Cool But Love

Cool But Love
bab 100 indah


__ADS_3

Setelah keluar dari loby kantor Gania berjalan cepat menuju mobil nya di parkiran dengan raut wajah penuh amarah dan kecewa karena Suaminya itu ternyata pergi kencan dengan wanita lain di sebuah hotel, tentu saja dia tak tinggal diam, dan ingin melabraknya.


" Pak, kita pergi ke hotel x sekarang!" Perintahnya Gania dengan nada tinggi. setelah masuk kedalam mobil.


Mendapat perintah dari nona mudanya pak sopir pun segera menjalankan mobilnya, meskipun ia terkejut baru kali ini wanita yang sedang hamil itu bersikap tegas, karena biasanya dia akan berbicara dengan nada lembut dan sopan, tapi kali ini berbeda tidak tahu apa penyebabnya.


.


.


.


Sementara ditempat yang lainya di sebuah ruangan cukup luas terletak di lantai teratas gedung didalamnya sudah di hiasi taburan bunga berdesain love dan lilin-lilin kecil menerangi ruangan, ada satu meja kecil di sudut ruangan yang juga di hiasi dan tersaji makanan spesial dan dua kursi yang di peruntukan hanya untuk dua orang nantinya yang berada di hotel berbintang. Gama menatapi jam rolex di tangan kirinya terus menerus sembari menatap gusar pada lima orang di hadapannya.


" Apa dia menghubungi mu vivi?"

__ADS_1


" Tidak, mana bisa dia menelpon ku,sementara ponselku saja mati sejak berapa hari lalu"


Andre, wijaya, Vivi dan Tante lilia beserta Vicky itupun sudah Juga berada di ruangan tersebut. Gama menghela napas nya, seharusnya istrinya itu tiba pukul 08 tadi, sedangkan saat ini sudah jam 08:30.


" Apa mungkin di jalan terjadi sesuatu," Gama mengendurkan dasinya yang serasa mencekik lehernya. Raut kecemasan terlihat di wajah tampan nan mulusnya itu.


" Duduklah dulu, apa kakimu itu tidak pegal dari tadi berdiri ." Ucap Ayah Wijaya sejak ia kedatanganya setengah jam lalu, putranya itu tidak mau diam terus mondar mandir seperti cacing kepanasan.


" Aku khawatir ayah?"


" Bagaimana nak gama, apa yang di katakan mereka ?" Tanya lilia penasaran ketika menantunya itu selesai mematikan sambungan telepon nya.


" Dia sedang menuju kemari bi," Gama menyimpan ponselnya ke saku jasnya sembari merapihkan penampilannya. Rasanya tidak sabar ingin segera bertemu istrinya, kelima orang di ruangan itu bernapas lega mendengar ucapan gama.


Disaat Gama beserta yang lainya tengah bersiap-siap, gama bersembunyi di dekat pintu sedangkan yang lain mencari tempat sembunyi sendiri-sendiri. Sementara Dari luar ruangan nampak dua wanita tengah berdebat kecil.

__ADS_1


" Apa kau sengaja menghalangi jalan ku ya?" kesal Gania dengan wajah memerah karena geram.


" Tidak nona sungguh, mana berani saya melakukan hal itu, saya hanya menunjukkan sesuai alamat yang nona berikan ." Balas resepsionis hotel itu sambil menundukkan kepalanya.


" huff, ya sudah kau boleh pergi sana,"


" Baik nona, saya permisi," pamit resepsionis itu berlalu pergi dari hadapan Gania. Begitupun Gania yang tidak bisa menahan amarahnya langsung mendorong pintu kamar hotel setelah menempelkan kartu pinnya, dan segera ingin masuk kedalam untuk memaki si wanita genit.


" Suprise...!!!"


Serunya kelima orang itu begitu serempak memegang sebuket bunga di tangan mereka masing-masing berdiri berjejer di hadapan Gania yang mematung di tempatnya berdiri.


" Kalian ...."


Gania membeku di tempatnya membekap mulutnya dengan kedua telapak tangan nya, matanya tampak berkaca-kaca menatap tak percaya kearah lima orang didepannya, di tambah lagi ruangan itu terlihat sangat menakjubkan dengan penerangan temaram dan lilin-lilin kecil menerangi ruangan bernuansa Eropa tersebut.

__ADS_1


__ADS_2