alamat rumahnya.


Kini aku sedang menghabiskan akhir pekan disebuah mall terbesar dikota ini. aku membeli beberapa snack disebuah toko roti di mall ini. Setelah aku memilih beberapa snack untuk aku buat tester


bersama karyawanku.


Buuugh....


Seorang wanita menabrakkan punggungnya pada punggungku dari belakang


Aduuuh...

__ADS_1


"Maaf mas aku tidak sengaja," ucap wanita cantik yang ada di belakangku. Aku segera menengok kebelakang karena sepertinya aku mengenal suaranya.


"Firaaaa, apa kabarmu Fira, enggak nyangka bisa ketemu disini," ucapkan sangat bahagia karena orang yang aku rindukan kini ada di hadapanku. Dia tersipu malu, aku langsung menggandeng tangannya dan mengajaknya duduk disebuah kafe yang terdekat dari tempat kami bertemu. Niat ingin membeli beberapa snack untuk tester aku batalkan. Wanita ini lebih penting, dia sumber kebahagiaanku. Aku harus bisa merebut perhatiannya.


"Kita mau kemana mas, bukanya kita lagi belanja ya?," kata Fira.


"Soal kita mau belanja itu urusan belakang, nanti kita belanja sama - sama, ada yang ingin aku bicarakan," ucapku sembari terus melangkah masuk kedalam Kafe. Aku segera menarik kursi untuk duduk Fira kemudian menarik kursi satu lagi untuk tempat duduk aku sendiri tepat dihadapannya. Fira kamu ingat tidak kalau aku pernah bilang jika kita bertemu lagi itu artinya kita jodoh," ucapku pada Fira dan di sambut gelak tawa olehnya.


"Gara-gara ucapan kamu kemarin yang cuma bercanda, kamu sampai membawaku kesini dan meninggalkan belanjaan kita mas Galih, kamu benar-benar lucu ya," ucap Fira sambil berlalu pergi meninggalkanku. Aku segera berlari mengejarnya.


"Fira tunggu dulu, aku serius dengan ucapanku. Tolong duduklah sebentar aku ingin berkata jujur padamu," ucapku sambil kembali menarik tangan Fira untuk duduk kembali ketempat semula. Fira pun terpaksa mengikuti apa yang kumau.


"Aku ingin jujur bahwa aku jatuh cinta sama kamu sejak pandangan pertama. Kamu orang yang mampu menggetarkan hatiku setelah lama hatiku hampa karena gagal mengejar wanita yang aku cintai," ucapku.


"Sebegitu menyakitkankah kisah cintamu, sepertinya kita sama-sama mempunyai cerita kelam dalam soal percintaan. Bagaimana kalau kita berteman saja dulu, kita saling sharing, saling curhat, kalau nanti kita merasa sama-sama nyaman lanjut kalau tidak kita bisa mencari jalan kita masing-masing, toh tidak ada ikatan diantara kita," ucapku pada Fira dan dia pun setuju. Aku mengisahkan kisah cintaku dengan Zahra yang gagal sebelum berlabuh. Karena Zahra dijodohkan oleh orang tuanya dengan Dewanta.


"Apa yang kamu maksud Dewanta adalah Dewanta yang berasal dari desa Padang Sawit, " tanya Fira. ternyata Dewanta yang sekarang menjadi suami Zahra adalah mantan kekasih Fira.


"Dewanta adalah laki-laki yang kamu cintai dan Zahra istri dari Dewanta adalah orang yang aku cintai. Benar-benar seperti di dalam sinetron. Seandainya ini didalam sinetron mungkin kita akan bekerjasama untuk menghancurkan pernikahan mereka. Tapi kita sedang ada didunia nyata. Semoga kita tidak melakukan hal seperti itu. Daripada kita menghancurkan rumah tangga mereka lebih baik kita membangun rumah tangga dan berteman baik dengan mereka, ya enggak!!, " ucapku pada Fira sambil menaik turunkan sebelah alisku seraya tersenyum menggoda Fira. Fira hanya tertawa menanggapi semua ucapanku.


"boleh juga ide kamu, sayangnya aku sedang tidak ada minat untuk berumah tangga lagi. Mas Galih!!, aku ini seorang janda, jadi nggak mungkin menikah denganmu yang masih perjaka. kalau menikah hanya karena ingin pamer kebahagiaan didepan Zahwa dan Dewanta, iih, nggak baget," ucap Fira sambil mencibirku. akupun hanya tertawa ringan menanggapi ucapan Fira.


"Siapa juga yang mau menikah karena ingin pamer kebahagiaan pada Zahra dan Dewanta, ayo habiskan makananmu kita belanja lagi. Kamu harus makan yang banyak biar kuat menghadapi para mantan," ucapku. Fira hanya tersenyum dan langsung menyikat habis makanan yang ada di depannya. Selesai makan, kami lanjut berbelanja aneka snack.

__ADS_1


"Fira, nonton bioskop yo, ini akhir pekan , biasanya filmnya rame," ucapku sembari menggandeng tangan Fira menuju tempat pembelian tiket. Aku dan Fira menonton Film horor. Mimpi apa aku semalam, hari ini bisa jalan dengan wanita cantik yang setiap malam hadir dalam khayalanku.


Hari menujukan pukul sebelas malam, Usai dari bioskop aku segera mengantarkan Fira ke rumahnnya.


"Makasih Mas Galih untuk hari ini. Mimpi apa aku semalam bisa ketemu dan jalan bareng sampai malam begini," ucap Fira.


"Aku yang makasih banyak, karena kamu membuat hari ini menjadi lebih berwarna daripada hari biasanya. Oh ya gimana kalau kamu ikut aku main kekampungku, disana pemandangan bagus loh," ucapku pada Fira.


"Pingin sih jalan-jalan ke desa, tapi sayang sekali jadwal aku lagi padat-padatnya. Disini aku menggantikan posisi kakaku yang sedang sakit jadi masih masa-masa penyesuaian, bagaimana kalau minggu depan," ujar Fira. Tentu saja aku langsung menyetujuinya karena kapanpun dia mau jalan sama aku, maka aku akan selalu siap.


"Ya sudah, aku pamit pulang ya, ngomong-ngomong aku nggak diajak masuk nih!!, dikenalkan sama mama dan papa, " pancingku pada Fira.


"Kebetulan aku hanya tinggal dengan ART, papa dan mamaku tinggal di Paris sejak aku masih kuliah," Jawab Fira.


"Oh, kalau kamu hanya tinggal sama ART aku nggak mau mampir, takut KHIlaf," ucapku sambil tertawa di ikuti derai tawa Fira.


"Kamu kalau bercanda lucu juga, lagian siapa juga yang mau khilaf sama kamu".


"Terus kamu maunya khilafnya sama siapa," ucapku masih sambil tertawa. Namun Fira langsung mendorong tubuhku untuk masuk kedalam mobil.


"Ayo pulang sudah malam, nanti digrebeg pak RT, " ujar Fira.


"Aku malah berharap digrebek pak RT, biar langsung dinikahkan, " ucapku sambil tertawa, namun Fira hanya menjulurkan lidahnya dan langsung masuk kedalaman rumahnya.

__ADS_1


Aku segera mengemudikan mobilku membelah jalan raya menuju apartemenku.


__ADS_2