Cool But Love

Cool But Love
bab 33 melepas rindu


__ADS_3

Andre menautkan kedua alisnya, ia menatap bidan tersebut lalu Gania secara bergantian, seolah meminta penjelasan ulang soal kata kata barusan.


Bidan tersebut menghela nafas panjang, mengerti akan tatapan Andre padanya, kemudian ia menjelaskan secara detail tentang perihal wanita hamil, Dan yang terjadi pada Gania akhir ini salah satunya jika Gania sedang mengandung. diiringi senyum terpaksa bidan tersebut undur diri keluar ruangan.


Duarr!


Seperti di jatuhi bom seisi ruangan langsung lenyap hening seketika di hantam oleh bom tersebut.


Andre mematung bibirnya terkunci tanpa ingin menatap Gania. Perlahan mundur menjauhi Gania. dirinya syok bagaimana gadis ini hamil sedangkan dirinya tak pernah menidurinya, Andre tidak bisa berpikir normal, otaknya ngelag menjadi seperti orang bodoh.


deg


Jantung Gania berhenti berdetak, dadanya sesak, tangan mungilnya terkepal kuat terlihat dari warna kuku yang memutih. kornea bening itu menatap kosong ke arah depan. memejamkan matanya tak kuasa membendung air matanya mengalir deras. Begitupun lilia sungguh terkejutnya dia kecurigaan nya selama ini benar. lilia menatap sendu Gania tubuhnya pun lemas.


"tidak mungkin aku hamil, aku tidak mau mengandung, tidak....!"


teriak Gania menggema di ruangan pasien menangis histeris tangan mungilnya memukuli perutnya yang masih rata penuh emosi.


" Gania! "


lilia tersentak sadar langsung memeluk Gania erat.


" tidak Gania, kau jangan menangis, dia tidak bersalah jangan menyakitinya". lirih lilia berusaha menahan air matanya. mengelus lengan Gania lembut agar ponakannya itu tidak menyakiti dirinya sendiri.


Andre terperanjat sedari tadi berdiri mematung, melihat Gania menangis histeris ia segera mendekati nya.


"Bibi maafkan aku, aku tidak bisa menjaga diriku dengan baik, aku sudah kotor bi!" Gania terisak di pelukan lilia dirinya merasa jijik pada dirinya sendiri tidak bisa menjaga kehormatan nya.


"kau jangan menangis, aku tidak tau harus berbuat apa tapi setidaknya aku bersedia menjadi teman mu gania". ucap Andre tulus setelah kesadaran nya kembali. melihat kondisi Gania yang lemah acak acakan hatinya merasa sesak.


"bibi tetap menyayangi mu Gania, kau dengar dia juga tidak benci padamu jadi jangan berpikir kau sendirian, ada kita yang selalu bersamamu" ujar lilia melirik andre sekilas, tersenyum tipis. dirinya sudah bertekad tidak membenci Gania, soal kehamilan Gania lilia akan selalu mendukung gadis ini.


"tapi, aku merasa jijik dengan tubuhku ini bi..." lirih Gania kembali menangis terisak sembari memukuli perutnya yang masih rata. seketika teringat pria yang sudah membuatnya hamil, Gania semakin membencinya.

__ADS_1


"Stop Gania berhenti menyakiti dirimu ku mohon" Andre mencekal lengan Gania yang terus-menerus menyalahkan diri sendiri. Andre mengantikan peran lilia memeluk Gania perlahan. mencoba menenangkan gadis malang ini. lilia pun membiarkan Andre menenangkan gania.


berapa menit berlalu


Gama melangkah cepat di lorong puskesmas itu, di ikuti oleh Vicky berlari di belakang nya. ia sedikit kwalahan mengejar langkah bosnya yang cepat itu. dengan postur tubuh gagah tegapnya gama, pandangan lurus kedepan semakin membuat semua orang di sekitar haus akan ketampanan gama.


Sebuah Pintu kamar pasien perlahan terbuka, dengan cepat gama mengayunkan kakinya masuk kedalam ruangan. langkah kakinya terhenti ketika gama di suguhkan pemandangan di depannya. Tangan kekarnya terkepal kuat, rahangnya mengeras, dadanya bergemuruh di penuhi oleh emosi. melihat wanitanya di sentuh dengan mesra oleh pria lain.


"Andre....?" batin Gama.


*


Dengan terpaksa gama memundurkan jadwal penjemputan wanita nya. Seminggu terakhir ini gama terkapar jatuh sakit, namun anehnya ketika di cek oleh dokter pribadinya tak ada penyakit apapun, gama pun sering terbangun di tengah malam, ia mengalami mimpi buruk, dalam mimpi gama selalu bertemu anak kecil memanggil dirinya Daddy. Entahlah gama yang sangat merindukan Gania dan ingin memeluk gadis itu akhir akhir ini.


"Lepaskan dia!" seru gama masih berdiri di tempat dengan tatapan mata berapi api.


"gama....?"


Andre bersama Gania tersentak menoleh ke sumber suara mereka terkejut Gania terbelalak matanya melebar namun tidak buat Andre ia bersikap santai melepas pelukannya.


Gama semakin panas melihat sikap santai Andre dengan langkah cepat gama menarik tubuh Andre dan melayangkan bogem mentah bertubi-tubi.


"Berani kau memeluk wanita ku hah!" bentak gama memberi Bogeman pada Andre. membuat Andre tersungkur ke lantai.


Andre pun tak kalah ikut membalas pukulan gama. mereka beradu pukul.


"Cih, dia bukan istri mu atau pacarmu bukan" balas Andre tak kalah keras gama pun terhuyung ke belakang. menatap tajam kearah gama.


Mereka terus adu jotos sampai membuat keduanya babak belur, sudut bibir mereka pun berdarah. Gania mematung melihat pertengkaran di depan matanya. tanpa sadar air matanya mengalir deras.


"Berhenti ku mohon, jika ingin bertarung keluar lah kalian berdua!". ucap lirih Gania menangis terisak. memegangi lutut nya tubuhnya bergetar.


Gania tak kuat melihat dua pria itu saling baku hantam di depan matanya. entah mengapa melihat gama terluka hatinya sesak, namun juga tak tega melihat Andre yang selalu baik padanya pun terluka.

__ADS_1


"Tuan .." Vicky yang bingung ingin melerai keduanya sahabat itu bingun mematung. begitupun Aldi, kedua asisten itu tak berani melerai bos mereka. justru niatnya mendapat tatapan tajam.


Dua sahabat itu pun menghentikan perkelahian mereka. menoleh bersama kearah Gania yang sedang menangis.


"Gania..."


"Sayang...."


ucap mereka bersamaan. gama dengan cepat berdiri lalu berlari mendekati gadis nya. Andre pun tak kalah ikut berlari mendekat namun kalah cepat oleh gama.


"Maafkan aku sayang, seharusnya aku lebih cepat menjemputmu, sungguh maaf kan aku baby, jangan menangis ku mohon kau boleh menghukum ku nanti sayang" ucap Gama lembut memeluk erat tubuh gadis nya yang sangat ia rindukan, mencium pucuk kepala Gania bertubi tubi. rasanya enggan melepas pelukannya.


"cih dasar pria es lemot!" seloroh Andre tersenyum sinis menatap gama penuh permusuhan. atau jangan-jangan pria es ini yang menghamili Gania. Oh good..!


Deg


Gania terdiam tak membalas pelukan gama, tak habis pikir dengan mudahnya gama meminta maaf pada dirinya, setelah semua yang pria itu lakukan padanya. meskipun hati kecilnya juga sangat merindukan pria es itu, Gania tetap benci dengan sikap gama yang kasar padanya.


Gania pun enggan menatap gama justru lebih memilih membuang pandangan melihat Andre yang terluka parah di wajahnya.


" kak Andre kau baik-baik saja kan, lukanya sangat parah harus cepat di obati.?" ujar Gania sembari mengusap air mata di pipinya. menghawatirkan keadaan Andre.


"hahaha, kau lihat Gania lebih perhatian padaku dari pada kau, tentu saja harus di obati olehmu gadis cantik" ucap Andre keras tersenyum miring menatap tajam gama detik berikutnya senyum manis kepada Gania.


Gama terbelalak mata nya melebar menatap geram kearah andre, mendengar ucapan Gania memberi perhatian pada sahabat sekaligus saingannya itu. "Sayang kau menghawatirkan dia?" tanya gama menyentuh pipi Gania mengunci tatapan manik mata Gadis nya.


Gania memalingkan wajahnya tak kuasa melihat tatapan mata lembut nan teduh gama padanya, ia tak mau perasaan nya kembali luluh, Gania masih membenci pria itu.


"lepaskan kak, aku tidak mau melihat wajahmu yang jelek itu!" ujar Gania menepis tangan gama membuang pandangan ke arah Andre. mendorong tubuh gama agar menjauh darinya.


Gama tertegun mematung raut wajahnya yang merah padam menahan amarah, melihat sikap aneh gadisnya padanya, Gania dengan entengnya mengatai wajahnya jelek. tentu hal tersebut mengundang gelak tawa memenuhi ruangan. Di saat bersamaan datang seorang wanita di depan pintu dengan tatapan mata memicing penuh tanya melihat orang orang di ruangan tersebut.


...jangan lupa like komen favorit hadiah 😘πŸ₯°πŸŒ· tinggalkan jejak kalian semua πŸ₯°πŸ™ love you kalian...

__ADS_1


__ADS_2