
Di dalam kamar apartemen mewah sepasang kekasih tengah tertidur pulas di ranjang king size nya dengan saling berpelukan hangat. hanya suara dengkuran halus yang terdengar didalam ruangan luas tersebut.
Sementara di tempat lain di klub malam dua wanita muda dengan style mewah dan pakaian ketat melekat di tubuhnya khas sad girls yang suka main ke tempat klub malam.
Dalam pengaruh alkohol dua wanita muda itu berjalan sempoyongan keluar dari dalam klub menuju mobil nya, satu dari mereka telah mabuk berat dan usai sekamar bersama pria seprofesi mabuk di klub tersebut.
"Cepat masuk ke mobil, jika tuan tau maka habislah dirimu nona!" seru pria bertubuh besar berpakaian hitam tiba tiba datang di dekat mobil reni.
Dengan menahan nyeri di kepala nya Reni menoleh kesamping " kau siapa? sok ikut campur urusan ku, tuan siapa maksudmu?" tanya Reni memegangi kepalanya yang berdenyut pusing.
"Kau tenang lah, jangan emosi ren" ujar Susan pada Reni, dia tidak terlalu mabuk karena hanya ikut minum sedikit.
"Pak reza menugaskan saya menjemput anda nona, dan ternyata benar anda sudah melewati batas" jelas pria suruhan Reza itu.
"CK, aku hanya bersenang senang saja bersama temanku apa salah hah!" decak Reni kesal dengan ayahnya itu yang selalu mengawasi kebebasan nya.
__ADS_1
pria bertubuh tinggi itu menatap miris kearah reni. "Berapa botol yang dia minum, sampai seperti ini" tanya nya pada teman reni, Susan.
Susan langsung gugup di tanya oleh orang suruhan ayah nya Reni itu" dia terlalu banyak minum jadi mabuk berat seperti ini tuan" jawab Susan tubuhnya bergetar menahan kepala nya yang terasa pusing.
Reza menugaskan salah satu orang kepercayaan nya untuk mengecek klub yang di datangi putrinya itu dengan tujuan mengawasi putrinya dan melindungi nya dari kejadian tak di inginkan. Tapi pria bertubuh tinggi besar itu telah melewatkan sesuatu karena saat tiba di sana sudah tidak ada jejak yang mencurigakan dan hanya melihat nona nya itu mabuk berat.
"astaga! dia sudah kehilangan akal sehat secara wanita sangat berani minum dengan jumlah banyak, pantas saja tuan menghawatirkan nya" pekik pria itu dengan wajah tak percaya nya.
"Cih berisik sekali kau cepat antar aku pulang, huhuhu kau tega sekali sayang meninggalkan ku begitu saja, lihat saja aku pasti akan merebut mu darinya" umpat Reni meracau tak jelas tubuhnya sempoyongan hampir tersungkur.
Pria bertubuh besar itu langsung menuntun Reni untuk masuk ke mobil nya, di susul Susan yang ikut masuk ke mobil, setelah mereka sudah berada didalam mobil pria itu melajukan mobilnya keluar dari tempat itu menuju kediaman reza.
Sepanjang perjalanan reni yang kelewat mabuk berat meracau mengigau tidak jelas, sedangkan susan hanya pusing saja di kepala nya dan semakin pusing mendengar celoteh reni di sampingnya itu. meski begitu susan tetap membatu reni agar segera sadar dari efek mabuknya dengan meminum kan air mineral ke mulut reni dengan telaten.
"ayo minum" ucap susan menempelkan botol minum ke mulut reni.
__ADS_1
"aw. aku tidak haus susan" reni merintih kesakitan di kepalanya.
"sedikit saja, biar mengurangi rasa pusing mu ren" ucap susan memaksa Reni untuk minum.
Reni meneguk air minum yang ada di depan mulut nya itu dengan perlahan " makasih san" lirihnya memejamkan matanya.
"apa saja yang di lakukan nona reni di klub tadi nona?" tanya pria di kursi kemudi itu.
"Tidak ada tuan, hanya mengobrol bersama teman-teman kita saja tidak ada yang lain" Jawab susan berbohong tidak berani berkata jujur soal reni yang sempat sekamar dengan kekasih gelapnya.
"Anda tidak lagi berbohong kan, karena saya di tugaskan untuk mengawasi kalian kesini, tapi aku sudah mengeceknya dan semua aman " balas pria itu menjelaskan.
Susan bernapas lega mendengar perkataan pria di depannya itu ternyata tidak mengetahui yang sebenarnya.
"Syukurlah tuan jika baik baik saja, aku ikut lega" ujar susan menyandarkan tubuhnya kebelakang.
__ADS_1
Selanjutnya tidak ada percakapan lagi di antara mereka di mobil itu, hanya keheningan dan suara kendaraan yang saling bersahutan Reni yang tertidur lelap sedangkan susan masih terjaga.