
(pov) Dion
"Dia istriku pa, namanya Yunian dan ini anakku cucu papa namanya Jordan.
Jadi kamu diam-diam sudah menikah lagi tanpa meminta restu kepada kami orang tuamu, orang yang sudah membuatmu lahir kedunia, sudah membesarkanmu dengan banyak pengorbanan. Segitu bencinya kamu pada papa dan mamamu, yang telah sembilan bulan mengandungmu, membawamu dalam perutnya kemanapun dia pergi, dengan menahan rasa pusing dan mual saat mengidam, melahirkanmu dengan taruhan nyawa. menyusuimu hingga kurang tidur karena kamu rewel. Kami memang telah mengambil langkah yang salah dengan memintamu menikah dengan Santi wanita yang tidak kamu cintai hingga Fira istri tercintamu meninggalkanmu. Tapi kami sudah menyesali perbuatan kami bahkan mamamu sempat memohon-mohon kepada Fira, merendahkan harga dirimya agar Fira kembali kepadamu. Tapi semua itu tidak pernah kamu hargai, seharusnya kamu berfikir mungkin itu sudah garis takdir dari Yang Kuasa, mungkin jodohmu dengan Fira harus berakhir sampai disitu," ucap papa dengan suara parau karena menahan tangis.
"Maafkan Dion pa, Dion selama ini telah dibutakan dengan rasa sakit, penyesalan dan amarah, hingga Dion tidak mampu melihat sisi positif dari semua peristiwa yang terjadi. Dion bahkan tidak pernah berfikir bahwa itu sudah jalan hidup dan ketentuan dari sang pemilik kehidupan. Pernikahan aku dan Yunian memang bukan rencana kami, " ucapku. Sambil berlutut memeluk kedua kaki papa aku menceritakan awal pertemuanku dengan Yunian hingga kami harus menikah dan kini berakhir dengan sangat bahagia.
"Sebenarnya, sejak kami pengantin baru Yunian selalu meminta ingin bertemu dengan papa dan mama, namun aku masih sangat trauma dengan masa laluku.
Hingga aku selalu mengulur waktu untuk mempertemukan dia dengan papa dan mama. Tapi tadi pagi hatiku tergerak ingin pulang membawa anak dan istriku kehadapan kalian.
"Ya sudah, sebaiknya memang sudah semestinya kita harus saling memaafkan. karena kita hidup didunia penuh dengan kekhilafan, penuh dengan ujian agar kita kedepannya menjadi manusia yang lebih baik lagi, lebih sabar dalam menghadapi ujian hidup dan lebih bijaksana dalam menyikapi segala problema kehidupan. Sekarang bagaimana kalau kita memulai dari awal lagi, Kamu urus perusahaan papa, kita tinggal bersama, kamu lihat kan kondisi papa, masa kamu tega melihat papa harus turun ke kantor setiap hari. Papa dan mama ingin istirahat dan bermain dengan cucu. Ajak istrimu untuk membantumu, supaya kalian selalu bersama," ucap papa sambil merangkul bahu Jordan. aku segera mendekati Yunian yang sedari tadi hanya diam menyaksikan segala drama dikeluargaku.
"Sayang terimakasih berkat kamu yang selalu memintaku untuk dikenalkan dengan kedua orangtuaku akhirnya kita bisa duduk bersama untuk saling memaafkan. Bagiku ini sangat luar biasa, dan aku mau minta maaf karena selama ini aku menutupi identitasku, tujuanku cuma ingin memastikan bahwa kamu mencintaiku dengan tulus dan apa adanya, " A?ku menarik nafas dan menyeka air mata yang mengalir disudut mata istriku. Mamapun mengelus-elus bahu Yunian dengan penuh kasih sayang. Aku kembali meneruskan kalimat demi kalimat untuk mengungkapkan identitasku yang sebenarnya.
"Sayang sebenarnya aku bukanlah karyawan seorang pengusaha sawit melainkan akulah pengusaha sawit itu sendiri dan aku adalah putra satu-satunya pak Dirgantara, seorang pengusaha terkenal yang malang melintang didunia bisnis. Kamu kenalkan?" aku bertanya pada istriku, yang hanya dijawab dengan senyum penuh haru disertai anggukan kepala.
__ADS_1
"Aku cuma sering melihat ditelevisi, aku tidak menyangka ternyata akulah menantu beliau," ucap Yunian.
Maaf yah.. kalau selama ini aku memberimu nafkah yang begitu kecil bila dibandingkan dengan penghasilanku. Tapi kamu tenang saja aku sudah memasukan sebagian uang nafkah yang seharusnya kamu nikmati kedalaman rekening Deposito atas namamu, sekarang kamu boleh menikmati sesukamu," ucapku pada Yunian, wanita sederhana yang tidak pernah menggilai harta.
"Aku memaafkanmu mas, terimakasih telah menerimaku menjadi istrimu, dengan semua kekuranganku. Buat aku, kamu memiliki banyak harta atau tidak pun tidak akan pernah mengubah perasaan cintaku padamu. karena bagiku harta adalah ujian. Orang yang banyak harta diuji bagaimana dia membelanjakan hartanya dijalan Allah karena harta bisa membuat kita tersesat kelembah dosa dan harta juga bisa membuat jembatan kita menuju kesurga. Sementara orang yang tidak punya harta diuji dengan bagaimana dia menjalani hidup dengan kesederhanaan dan kesengsaraan di dunia fana ini," ucapan Yunian benar-benar membuatku bangga. tiba-tiba papa menepuk pundakku dan angkat bicara.
"Kamu sadarkan Dion, dulu kamu kehilangan Fira, wanita yang kamu sangat cintai dan menurutmu dia adalah yang terbaik bagimu. Namun Tuhan berkehendak lain, dari semua ujian yang kamu lalui ternyata Tuhan telah menyiap Jodoh yang lebih baik buat kamu," ucap papa
"iya papa, Dion baru menyadari hikmah dibalik peristiwa yang terjadi dalam perjalanan hidup Dion," ucap ku sambil kembali memeluk dan mencium kening istriku.
"Kalian orang dewasa dari tadi ngobrollll aja!! Jordan dicuekin lagi dicuekinlagi!!papa kapan kita mall, beli mainan, papa janji mau belikan Jordan mainan.
Kami semua melangkah menuju ruang makan, pandanganku menyapu kesemua sudut ruangan. Tak ada yang berubah, semua masih seperti yang dulu.
"Jordan makan yang banyak ya, biar oma suapi, Yunian tolong ambilkan suamimu nasi, sayur dan lauknya. Andai mama tahu kalian mau datang, mama pasti masak masakan kesukaan kamu Dion, oh ya, Yunian kalau kamu ingin makan makanan apa aja kesukaan kamu, kamu tinggal minta buatin sama bibi, atau nanti kita masak sama-sama yah," mama terus saja bicara, nampaknya beliau bahagia sekali.
"Ayo makan yang banyak Dion biar kuat nanti malam bikin adiknya Jordan, " ucap papa sembari menepuk pundakku.
__ADS_1
"Jordan mau bantu papa bikin adik bayi ya oma, bolehkan?," ucap Jordan dengan menyatukan kedua telapak tangannya didada tanda memohon sesuatu.
"Tuh kan pa, papa ngomongnya asal, ' ucap mama memberengut.
"Yang buat adik biar papa sama mama aja, soalnya anak kecil tidak boleh melihat, bisa enggak mau jadi, Jordan paham kan, mending Jordan main sama opa dan oma ," sahut Dion dengan santai. Semua yang ada dimeja makan saling lirik dan mengulum senyum tanpa ada yang berani bicara takut Jordan bereaksi lain.
"okey papa, semoga adik Jordan cepat jadi ya," ucap Jordan sambil mengunyah makanan yang disuapkan mama kemulutnya.
Selesai makan kami semua beristirahat, Jordan ikut kekamar mama, dia benar-benar langsung lengket dengan mama. Aku mengajak Yunian beristirahat kekamarku. kamar yang dulu kutempati Bersama Fira. untung mama sudah merenovasi kamarku seperti layaknya kamar seorang yang masih lajang. mungkin maksud mama dan papa agar aku bisa secepatnya melupakan Fira.
Setelah tidur sejenak kami semua berjalan-jalan mengisi waktu sore hari untuk membeli mainan Jordan disebuah mall terbesar dikota ini.
"Mimpi apa ya papa semalam bisa jalan bersama anak, menantu dan cucu. Hidup ini memang sebuah misteri, kita tidak pernah tahu kedepannya akan seperti apa. Waktu Dion menikah dengan Fira, papa sangat bahagia, papa fikir Dion telah bertemu pendamping hidupnya, yang akan menemani dia sampai akhir hayat. Tapi ternyata Tuhan punya rencana lain. Semoga saja rumah tangga kalian langgeng sampai menua bersama," ucap papa dan dijawab dengan kata Aamiin oleh kami semua. Saat kami berjalan bersama menuju ke sebuah eskalator.
"Tante Firaaa!!...
om Galihhh!!...
__ADS_1
Mama itu tante Fira sama om Galih, mereka ada di mall juga," teriak Jordan sambil menunjuk kearah seorang lelaki dan perempuan muda. Pandanganku langsung tertuju kearah dua orang yang baru saja turun dari eskalator yang tadi ditunjuk oleh Jordan.
*********