
(POV7) Santi
Andaikan ada yang bertanya siapa manusia yang paling kamu benci di dunia ini, jawabannya tentu saja Fira. Banyak hal yang membuat aku membencinya. Fira adalah anak seorang konglomerat, hidupnya bergelimang harta sedangkan aku hanya anak seorang buruh miskin, ayahku tidak pandai berbisnis, dia hanya bekerja kepada bude sebagai pengangkut sayur. Sementara ibuku hanya seorang ibu rumah tangga yang tidak mau susah-susah bekerja.
Kebencianku memuncak kepada Fira saat aku tahu dia telah jadian dengan Dion. Lelaki tampan dan kaya raya yang sudah lama menjadi incaranku. Aku memang selalu bercita-cita ingin menikah dengan orang kaya untuk merubah jalur keturunanku agar tidak menderita karena kemiskinan.
Berbagai upaya telah kulakukan untuk menghancurkan hubungan Dion dan Fira, sampai pada akhirnya aku berhasil memasukan obat perangsang kedalam bakso kesukaan Dion saat aku datang keapartemen Dion. Kami berdua berhubungan intim saat Dion dalam pengaruh obat perangsang. Dari hubungan badan yang kami lakukan ternyata aku hamil. Saat itu aku sangat senang dengan kehamilanku. karena aku bisa meminta pertanggungjawaban Dion agar dia menikahiku.
Aku mencari Dion kemana saja, kekantornya, aku sempat mendatangi orang tua Dion dan memberitahu kalau aku hamil anak Dion, namun mereka tidak percaya, mereka malah mengusirku dengan cara menyeret tubuhku keluar gerbang. Orang tua Dion menganggap aku sedang berbohong pura-pura hamil agar bisa menikah dengan Dion dan menguasai harta mereka. akhirnya aku pun bertanya kesemua teman yang mengenal Dion, namun tak satu pun dari mereka yang mengetahui alamat Dion. Mereka cuma tahu kalau Dion pergi kuliah dan menetap di luar negri demi untuk melupakan Fira karena Fira telah memutuskan hubungan mereka.
Karena Fira akhirnya aku pun melahirkan anak Dion tanpa didampingi oleh seorang suami. Dengan kondisi hamil aku tidak mungkin hidup di kota karena aku tidak mempunyai cukup uang untuk biaya hidup. Dengan kondisi demikian, akhirnya aku putuskan untuk pulang ke kampung halamanku. aku mengarang cerita kalau aku telah menikah dan suamiku pergi meninggalkanku dengan wanita lain.
Lima tahun kemudian aku mendengar kalau Dion telah kembali dan akan menikah dengan Fira. Saat temanku memperlihatkan kartu undangan ternyata tanggal pernikahan dan resepsinya adalah hari ini.
Hari itu juga aku langsung berangkat kealamat dimana resepsi pernikahan Dion dan Fira, untuk menuntut tanggung jawab. Aku tidak peduli mereka sudah menikah, bagiku menjadi istri kedua pun tak masalah. ternyata aku baru tahu, kalau posisiku lemah, karena menurut agama anak yang dilahirkan diluar pernikahan adalah murni milik ibunya. Jadi Dion tidak berkewajiban untuk menikahiku dan juga manafkahiku. Sia-sia perjuanganku selama ini, kalau pada akhirnya aku tidak bisa menikah dengan Dion.
Saat fikiranku sedang bingung, tiba-tiba ayah Dion bersedia menanggung biaya hidup untuk Kiran, namun sayangnya semua pemberian uang diatur oleh Fira. Tentu saja aku menjadi semakin benci pada Fira karena dari lima ratus juta uang yang aku minta setiap bulan dia hanya bersedia memberinya tiga juta saja. tapi ya lumayanlah daripada tidak ada sama sekali.
__ADS_1
Dari sini aku pun mulai menyusun rencana untuk menaklukkan keluarga pak Dirgantara ayah Dion agar nantinya Dion bisa menikahiku dengan menggunakan Kiran sebagai alat untuk mengapai keinginanku. hingga akhirnya karena tekanan dari Mamanya Dion menikahiku tanpa sepengetahuan Fira.
Namun yang terjadi sungguh diluar dugaanku. beberapa hari setelah surat nikah kami keluar. Fira pergi meninggalkan rumah awalnya aku merasa senang dengan kepergian Fira, karena itu sesuai yang ku mau. Beberapa minggu setelah kepergian Fira, datang kiriman undangan sidang perceraian dari Fira. karena Fira tidak pernah hadir dalam sidang perceraian sehingga pengadilan dengan mudah mengabulkan gugatan perceraian yang diajukan oleh Fira. saat itu tiada terkira senangnya hatiku, aku akhirnya menjadi istri Dion satu-satunya.
Namun setiap hari justru Dion selalu menyalahkanku sampai akhirnya diapun menceraikanku. Sungguh hancur hatiku saat merasakan pahitnya pernikahan sebelum merasakan madu pernikahan. Dion pergi meninggalkanku dan mertuaku yang dulu selalu mendukung aku pun ikut menyalahkanku hingga akhirnya aku tidak tahan hidup dikota. Terpaksa aku pulang ke desa, hidup bersama orang tuaku yang miskin. Semua itu terjadi karena Fira, ya Fira adalah sumber penyakit yang membawa kehancuran dalam hidupku.
"Kiran tidak boleh bicara seperti itu nak, Santi, ajari anakmu bicara yang baik pada tamu, Santiii!! kamu diajak bicara malah melamun saja," ucap bude Marni mama Galih sepupuku.
"Bude, jangan salahkan anak saya, yang dikatakan Kiran memang benar, dia adalah wanita yang menyebabkan aku diceraikan oleh Dion suamiku. Gara-gara dia aku pergi dari rumah mertuaku yang kaya raya.
"Pintar sekali kamu mengarang cerita Santi, dasar wanita ular, coba kamu ingat-ingat, duluan mana kamu menikah dengan Dion atau aku dengan Dion, jujur ya, kalau aku tahu kamu ada di desa ini tidak mungkin aku mau diajak mas Galih datang ke desa ini, ingat ya Santi, apa yang terjadi padamu itu adalah karma atas perbuatan dosa yang telah kamu lakukan terhadapmu," ucap Fira sambil berlalu pergi meninggalkan meja makan, namun Galih langsung mengikuti dibelakangnya.
"Sudahlah mas kamu tidak usah membelaku, biar saja wanita itu puas memfitnahku, dia hanya sedang mencari kambing hitam untuk melampiaskan sakit hati yang di disebabkan oleh kebusukkannya sendiri, " Ucap Fira sambil mengambil ponselnya, sepertinya dia ingin menelpon seseorang.
"Kamu mau menghubungi siapa, " tanya Gilang yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik Fira.
"Mau nyuruh asistenku jemput aku," ucap Fira ketus.
__ADS_1
"Jangan pergi Fira, percayalah aku lebih percaya kepadamu daripada Santi yang, " ucapan Galih langsung aku potong.
"Jadi kamu lebih percaya wanita yang baru saja kamu kenal, daripada aku yang sudah kamu kenal sejak masih kecil Galih?," ucapku.
"Ini bukan masalah lama atau sebentar, tapi aku percaya dengan semua cerita Fira karena aku tahu ada kejujuran disana. Dan aku percaya kalau kamu memang suka mengganggu rumah tangga orang, sebut sudah berapa laki-laki yang hancur rumah tangganya gara-gara ulahmu," jawab Galih emosi.
"Segitu gampangnya kamu percaya dengan gosip murahan itu Galih, begitu saja kamu percaya dengan orang yang merasa iri dan ingin merusak nama baikku. Atau jangan-jangan kamu sudah dibutakan oleh Cinta hingga kamu tidak bisa membedakan yang mana yang benar dan yang mana yang salah, " selorohku.
"Santi daripada kamu cuma bikin ribut disini sebaiknya kamu pulang saja, " ucap pakde Warjito papa Galih.
"Ternyata pakde juga ikut-ikutan membela perempuan laknat ini, tapi kalau begitu maunya pakde, baiklah!! aku pulang pakde, " ucapku sambil menarik pergelangan tangan kiran untuk mengajaknya pulang.
Sesampainya dirumah aku langsung mengadu kepada ibuku.
"Bu ternyata wanita yang kasini bersama Fakih adalah Fira istrinya mas Dion si pelakor itu. Bude Marni tadi marah kepadaku karena Fira menjelekkan aku di depan bude Marni dan om warjito. mereka memarahiku bu, mereka memaki-maki aku" ucapku pada ibuku.
"Oh jadi begitu kelakuan pakde dan budemu. biar ibu datangi mereka, ibu tidak terima anak ibu diperlakukan semena-mena oleh mereka.
__ADS_1
*******
.