Cool But Love

Cool But Love
bab 63 selamat dari godaan si possesif


__ADS_3

Gama merasakan sensasi berbeda dari sebelumnya sambil meresapi wangi tubuh gania yang sudah menjadi candu untuk nya itu, hanya saat bersama gania lah dirinya bisa merasakan kenyamanan seperti ini.


" Diamlah baby jangan banyak gerak, kau membuat nya terbangun di bawah sana " gama seraya mendesah karena tubuh mereka saling bergesekan membuat sesuatu di balik celana itu menonjol keras dengan menekankan ke paha mulus gania.


Merasa tubuhnya menegang kepalanya berdenyut, sebisa mungkin gania menahan gejolak gairah yang muncul di dalam dirinya. dengan memejamkan mata tidak berani menggerakkan tubuhnya karena sudah di pastikan akan membuat hasrat gama semakin meningkat.


" kak"


"Hem"


" bisa longgarkan sedikit pelukannya tidak? kau membuat dadaku sesak dan terasa berat kak" pinta gania yang kesulitan untuk bernapas.


Tidak tega melihat gania kesulitan bernapas gama segera mengendurkan pelukannya dari tubuh mungil gania, kepalanya mendongak mensejajarkan tubuhnya agar dapat memandangi wajah cantik gania lebih dekat.


" pffff, apa perlu aku beri napas buatan sayang" gama tertawa geli menggoda wanitanya itu yang sedang mengatur pernapasan.


"tidak, itu sih mau mu kak, tentu merugikan diriku" ketus gania memajukan bibirnya kesal telapak tangan nya menahan wajah gama yang ingin mendekat kearahnya.


"singkirkan tangan mu baby, aku tidak bisa melihat mu jika kau tutupi, sini aku berikan napas buatan spesial..." ujar gama mengalihkan tangan gania dari depan mukanya itu. tapi ucapan nya justru di jawab cepat oleh wanita nya.


"tidak ada napas buatan, awas aku mau turun dan tidur di kamar ku saja" sungut gania dengan wajah kesalnya memotong ucapan gama, gania hendak turun dari atas ranjang tapi itu tidak terjadi karena gama kembali menarik tubuhnya masuk kedalam pelukan.


"mau pergi kemana? malam ini kau tidur di sini saja temani aku baby, tidak boleh tidur di kamar lain, aku tidak bisa memejamkan mata jika kau tidak di ada sampingku " ujar gama dengan tegas tidak menerima penolakan.

__ADS_1


Di luar dugaan gania di buat syok mendadak akan permintaan nyeleneh gama, jika di pikir ulang sungguh epick sekali keinginan pria itu sangat menguntungkan buat gama tetapi tidak untuk dirinya.


" i dih, syarat macam apa itu kak, kemarin kemarin juga biasa tidur sendiri tanpa diriku, jangan mengada ngada deh" ujar gania dengan wajah di tekuk.


" Aku tidak berbohong baby apa harus aku buktikan" seloroh gama menatap dalam wajah gania lalu ******* bibir mungil itu dengan lembut menyesap nya dalam.


"Tidak lebih dari itu baby janji " ujar gama setelah ciuman itu terlepas berganti mengecup seluruh wajah wanitanya itu sembari menariknya kedalam pelukannya.


" janji ya tidak ada embel embel lain awas kalau ingkar janji" balas gania menatap intens gama memastikan pria itu tidak tengah berbohong.


"Serius tanpa ada penyatuan sayang" ucap gama seraya tersenyum manis, lihat nanti jika tidak khilaf sayang lanjutnya lagi menyeringai dalam hati.


" Apa lagi yang kau pikirkan? apa sedang merencanakan sesuatu?" tanya gania menatap lekat wajah pria di hadapannya itu sedang melamun penuh misteri.


"hm aku sangat mengantuk sedari tadi, karena ulah mu mengganggu tidur ku" gerutu gania yang mulai memejamkan matanya.


"Maaf sayang kau itu sudah menjadi candu ku jadi harus terbiasa menghadapi ku, sudah sekarang tidurlah" ucap gama menarik gania kedalam pelukannya dengan tangan kekarnya, menenggelamkan wajah wanitanya di dada bidang nya itu sembari mengusap rambut gania penuh kelembutan


Merasakan tubuhnya dipeluk kembali oleh gama. gania membuka ke-dua matanya lalu mengeratkan dekapan tangan nya di pinggang gama sembari mengendus wangi maskulin tubuh gama membuat nya nyaman dan mulai memejamkan matanya terlelap.


"cepet banget tidurnya dasar gadis cantik yang ingusan " batin gama usai


Memastikan gania benar benar terlelap dan membenahi posisi tidur wanita nya agar mendapatkan posisi ternyaman.

__ADS_1


Gama bersandar di headboard ranjang terduduk di samping wanitanya yang tengah tertidur. gama kembali mengecek email yang masuk di tablet miliknya. Seketika mengerutkan keningnya.


" hem, jadi ayah sudah tahu hubungan andre, lalu apa ini" pekik gama dengan suara tertahan tidak ingin menimbulkan suara kebisingan.


Gama terkejut membaca email yang di kirim ayahnya dimana jika tidak secepat nya menikahi gania maka gania akan di bawa pergi keluar negeri dan di kuliah kan di sana.


Dan satu lagi ayah nya mengancam jika gama tidak secepat nya mendapatkan bukti atas kebusukan reni maka gama akan kalah satu langkah dari mereka.


"Cih, aku tidak sebodoh itu ayah" sinis gama dengan mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang.


"bagaimana? kau sudah berhasil meretas nya, apa ada gangguan dalam jalur aksesnya?" tanya gama setelah panggilan telepon nya tersambung dengan anak buahnya di seberang sana.


"Sudah tuan, baru saja setelah mereka keluar dari sini, semua aman terkendali " jawab pria bertubuh besar berada di hotel bintang lima itu.


"god! pastikan jangan sampai meninggalkan jejak sedikit pun, sebentar lagi mereka pasti akan datang kesana, cepat pergi dari tempat itu" perintah gama dengan raut wajah sengit nya.


"Siap tuan, saya tutup dulu dan segera pergi dari sini tuan" seru seorang di seberang sana.


"jangan sampai lengah" tegas gama menutup sambungan telepon nya.


Tampak helaan napas panjang keluar dari bibir seksi gama, lalu teringat akan gania gama segera meletakkan ponselnya di atas nakas, ikut tidur di samping gania. Menarik tubuh mungil gania yang terlihat berisi itu kedalam pelukannya.


"tidak akan aku biarkan siapa pun membawa mu pergi dari ku sayang" gumam gama memejamkan matanya, tidak berselang lama pria tampan itu ikut terlelap menyusul wanitanya menyelami mimpi indah nya.

__ADS_1


...tinggalkan jejak kalian guys πŸ™ maksih πŸ₯°...


__ADS_2